Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Kerajaan. Fenomena badai debu, angin kencang, hingga gelombang tinggi diprediksi akan terjadi hingga Sabtu (28/2/2026) mendatang.
Dilansir dari Gulf News, Selasa (24/2/2026), kondisi cuaca tidak stabil ini dipicu oleh pergerakan sistem cuaca yang memengaruhi atmosfer di wilayah Arab Saudi. NCM menyebutkan bahwa aktivitas cuaca ini akan berdampak signifikan pada jarak pandang dan keselamatan pelayaran.
Wilayah yang Terdampak
Pusat meteorologi merinci sejumlah wilayah yang masuk dalam zona waspada. Wilayah yang paling terpapar di antaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Tabuk
- Madinah
- Makkah
- Area pesisir
- Al Jouf
- Perbatasan Utara
- Hail
Tak hanya itu, NCM memperkirakan aktivitas cuaca ekstrem ini akan meluas ke wilayah lain seperti Qassim, Riyadh, Provinsi Timur, hingga Najran.
Puncak Cuaca Ekstrem
Menurut penjelasan NCM, dampak dari cuaca buruk ini kemungkinan besar akan terasa paling jelas pada siang hari. Angin kencang diperkirakan bakal memicu badai debu yang dapat mengganggu aktivitas transportasi darat di jalur antarprovinsi.
Selain di darat, peringatan juga berlaku untuk wilayah perairan. Peningkatan ketinggian gelombang menjadi ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah pesisir.
Otoritas meteorologi Arab Saudi menyarankan masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak, untuk terus memantau pembaruan informasi resmi. Warga diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak.
"Masyarakat diimbau untuk memantau pembaruan resmi seiring perkembangan kondisi cuaca," tulis pernyataan NCM.
Bagi para jamaah atau warga Indonesia yang berada di wilayah Makkah dan Madinah, diharapkan untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat badai debu mulai menyelimuti wilayah tersebut.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Kenapa Mayoritas Penduduk Madinah Dulu Beragama Yahudi?
MUI Kecam Pimpinan Ponpes di Pati yang Perkosa Santriwati: Perbuatan Terkutuk!