Kejar Deadline Visa, Kemenhaj Tetap Buka Hari Libur Demi Jemaah Haji

Kejar Deadline Visa, Kemenhaj Tetap Buka Hari Libur Demi Jemaah Haji

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 05 Jan 2026 11:01 WIB
Kejar Deadline Visa, Kemenhaj Tetap Buka Hari Libur Demi Jemaah Haji
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan (Foto: Dok. Kemenhaj)
Jakarta -

Ada kabar baik bagi para calon jemaah haji yang sibuk di hari kerja. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengambil langkah tak biasa dengan tetap membuka layanan di tingkat kabupaten/kota meski di hari libur.

Kebijakan "lembur" ini diambil bukan tanpa alasan. Kemenhaj ingin memastikan seluruh proses administrasi dan persiapan keberangkatan jemaah berjalan ngebut dan tidak ada yang tercecer.

"Kemenhaj kabupaten/kota tetap membuka layanan di hari libur untuk mempercepat proses persiapan haji dan melayani jemaah yang tidak bisa datang pada hari kerja," ujar Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (4/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang sudah menjalankan kebijakan itu adalah Kantor Kemenhaj Kabupaten Pamekasan. Di sana, para petugas tetap bersiaga melayani dokumen pelunasan hingga urusan krusial seperti perekaman biometrik untuk pengajuan visa haji.

Ian menjelaskan, perekaman biometrik saat ini menjadi harga mati dalam proses penerbitan visa. Proses ini dilakukan melalui aplikasi Saudi Visa Bio yang terintegrasi langsung dengan sistem milik Pemerintah Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

"Perekaman biometrik menjadi bagian penting dalam pengajuan visa haji. Data biometrik ini akan terhubung langsung dengan sistem Nusuk," jelas Ian.

Meski aplikasi tersebut sebenarnya bisa diakses secara mandiri oleh jemaah, pihak Kemenhaj sadar betul bahwa tidak semua jemaah akrab dengan teknologi alias "gaptek". Oleh karena itu, pendampingan tetap diberikan secara penuh di kantor-kantor daerah.

"Kami memahami tidak semua jemaah terbiasa dengan layanan digital. Karena itu, kantor Kemenhaj kabupaten/kota tetap memberikan pendampingan dan bantuan perekaman biometrik agar jemaah tidak mengalami kesulitan," tegasnya.

Kejar Tayang Sebelum 8 Februari

Langkah jemput bola di hari libur ini juga berkaitan erat dengan deadline ketat dari pihak Arab Saudi. Seluruh input data biometrik dipatok harus rampung sebelum 8 Februari 2026.

Ian mewanti-wanti, terutama untuk daerah yang memiliki basis jemaah haji dalam jumlah besar, agar tidak menunda-nunda proses ini. Dengan layanan ekstra di hari Sabtu dan Minggu ini, Kemenhaj berharap jemaah merasa lebih dimudahkan sehingga proses keberangkatan menuju tanah suci menjadi lebih pasti dan tertib.

"Perekaman biometrik jemaah haji harus dilakukan secepatnya, terutama di daerah dengan jumlah jemaah yang banyak, agar seluruh data dapat terinput tepat waktu," pungkasnya.




(hnh/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads