Doa khotmil Qur'an merupakan doa yang dibaca setelah seseorang selesai membaca atau mengkhatamkan Al-Qur'an. Amalan ini menjadi salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menyelesaikan bacaan kitab suci.
Dalam berbagai riwayat, doa setelah khatam Al-Qur'an dianjurkan karena menjadi momen mustajab untuk memohon kebaikan. Banyak ulama juga mencontohkan bacaan doa khotmil Qur'an yang bisa diamalkan oleh umat Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Doa Khotmil Qur'an Singkat
Dikutip dari buku Lillah Sebelum Lelah karya Dwi Suwiknyo, membaca doa khatam Qur'an setelah selesai membaca Al Qur'an 30 juz merupakan amalan yang dianjurkan agar seseorang diberi keberkahan dan kebaikan melalui Al-Qur'an. Berikut ini bacaannya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكَرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلَّمَنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Arab latin: Allhummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rahmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrafannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin.
Artinya: "Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al-Qur'an. Jadikan ia imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkan kami tentang apa yang kami lupa dan ajarkan kepada kami apa yang kami jahil. Kurniakan kami untuk dapat membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang. Jadikan ia perisai kami, wahai Tuhan semesta alam."
Bacaan Doa Khotmil Qur'an Panjang
صَدَقَ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ وَصَدَقَ رَسُولُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ وَالشَّاكِرِينَ وَالْحَمْدُ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اللهُمَّ ارْزُقْنَا بِكُلِّ حَرْفٍ مِنَ الْقُرْآنِ حلاوة وبكل جزء مِنَ الْقُرْآنِ جَزاء، اللهُمَّ ارْزُقْنَا بِالْأَلِفِ أَلْقَة، وَبِالْبَاءِ بَرَكَة وَبِالتَاءِ تَوْبَةٌ. وَبِالشَّاءِ ثَوَابًا وَبِالْجِيمِ جَمَالًا، وَبِالْحَاءِ حِكْمَةُ. وَبِالْخَاءِ خَيْرًا وَبِالدَّالِ دَلِيلًا وَبِالنَّالِ ذَكَاءُ، وَبِالرَّاءِ رَحْمَةٍ. وَبِالزَّايِ زَكُوةً. وَبِالسَيْنِ سَعَادَةُ. وَبِالشَّيْنِ شِفَاء . وَبِالصَّادِ صِدْقًا. وَبِالصَّادِ ضِيَاء وَبِالطَّاءِ طَرَاوَةً. وَبِالظَّاءِ ظَفَرًا وَبِالْعَيْنِ عِلْمًا. وَبِالْغَيْنِ عَنِّى وَبِالْفَاءِ فَلَاحًا. وَبِالْقَافِ قُرْبَةٌ. وَبِالْكَافِ كَرَامَةً. وَبِاللَّامِ لُطْفًا، وَبِالْمِيمِ مَوْعِظَةً. وَبِالنُّونِ نُورًا وَبِالْوَاءِ وُصْلَةٌ. وَبِالْهَاءِ هِدَايَةً. وَبِالْيَاءِ يَقِينَا اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَارْفَعْنَا بِالْآيَاتِ وَالذِكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلْ مِنَّا قِرَانَتَنَا
Arab latin: Shadaqallaahul 'aliyyul 'azhiim. Wa shadaqa rasuuluhun nabiyyul kariim. Wa nahnu 'alaa dzaalika minasy syaahidin wasy syaakirin. Walhamdulillahi rabbil 'aalamiin. Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim. Allaahummar zuqnaa bi-kulli harfin minal qur'aani halaawatan. Wa bikulli juz-in minal qur'aani jazaa-an. Allahummar zuqnaa bil alifi ulfatan. Wa bil baa-i barakatan. Wa bit taa-i taubatan. Wa bits tsaa-i tsawaaban wa bil jiimi jamaalan. Wa bil haa-i hikmatan wa bil khaa-i khairan wa bid daali daliilan. Wa bidz dzaali dzakaa-an. Wa bir raa-i rahmatan wa biz zaayi zakaatan wa bis siini sa'aadatan. Wa bisy syiini syifaa-an wa bish shaadi shidqan wa bidh dhaa-i dhiyaa-an wa bith thaa-i tharaawatan. Wa bizh zhaa-i zhafaran wa bil 'aini ilman wa bil ghaini ghinan wa bil faa-i falaahan wa bil qaafi qurbatan wa bil kaafi karaamatan wa bil laami luthfan wa bil miimi mau'izhatan. Wa bin nuuni nuuran wa bil waawi wushlatan wa bil haa-i hidaayatan wa bil yaa-l yaqiinan. Allahumman fa'na bil qur'aanil 'azhiimi war fa'naa bil aayaati wadz dzikril hakiimi wa taqabbal qiraa-atana.
