Salat merupakan tiang agama. Kewajiban salat dibebankan kepada setiap muslim yang sudah baligh.
Dalam setiap perpindahan gerakan salat, terdapat doa-doa khusus yang sarat akan makna dan penghambaan yang mendalam. Salah satunya saat posisi duduk tasyahud atau tahiyat.
Tahiyat di dalam ibadah salat pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu tahiyat awal dan tahiyat akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana bacaannya? Berikut pelafalan yang benar sesuai dengan sunah Rasulullah SAW.
Kapan Doa Tahiyat Awal Dibaca dalam Salat?
Duduk dan membaca doa tahiyat awal dibaca pada rakaat kedua dalam salat yang memiliki jumlah rakaat lebih dari dua. Artinya, gerakan ini dipraktikkan saat Anda menunaikan salat Maghrib (3 rakaat), salat Dzuhur, Asar, dan Isya (4 rakaat). Sebaliknya, untuk salat yang hanya berjumlah dua rakaat seperti salat Subuh atau salat sunah lainnya, Anda tidak perlu membaca tahiyat awal, melainkan langsung membaca tahiyat akhir pada rakaat kedua sebelum melakukan salam.
Gerakan tasyahud awal ini dilakukan dengan posisi duduk iftirasy, yaitu menduduki kaki kiri sementara kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari menghadap ke arah kiblat. Memahami penempatan ini sangat penting agar rangkaian ibadah salat kita senantiasa sempurna dan sesuai dengan tuntunan fikih islam.
Bacaan Doa Tahiyat Awal: Arab, Latin, dan Terjemahan
Dalam buku Menyelami Makna Bacaan Shalat yang ditulis oleh Fajar Kurnianto, bacaan tahiyat awal berfokus pada bentuk penghormatan tertinggi kepada Allah SWT, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa keselamatan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Berikut adalah detail bacaannya:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Arab Latin: At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Perbedaan Doa Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir
Bila ditinjau secara saksama, struktur dasar kalimat pada bacaan tahiyat awal dan akhir memiliki banyak kemiripan yang mutlak. Letak perbedaan paling esensial berada pada penambahan selawat Ibrahimiyah di bagian akhir sebelum salam, serta posisi duduknya.
Pada tahiyat akhir, posisi duduk yang diterapkan adalah tawarruk (pantat menyentuh lantai dengan kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan). Dari segi bacaan, mengutip kembali dari buku karya Fajar Kurnianto, lafal tahiyat akhir ditambahkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, serta selawat kepada Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمّدْ وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
Arab Latin Tahiyat Akhir: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah. Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam."
(hnh/lus)

Komentar Terbanyak
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Kisah Keajaiban Sedekah 6 Dirham Sayyidina Ali Dibalas 50 Kali Lipat