Doa Akasyah merupakan doa tobat. Bacaan ini juga disebut sebagai doa Ukasyah yang isinya disebut indah seperti sajak.
Menurut buku Terjemah dan Fadhilah Majmu' Syarif yang ditulis Ustaz Rusdianto, doa Akasyah dikatakan memiliki martabat yang tinggi. Jika diamalkan rutin, niscaya hajat muslim dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa Akasyah dibawa oleh Malaikat Jibril dari 'Arsy. Diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia berkata:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada suatu hari, aku sedang duduk di hadapan Rasulullah SAW di dalam Masjid Madinatul Munawwarah, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dengan membawa doa Akasyah, lalu diberikan kepada Rasulullah seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku membawa doa Akasyah, sejak dari Adam dan nabi-nabi lain belum pernah diberi kecuali kepada engkau. Malaikat Jibril berujar lagi, 'Sesungguhnya aku melihat doa Akasyah ini tergantung di bawah Arsy selama 90.000 tahun sebelum Allah menciptakan dunia seisinya."
Bacaan Doa Akasyah: Arab, Latin dan Arti
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، بِسْمِ اللهِ النُّوْرِ نُوْرٌ عَلَى نُوْرٍ، الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ النُّوْرَ، وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى جَبَلِ الطُّوْرِ فِي كِتَابٍ مَسْطُوْرٍ. الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِالغِنَاءِ مَذْكُوْرٌ، وَبِالعِزَّةِ وَالجَلَالِ مَشْهُوْرٌ، وَعَلَى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ مَشْكُوْرٌ.
Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallam. Bismillāhin nūri nūrun 'alā nur. Alhamdu lillāhil ladzī khalaqan nūr, wa anzalat Taurāta 'alā jabalit Thūr fī kitābim masthūr. Alhamdu lillāhil ladzī bil ghinā'i madzkūr, wa bil 'izzati wal jalāli masyhūr, wa 'alās sarrā'i wad dharrā'i masykūr.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan sejahtera(-Mu) atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Dengan nama Allah zat bercahaya, cahaya di atas cahaya. Segala puji bagi Allah yang menciptakan nur, dan menurunkan Taurat di atas Bukit Thur pada kitab yang tertulis. Segala puji bagi Allah yang dengan kaya-Nya disebut, dengan kemuliaan dan kebesaran-Nya terkenal, dan yang pada saat (manusia) senang dan sulit tetap disyukuri."
وَالحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَمٰوَاتِ وَالأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرَ، ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ، كٓهٓيٓعٓصٓ حٰمٓ عٓسٓقٓ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، اللهُ لَطِيْفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيْزُ، يَا كَافِيَ كُلِّ شَيْئٍ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَيْئٍ، بِيَدِكَ الخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.
Alhamdu lillāhil ladzī khalaqas samāwāti wal ardha, wa ja'alaz zhulumāti wan nūr, tsummal ladzīna kafarū bi rabbihim ya'dilūn. Kāf hā yā 'aīn shād, hā mīm, 'aīn sīn qāf, iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn, yā Hayyu ya Qayyūm, yā Dzal jalāli wal ikrām. Allāhu lathīfum bi 'ibādih, yarzuqu man yasyā'u wa huwal qawiyyul azīz, yā Kafiya kulli syaī', washrif 'annā kulla syaī', bi yadikal khair, innaka 'alā kulli syai'in qadīr
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi; dan menjadikan gelap dan nur, tetapi kemudian orang kafir kepada Tuhan mereka berpaling. Kepada-Mu kami menyembah; dan hanya kepada memohon pertolongan; wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang tegak berdiri. Allah bersikap lembut kepada hamba-Nya dan memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dia Maha Kuat dan Perkasa. Wahai Zat yang mencukupi segala sesuatu. Palingkanlah segala sesuatu (mudarat) dari kami. Di tangan-Mu kebaikan itu. Sungguh, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu."