Artinya: "Mahabenar Allah yang Mahatinggi dan Maha Agung. Dan Mahabenar utusan Allah. Nabi yang mulia. Kami termasuk orang-orang yang bersaksi dan bersyukur atas kemahabenaran Allah dan utusan-Nya. Segala puji milik Allah, Penguasa semesta alam. Wahai Tuhan kami, terimalah (bacaan Al-Qur'an) dari kami. Karena sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Berilah kami rezeki berupa manisnya hidup dengan setiap huruf dari Al-Qur'an. Dan balasan yang indah dari setiap juz Al-Qur'an. Ya Allah berilah kami rezeki berupa kelembutan dengan huruf alif. Berkah hidup dengan huruf ba'. Taubat dengan huruf ta'. Pahala dengan huruf tsa'. Keindahan dengan huruf jim. Kebijaksanaan dengan huruf ha', kebaikan dengan huruf kha'. Petunjuk dengan huruf dal. Kecerdasan dengan huruf dzal. Kasih sayang dengan huruf ra'. Kesucian jiwa dengan huruf zay. Kebahagiaan dengan huruf sin. Kesembuhan dengan huruf syin. Kejujuran dengan huruf shad. Cahaya hidup dengan huruf dhad. Kesantunan dengan huruf tha'. Prestasi dengan huruf zha'. Ilmu pengetahuan dengan huruf 'ain. Kekayaan dengan huruf ghain. Kemakmuran dengan huruf fa'. Kedekatan dengan Allah dengan huruf qaf. Kemuliaan dengan huruf kaf. Keramahan dengan huruf lam. Peringatan dengan huruf mim. Bias cahaya dengan huruf nun. Koneksi/hubungan baik dengan huruf wawu. Petunjuk dengan huruf ha'. Dan keyakinan dengan huruf ya'. Ya Allah, berikan kami manfaat Al-Qur'an yang agung. Angkat setinggi-tingginya reputasi dan prestasi kami dengan ayat-ayat dan zikir yang kokoh. Dan terimalah bacaan kami."
Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Dalam buku Al-Qur'an sebagai Sumber Hukum karya Alik Al Adhim terdapat hadits yang menerangkan berbagai keutamaan membaca Al-Qur'an. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim berikut:
"Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat, orang mukmin yang tak suka membaca Al-Qur'an seperti buah kurma, baunya tidak begitu harum, tapi rasanya manis, orang munafik yang membaca Al-Qur'an ibarat sekuntum bunga, berbau harum, tetapi pahit rasanya, dan orang munafik yang tidak suka membaca Al-Qur'an tak ubahnya buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits lain juga menegaskan keutamaan membaca Al-Qur'an:
"Kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah ibadah, membaca Al-Qur'an secara bergiliran dan mengajarkannya terhadap sesamanya, akan turunlah kepadanya ketenangan dan ketenteraman, akan terlimpah kepadanya rahmat dan mereka akan dijaga malaikat, juga Allah akan selalu mengingat mereka." (HR Muslim)
Membaca Al-Qur'an juga memberikan keberkahan tersendiri bagi lingkungan sekitar, termasuk menerangi rumah tempat Al-Qur'an dibacakan. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Baihaqi dari Anas RA:
"Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan salat dan dengan membaca Al-Qur'an." (HR Baihaqi)
Selain itu, keutamaan membaca Al-Qur'an juga terlihat dari besarnya pahala yang diberikan. Ali bin Abi Thalib RA menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca memiliki nilai kebaikan yang berbeda tergantung situasinya.
Membaca Al-Qur'an dalam salat mendapatkan pahala lima puluh kebaikan untuk setiap huruf. Jika dibaca di luar salat dalam keadaan berwudu, maka memperoleh dua puluh lima kebaikan per huruf. Sementara itu, jika dibaca di luar salat tanpa berwudu, tetap mendapatkan sepuluh kebaikan untuk setiap huruf yang dilafalkan.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi