Bagi orang Islam, menatap Ka'bah secara langsung adalah puncak dari kerinduan spiritual yang mendalam. Bangunan kubus yang diselimuti kiswah hitam ini adalah pusat arah kiblat kaum muslimin dari penjuru dunia.
Banyak jemaah haji dan umrah yang merasakan getaran haru hingga meneteskan air mata saat pertama kali melihat Baitullah. Di momen istimewa ini, doa-doa diyakini sangat mustajab. Lantas, apa doa ketika melihat Ka'bah? Berikut ulasan lengkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Melihat Ka'bah
Menukil buku Basahi Lidah Dengan Dzikir karya Syekh Irfan bin Sulaim al-Asya Hasunah, berikut doa ketika melihat Ka'bah,
للَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا
Latin: Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah wa zid man syarafahu wa karramah mimman hajjahu awi'tamarah tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa birra.
Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Bait (Ka'bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan."
Setelah itu dilanjutkan dengan doa yang dianjurkan oleh Imam An Nawawi, berikut bacaan doanya,
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Latin: Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.
Artinya : "Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan."
Setelah itu, Imam An-Nawawi menyarankan umat Islam untuk memanjatkan doa apa pun mengenai urusan dunia saat menatap Ka'bah. Karena pintu langit terbuka lebar bagi siapa saja yang memandangnya.
Doa Saat di Hijir Ismail
Merujuk pada Kitab Induk Doa dan Zikir (Terjemah Kitab al-Adzkar) karya Imam Nawawi, Hijir Ismail merupakan area yang tak terpisahkan dari struktur Ka'bah. Oleh karena itu, umat Islam sangat disarankan untuk melafalkan doa berikut ketika berada di sana:
يَا رَبِّ أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ مُؤَمِلاً مَعْرُوفَكَ فَأَنِلْنِي مَعْرُوفاً مِنْ مَعْرُوفِكَ تُغْنِينِي بِهِ عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا مَعْرُوفاً بِالْمَعْرُوفِ
Latin: Yaa rabbi ataituka min syuqqatim ba'iidatim muammilan ma'ruufaka fa anil nii ma'ruufam min ma'ruufika tughniinii bi hii 'an ma'ruufi man si- waaka, yaa ma'ruufam bil ma'ruuf.
Artinya: "Ya Allah, Aku mendatangi-Mu dari negeri yang jauh mengharapkan kebaikan-Mu, maka berikanlah kepadaku kebaikan dari kebaikan-Mu yang mencukupi aku dari kebaikan selain-Mu wahai Zat pemberi kebaikan."
Etika dan Adab Saat Menatap Ka'bah
Merujuk pada buku Fikih Sunnah 3 tulisan Sayyid Sabiq, terdapat panduan adab yang sebaiknya diamalkan umat Islam ketika berhadapan dengan Ka'bah, di antaranya:
- Memanjatkan doa sembari mengangkat kedua belah tangan sebagai bentuk penghormatan.
- Berupaya mendekati area Hajar Aswad untuk menciumnya jika kondisi memungkinkan.
- Apabila tidak memungkinkan untuk menciumnya secara langsung, jemaah bisa mencium tangan kanan lalu menyentuhkannya ke Hajar Aswad.
- Jika situasi sangat padat, jemaah cukup memberikan isyarat dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad dari jarak jauh sebagai simbol pengganti sentuhan.
- Memperbanyak lantunan zikir dan permohonan doa selama berada di kawasan Baitullah.
Wallahu a'lam.
(hnh/kri)












































Komentar Terbanyak
Kata-kata Nisfu Syaban 2026 Singkat Penuh Doa, Harapan, dan Ampunan
Hukum Mengambil Barang Temuan di Jalan yang Tidak Diketahui Pemiliknya
Bolehkah Puasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan dan Hukumnya