Dalam Islam, mencari rezeki yang halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah. Makanan, minuman, pakaian, hingga harta yang dimiliki seorang muslim hendaknya berasal dari sumber yang halal dan diperoleh dengan cara yang benar.
Hal ini memiliki kaitan erat dengan diterima atau tidaknya amal ibadah, termasuk doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang yang mengonsumsi makanan haram atau memperoleh harta dengan cara yang tidak halal dapat terhalang dari terkabulnya doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadits tentang Makanan dan Harta Halal
Dikutip dari buku Mengapa Malaikat dan Setan di Rumah Kita? karya Abu Hudzaifah Ibrahim, salah satu hadits yang paling masyhur mengenai hal ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para rasul."
Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah SWT surah Al-Mu'minun ayat 51,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Artinya: "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Lalu beliau juga membaca surah Al-Baqarah ayat 172,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."
Setelah itu Rasulullah SAW menceritakan tentang seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan tubuhnya penuh debu. Ia mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berdoa,
"Ya Rabb, Ya Rabb."
Namun Rasulullah SAW bersabda:
"Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?" (HR Muslim)
Dalam buku Agar Keinginan Cepat Terkabul karya Imam al-Ghazali, makanan yang haram merupakan sebab tidak terkabulnya doa. Hal itu merupakan kerugian yang sangat besar, karena seorang hamba tidak terlepas dari kebutuhan berdoa kepada Allah SWT.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memperoleh harta dengan cara yang haram, kemudian ia sedekahkan, maka tidak akan mendatangkan pahala dan dosanya ditimpakan kepadanya." (HR Ibnu Hibban)
Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa memakan sesuatu yang haram menyebabkan amal ibadah tidak diterima selama 40 hari. Hal ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas berkata bahwa Sa'ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menajdi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah!"
Rasulullah menjawab, "Wahai Sa'ad perbaikilah makananmu (makanlah yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang dikabulkan doanya. Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih kayak baginya." (HR ath Thabrani)
Doa Memohon Rezeki Halal
Dikutip dari buku Kumpulan Doa Pembuka Rezeki karya Ust. Fayumi Al-Maliki, berikut doa yang dapat dibaca untuk memohon rezeki yang halal dan berkah:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَنَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ عَدَدَ مَا أَحَاطَ به علمُكَ وَجَرَى به قَلَمُكَ وَنَفَذَ به حُكْمُكَ اللَّهُمَّ يَا مَنْ بَيَدِهِ حَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ يَقُولُ لِلشَّيْءٍ كُنْ فَيَكُونُ أَسْأَلُكَ اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنَ الدَّيْنِ وَتُغْنِنِي مِنَ الفَقْرِ وَأَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا واسعًا مُبَارَكًا فِيهِ وَانْتَقْضِيَ جَمِيْعَ حَاجَتِي وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidina muhammad 'abdika wa rasulika nabiyyir rahmati wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallama 'adada maa ahaatha bihii 'ilmuka wa jaraa bihii qalamuka wanafadza bihi hukmuka. Allahumma yaa man biyadihii khazaa'inus samaawaati wal ardhi, wa man yaquulu lisyai'in kun fayakuun, as 'aluka antushalliya 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa muhammadin wa an tu'aafiyanii minad daini wa tughninii minal faqri wa an tarzuqanii rizwan halaalan waasi'an mubaarakan fiihii wa an taqdhiya jamii'a haajatii wa shallallahu 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihi wasallam.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, seorang hamba dan juga Rasul-Mu, Nabi pembawa rahmat, dan kepada semua keluarga serta sahabatnya. Limpahkanlah salam kesejahteraan sebanyak bilangan sesuatu yang berada di bawah pengetahuan-Mu dan sejalan dengan perjalanan pena-Mu dan sesampainya hukum-Mu karenanya. Ya Allah, wahai Dzat yang Maha menguasai rahasia-rahasia langit dan bumi, wahai Dzat yang Maha menghendaki berkata kepada sesuatu dengan kun fayakun (jadi maka jadilah), aku memohon agar hendaknya Engkau melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan kepada semua keluarganya dan hendaknya Engkau menyelamatkan diriku dari hutang. Hendaklah Engkau memberi kecukupan kepadaku dari kefakiran, dan melimpahkan rezeki kepadaku dengan rezeki yang halal lagi luas, mengandung keberkahan di dalamnya. Hendaklah Engkau meluluskan semua hajat keperluanku dan semoga Engkau senantiasa melimpahkan rahmat dan salam kesejahteraan-Mu kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW dan semua keluarga serta para sahabatnya."
Baca juga: 5 Cara Memastikan Makanan Halal |

Komentar Terbanyak
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Kisah Keajaiban Sedekah 6 Dirham Sayyidina Ali Dibalas 50 Kali Lipat