اللّٰهُمَّ يَا كَثِيْرَ النَّوَالِ، وَيَا دَائِمَ الوِصَالِ، وَيَا حُسْنَ الفِعَالِ، وَيَا رَازِقَ العِبَادِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَيَا بَدِيْعًا بِلَا مِثَالٍ، وَيَا بَاقِي بِلَا زَوَالٍ، نَجِّنَا مِنَ الكُفْرِ وَالضَّلَالِ، بِحَقِّ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Allāhumma yā Katsīran nawāl, wa yā Dā'imal wishāl, wa yā Husnal fi'āl, wa yā Rāziqal 'ibādi 'alā kulli hāl, wa yā Badī'an bi lā mitsāl, wa yā Bāqī bi lā zawāl, najjinā minal kufri wad dhalāl, bi haqqi lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, wahai Zat yang banyak anugerah, wahai Zat yang selalu terhubung, wahai Zat yang baik perbuatan, wahai Zat yang memberikan rezeki hamba-Nya pada setiap kondisi, wahai Zat yang mencipta pertama tanpa contoh, wahai Zat yang kekal tanpa sirna, selamatkan kami dari kekafiran dan kesesatan dengan hakikat. Tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الشَّكُّ فِي إِيْمَانِي بِكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allāhumma in dakhalas syakku fī īmānī bika wa lam a'lam bihī aw 'alimtu tubtu 'anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam
Artinya: "Ya Allah, jika keraguan hinggap pada keimananku kepada-Mu, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الكُفْرُ فِي إِسْلَامِي بِكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allāhumma in dakhalal kufru fī islāmī bika wa lam a'lam bihī aw 'alimtu tubtu 'anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam
Artinya: "Ya Allah, jika keraguan hinggap pada keislamanku kepada-Mu, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الشَّكُّ فِي تَوْحِيْدِيْ إِيَّاكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allāhumma in dakhalas syakku fī tawhīdī iyyāka wa lam a'lam bihī aw 'alimtu tubtu 'anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, jika keraguan hinggap pada ketauhidanku kepada-Mu, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ العُجْبُ وَالكِبْرُ وَالرِّيَاءُ وَالسُّمْعَةُ وَالنُّقْصَانُ فِي عَمَلِي لَكَ وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allāhumma in dakhalal 'ujbu wal kibru war riyā'u was sum'atu wan nuqshānu fī 'amalī laka wa lam a'lam bihī aw 'alimtu tubtu 'anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, jika ujub, sombong, riya, sum'ah, dan kekurangan masuk mencemari ibadahku kepada-Mu-baik tidak kusadari maupun kusadari-, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اللّٰهُمَّ إِنْ جَرَى الكِذْبُ وَالغِيْبَةُ وَالنَّمِيْمَةُ وَالبُهْتَانُ عَلَى لِسَانِي وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allāhumma in jaral kidzbu wal ghibatu wan namīmatu wal buhtānu 'alā lisānī wa lam a'lam bihī aw 'alimtu tubtu 'anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam.
Arti doanya: "Ya Allah, jika dusta, gibah, adu domba, dan bohong besar terucap dari mulutku, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اللّٰهُمَّ إِنْ دَخَلَ الخَطْرَةُ وَالوَسْوَسَةُ فِي صَدْرِي وَلَمْ أَعْلَمْ بِهِ أَوْعَلِمْتُ تُبْتُ عَنْهُ وَأَسْلَمْتُ وَأَقُوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allāhumma in dakhalal khathratu wal was-wasatu fī shadrī wa lam a'lam bihī aw 'alimtu tubtu 'anhu wa aslamtu wa aqūlu lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullah shallallāhu 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, jika suatu pikiran (konyol) dan was-was melintas di dalam dadaku, baik tidak kusadari maupun kusadari, aku bertobat, menyerah, dan berkata, tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
Keutamaan Mengamalkan Doa Akasyah
Berikut sejumlah keutamaan dari mengamalkan doa Akasyah yang dikutip dari buku Hubbu susunan Mashuri.
1. Rezekinya Dimudahkan
Membaca doa Akasyah setiap hari bisa memudahkan rezeki muslim. Dikatakan, Allah SWT memerintahkan 70.000 malaikat di langit untuk membawa kebajikan dan kemudahan rezeki bagi muslim yang rutin mengamalkannya.
2. Dosanya Diampuni
Membaca doa Akasyah dengan khusyuk dan ikhlas akan diberi ampunan dan penghapusan dosa oleh Allah SWT.
3. Mempermudah Menghafal Al-Qur'an
Doa Akasyah disebut bisa membantu muslim lebih mudah menghafal Al-Qur'an. Utsman bin Affan pernah berkata, "Sesungguhnya aku dapat menghafal Al-Qur'an dengan berkah doa Akasyah ini."
Wallahu a'lam.
