Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juni 2026. Artinya, puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram jatuh pada 25 Juni 2026.
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura. Perintah dan anjuran ini bersandar pada hadits Rasulullah SAW yang shahih. Dalam sebuah riwayat disebutkan:
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu." (HR Bukhari dan Muslim)
Bukan tanpa alasan Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk melaksanakan puasa Asyura. Ada hikmah di balik anjuran tersebut.
Ibadah ini memiliki keutamaan yang besar jika dilaksanakan. Menurut buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha, bagi siapa yang menjalani puasa Asyura akan dihapuskan dosa-dosanya selama satu tahun belakang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, ia berkata,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Artinya: "Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, "Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
Doa Buka Puasa Asyura
Dalam memanjatkan doa berbuka, terdapat beberapa versi lafaz yang bersumber dari hadits-hadits Rasulullah SAW. Merujuk pada kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, berikut adalah bacaan doa buka puasa Asyura yang bisa diamalkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
Sunnah-sunnah Saat Berbuka Puasa
Agar ibadah puasa Asyura mendatangkan pahala yang lebih sempurna, jangan lewatkan untuk mengamalkan beberapa sunnah Rasulullah SAW berikut saat waktu berbuka tiba:
1. Menyegerakan Berbuka
Umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka jika azan Maghrib telah berkumandang. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW:
"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka." (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)
2. Memanfaatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Saat berbuka adalah salah satu waktu paling mustajab di mana doa-doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Menukil buku Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa'il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani yang diterjemahkan oleh Andi Muhammad Syahrir, Abdullah bin Amru bin Al Ashr RA mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka: doa yang tidak akan ditolak." (HR Ibnu Majah, disahihkan oleh Al-Bushiri dan dinyatakan hasan oleh Ibnu Asakir)
3. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih
Disunnahkan membatalkan puasa dengan mengonsumsi kurma basah (ruthab), kurma kering (tamr), atau air putih secara bertahap sebelum melaksanakan salat Maghrib.
"Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah sebelum salat, bila tidak ada (beliau berbuka) dengan kurma kering dan bila tidak ada beliau berbuka dengan seteguk air." (HR Abu Dawud, Hakim, dan Daruquthni)

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup