Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki

Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 14 Jul 2026 06:30 WIB
Ilustrasi salat jenazah. (Dok. NU Online)
Foto: Ilustrasi salat jenazah. (Dok. NU Online)
Jakarta -

Menyalatkan sesama Muslim yang wafat memiliki kedudukan hukum yang sangat penting. Berdasarkan pemaparan dalam buku Fiqih Praktis Jilid 1 karya Muhammad Bagir, para ulama menyepakati bahwa hukum menyalatkan jenazah adalah fardhu kifayah.

Artinya, kewajiban ini bersifat kolektif; tanggung jawab berada di pundak masyarakat Muslim sekitar, dan kewajiban tersebut gugur bagi seluruhnya apabila sudah ada sebagian Muslim yang melaksanakannya.

Mengingat pentingnya ibadah ini, Rasulullah SAW menjanjikan pahala dan keutamaan yang luar biasa besar bagi orang-orang yang melaksanakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW bersabda,

"Tidaklah seorang muslim mati lalu disalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan doa mereka akan dikabulkan." (HR Tirmidzi dan Abu Daud).

ADVERTISEMENT

Selain menjadi jembatan ampunan bagi si mayit, orang yang menyalatkan dan mengantarkan jenazah juga akan diganjar pahala yang berlimpah. Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah SAW lantas menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR Bukhari).

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki

Dalam salat jenazah, doa khusus untuk si mayit dibacakan setelah takbir ketiga dan takbir keempat. Untuk jenazah laki-laki, kata ganti yang digunakan adalah "hu" (لَهُ).

Lafal ini merupakan bentuk permohonan ampunan paling mendasar untuk jenazah laki-laki. Doa ini dibaca pada takbir ketiga:

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Latin: Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera, dan maafkanlah dia."

Apabila ingin memanjatkan doa yang lebih panjang demi memuliakan arwah almarhum, Anda dapat membaca versi panjang di bawah ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْحَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالتَّلْج وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى التَّوبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْحًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

Latin: Allôhummaghfir lahu, warhamhu, wa 'âfihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi madkholahu, waghsilhu bil mâ'i wats tsalji wal barodi. Wa naqqihi minal khothôyâ kama yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu dáron khoiron min darihi, wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi, wa adkhilhul jannata, wa a'idzhu min fitnatil qobri wa min 'adzâbin når.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia (si mayit). Rahmatilah dia. Selamatkanlah dia. Maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya. Luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih bersih yang dibersihkan dari kotoran. Gantikanlah untuk dirinya rumah yang lebih bagus daripada rumahnya; keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan istri yang lebih elok daripada istrinya. Masukkanlah dia ke sorga. Lindungilah dirinya dari siksa kubur dan azab neraka."

Setelah takbir keempat, jamaah disunnahkan membaca doa penutup untuk kebaikan keluarga yang ditinggalkan sekaligus untuk almarhum:

اللهم لا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، ولا تَفْتِنا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ، وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيْمَانِ، وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.

Latin: Allôhumma là tahrimnâ ajrohu wa là taftinnâ ba'dahu, waghfir lana walahu wa li-ikhwâninal ladzina sabaqânâ bil îmâni, wa la taj'al fi qulûbinâ ghillal lilladzina âmanů. Robbana innaka roúfur rohim.

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya. Janganlah Engkau fitnah kami sesudahnya. Ampunilah kami dan dia, serta saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman. Janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."



(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads