Banten - Tradisi membunyikan meriam sebagai penanda berbuka puasa tetap hidup di Rangkasbitung, Lebak, Banten.
Galeri detikHikmah
Meriam Tradisional Jadi Penanda Berbuka Puasa di Rangkasbitung
Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya Ramadan di Rangkasbitung. Bunyi meriam tidak hanya mengingatkan masyarakat untuk berbuka puasa dan imsak, tetapi juga menarik perhatian warga yang sedang ngabuburit di alun-alun. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Warga yang hadir terlihat antusias menyaksikan proses persiapan hingga meriam berbunyi. Anak-anak dan keluarga menikmati suasana yang meriah, sementara para pemuda ikut membantu pengaturan area agar kegiatan berjalan aman. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Selain menjadi penanda waktu, tradisi meriam berbuka juga menjadi daya tarik tersendiri, menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perkembangan kota. Pemerintah dan masyarakat berharap tradisi ini terus dilestarikan agar generasi muda dapat mengenal dan menghargai budaya lokal selama Ramadan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara