Doa I'tidal: Arab, Latin dan Artinya

Doa I'tidal: Arab, Latin dan Artinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 21 Jun 2026 14:00 WIB
Ribuan umat Islam memadati Masjid Agung Al Azhar untuk melaksanakan Salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).

Sejak pagi hari, jemaah telah berdatangan dan memenuhi area dalam masjid hingga meluas ke halaman, bahkan hingga ke luar kawasan. Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan khusyuk di bawah cuaca yang cerah.
Ilustrasi I'tidal (Foto: Gilang Faturahman/detikfoto)
Jakarta -

Dalam ibadah salat, setiap gerakan dan bacaan memiliki makna serta hukum tersendiri yang wajib dipahami oleh setiap muslim. Salah satu gerakan penting yang tidak boleh terlewatkan adalah i'tidal.

I'tidal adalah bagian dari rangkaian salat. Ia berupa gerakan bangun dari ruku' dengan cara berdiri tegak dengan sempurna.

Boleh dengan mengangkat kedua tangan, boleh tidak. Karena sebagian sahabat kadang meninggalkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini sebagaimana riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, beliau kadang tidak mengangkat tangan saat i'tidal. Mengutip buku Tafsir Shalat oleh Ammi Nur Baits, Imam Mujahid bercerita,

صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَلَمْ يَكُنْ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِلَّا فِي التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى مِنَ الصَّلَاةِ

ADVERTISEMENT

Artinya: "Aku pernah salat bermakmum kepada Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, beliau tidak mengangkat kedua tangannya kecuali saat takbiratul ihram." (HR. Ath Thahawi dalam Syarh Ma'anil Atsar, 1357, dengan sanad yang shahih).

Bacaan I'tidal dalam Salat

Ada 2 bacaan ketika I'tidal: bacaan tasmi' dan tahmid. Tasmi' adalah bacaan: Sami'allahu liman hamidah. Sedangkan tahmid adalah bacaan: Rabbanaa wa lakal hamdu.

Ulama berbeda pendapat mengenai hukum bacaan tasmi' dan tahmid. Sebagaimana mereka berbeda pendapat mengenai hukum takbir intiqal.

Jumhur ulama mengatakan, tasmi' dan tahmid hukumnya anjuran. Sementara madzhab hambali, dzahiriyah, serta Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa tasmi' dan tahmid hukumnya wajib.

Dan pendapat yang benar, tasmi' hukumnya wajib karena ini bagian dari kebiasaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika salat, yaitu membaca Sami'allahu liman hamidah ketika i'tidal. Semnentara kita diperintah untuk salat mengikuti cara salat nabi SAW.

Mengutip buku Seri Fiqih Kehidupan 3 Shalat karya Ahmad Sarwat, berikut bacaan doa I'tidal:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami Allahu liman hamidah.

Artinya: "Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya."

Setelah itu, gerakan i'tidal dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Latin: rabbana wa laka al-hamdu.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian".

Bacaan tahmid ini didasarkan pada hadits berikut:

"Dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi Muhammad SAW mengucapkan Sami'allahu Liman Hamidah (Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya) ketika mengangkat punggungnya dari ruku'. Kemudian ketika berdiri beliau membaca: Rabbana walakalhamdu (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian)." (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Dalam riwayat lain, ada bacaan doa i'tidal yang lebih lengkap dan disunnahkan untuk dibaca agar ibadah salat kita menjadi lebih sempurna:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbana lakal hamdu mil 'us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.

Artinya: "Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu."

Bacaan panjang tersebut juga merupakan sunnah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang bersumber dari Musnad al-Mustakhraj 'ala shahih Muslim:

"Dari Ubaid bin al-Hasan dari Abu Aufa, ia berkata bahwa Rasulullah SAW ketika mengangkat kepalanya dari ruku' mengucapkan, sami'allahu liman hamidah:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbana lakal hamdu mil 'us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du

Artinya: Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.

Wallahu a'lam.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads