Tim pakar internasional kembali meneliti Durupinar, formasi berbentuk kapal, di Turki untuk membuktikan apakah struktur geologis itu terbentuk secara alami atau buatan manusia. Mereka telah menemukan "sesuatu tak biasa" di bawahnya.
Dilansir Geo News, pemindaian radar dilaporkan telah mendeteksi garis lurus, persimpangan siku-siku, dan ruangan besar di bawah tanah yang diyakini para peneliti sebagai koridor atau ruangan.
Peneliti Amerika dan pendiri Noah's Ark Scans yang telah menghabiskan hampir tiga dekade untuk menyelidiki Durupinar di Turki timur, Andrew Jones, mengatakan penelitian terbaru telah "100 persen mengonfirmasi" bahwa situs tersebut buatan manusia. Namun, klaim itu belum dibuktikan secara independen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Penggalangan Dana dan Pemasaran proyek tersebut, Lauren E. Witzke, turut mengatakan para ilmuwan memastikan bahwa formasi ini 100 persen bukan formasi geologis alami.
"Mereka menyatakan--dan saya mengutip--bahwa ini adalah 'objek buatan manusia' (seorang ilmuwan agnostik bahkan berpendapat bahwa ini mungkin sebuah pesawat luar angkasa? haha)," tulis Witzke dalam unggahannya di Facebook.
Witzke mengatakan tak ada batuan dasar yang terdeteksi, bahkan pemindaian paling canggih pun tidak menemukannya.
"Argumen utama kaum skeptis (yang belum pernah mengunjungi lokasi tersebut) adalah klaim bahwa formasi itu merupakan batuan dasar; namun, kami dapat memastikan tanpa keraguan bahwa anggapan itu salah," ujarnya.
Peneliti belum menemukan kapal kayu dan saat ini belum ada studi yang ditinjau oleh rekan sejawat yang menunjukkan fitur bawah tanah tersebut dibangun oleh manusia. Jadi, mereka akan menggali lebih dalam.
Tim yang dipimpin arkeolog Cenker Atila telah mengumpulkan sekitar 1.000 sampel tanah dari 150 lokasi dan memulai pengeboran inti di situs tersebut. Mereka berencana menggunakan robot khusus bernama Gopher untuk menyusuri ruang-ruang bawah formasi tersebut. Robot ini akan merekam video dan mengumpulkan sampel dari tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau peneliti dengan aman.
Durupinar telah menarik para pemburu Bahtera Nuh sejak pertama kali diidentifikasi dalam foto udara pada 1959. Formasi unik sepanjang 160 meter ini mendekati dimensi yang digambarkan dalam Alkitab tentang Bahtera Nuh.
Kisah kapal Nabi Nuh AS juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Kisah ini tentang banjir dahsyat yang menimpa kaum Nabi Nuh AS, sementara Nabi Nuh AS dan pengikutnya yang beriman selamat dari azab tersebut karena masuk kapal besar. Pembuatan kapal ini dilakukan Nabi Nuh AS atas perintah Allah SWT.
