Meriam Tradisional Jadi Penanda Berbuka Puasa di Rangkasbitung

Galeri detikHikmah

Meriam Tradisional Jadi Penanda Berbuka Puasa di Rangkasbitung

Rengga Sancaya - detikHikmah
Senin, 23 Feb 2026 06:00 WIB

Banten - Tradisi membunyikan meriam sebagai penanda berbuka puasa tetap hidup di Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Petugas DKM Masjid Al-Araaf memasukkan karbit ke dalam meriam di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (22/2/2026). Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya Ramadan di Rangkasbitung. Bunyi meriam tidak hanya mengingatkan masyarakat untuk berbuka puasa dan imsak, tetapi juga menarik perhatian warga yang sedang ngabuburit di alun-alun. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Petugas DKM Masjid Al-Araaf memasukkan karbit ke dalam meriam di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (22/2/2026). Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Warga yang hadir terlihat antusias menyaksikan proses persiapan hingga meriam berbunyi. Anak-anak dan keluarga menikmati suasana yang meriah, sementara para pemuda ikut membantu pengaturan area agar kegiatan berjalan aman. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Petugas DKM Masjid Al-Araaf memasukkan karbit ke dalam meriam di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (22/2/2026). Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Selain menjadi penanda waktu, tradisi meriam berbuka juga menjadi daya tarik tersendiri, menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perkembangan kota. Pemerintah dan masyarakat berharap tradisi ini terus dilestarikan agar generasi muda dapat mengenal dan menghargai budaya lokal selama Ramadan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Meriam Tradisional Jadi Penanda Berbuka Puasa di Rangkasbitung
Meriam Tradisional Jadi Penanda Berbuka Puasa di Rangkasbitung
Meriam Tradisional Jadi Penanda Berbuka Puasa di Rangkasbitung
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads