11 Doa yang Paling Disukai Rasulullah, Termasuk Doa yang Mustajab

11 Doa yang Paling Disukai Rasulullah, Termasuk Doa yang Mustajab

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 23 Mar 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi berdoa (Foto: Masjid Maba/Unsplash)
Jakarta -

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar senantiasa berdoa kepada Allah SAW dalam berbagai keadaan. Menurut para ulama fikih, berdasarkan sejumlah riwayat, ada beberapa doa yang disukai oleh Rasulullah karena beliau sering membacanya dan disebut juga sebagai doa-doa yang mustajab.

Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah 2 menjelaskan bahwa doa-doa yang disukai Nabi SAW adalah doa-doa yang padat dan ringkas.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata "Nabi saw. menyukai doa-doa yang padat ringkas dan meninggalkan doa-doa yang tidak seperti itu."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip sumber tersebut, berikut doa-doa yang paling disukai Rasulullah SAW.

Kumpulan Doa yang Disukai dan Paling Sering Dibaca Rasulullah

1. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النار.

ADVERTISEMENT

Allahumma rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adzaban når.

Artinya: "Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka."

Doa ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas RA, ia berkata:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Doa yang sering dibaca oleh Nabi saw. adalah, 'Allahumma rabbana atina fid dun-ya hasanah wafii akhirati hasanah waqina adzaban nar. (Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat juga kebaikan dan peliharalah kami dari azab neraka).'"

Selain itu, di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya ia berkata, "Rasulullah SAW pergi menjenguk salah seorang laki-laki muslim yang badannya telah kurus kering, tak ubahnya bagai anak burung. Rasulullah saw. bersabda kepadanya, 'Apakah engkau berdoa atau memohon sesuatu kepada Allah?' Ujarnya, 'Memang aku membaca, 'Ya Allah, azab yang akan ditimpakan kepadaku di akhirat sebagai hukuman, mohon Engkau segerakan di dunia ini.' Maka sabda Rasulullah saw., 'Subhanallah, engkau takkan tahan atau mampu menderita darinya. Mengapa tidak diucapkan saja, 'Allahumma atina fid dun-ya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzaban nar.'"

2. Doa Memohon Segala Kebaikan dan Berlindung dari Segala Keburukan

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ منَ الشَّرِّركُلِّه مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعلم.

Allahumma inni as aluka minal-khairi kullihi må 'alimtu minhu wa mâ lam a'lam, wa a'udzu bi-ka minsy-syarri kullihi mà alimtu minhu wa må lam alam

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan, baik kebaikan yang aku ketahui maupun kebaikan yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, baik keburukan yang aku ketahui maupun kebaikan yang tidak aku ketahui." (HR Abu Dawud)

Doa ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad An-Nasai bahwa Sa'ad mendengar putranya berdoa ""Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, kamar-kamarnya, dan ini serta itu. Aku berlindung kepada-Mu dari neraka, dari belenggu dan rantai-rantainya" Maka kata Sa'ad, "Sungguh, banyak sekali permintaanmu kepada Allah, dan tidak sedikit bencana yang engkau minta dihindarkan-Nya darimu. Dan aku dengar Rasulullah SAW bersabda, 'Nanti akan muncul satu golongan yang berlebih-lebihan dalam berdoa! Cukuplah apabila engkau ucapkan, 'Allahumma inni as-aluka minal khairi kullihi, ma 'alimtu minhu wama lam a'lam, wa a'udzu bika minasy syarri kullihi, ma 'alimtu minhu wamalam a'lam. (Ya Allah, aku mohon kebaikan itu seluruhnya, baik yang telah kuketahui maupun yang belum aku ketahui. Aku berlindung dari kejahatan itu, baik yang telah kuketahui maupun yang belum kuketahui).'"

3. Doa Meminta Petunjuk, Pertolongan Allah, dan Dijauhkan dari Dendam

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa di antara doa yang sering dibaca Nabi SAW yaitu,

رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ وَاهْدِنِي وَيَسِّر الهُدَى لي وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَارًا لَكَ ذَكَارًا لَكَ رَهَّابًا لَكَ مِطْوَاعًا لَكَ تُحْبَنَا أَوَّاهَا إِلَيْكَ مُسَيَّا رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي وَاغْسِلْ حَوْبَتِي وَأَحِبْ دَعْوَتِي وَثَبِّتْ حُجَّنِي وَسَدِّدْ لِسَانِي وَاهْدِ قَلِي وَاسْلُلْ سَحَيْمَةَ صَدْرِي.

Rabbi a inni wa la tu'in 'alaiyya wanshurni wa lâ tanshur 'alaiyya, wa- mkur li wa la tamkur alaiyya wa-hdini wa yassir al-huda li wanshurni ala man baga alayya, rabbij'alni la ka syakkaran la-ka dzakkaran, la-ka rahhaban, laka mithwa'an, la-ka mukhbitan awwahan, ilaika muniban, rabbi taqabbal taubati wa-gsil haubati, wa ajib da'wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wa-hdi qalbi wa-slul skhimata shadri

Artinya: "Ya Tuhan, tolonglah aku dan janganlah Engkau buat diriku terkalahkan, buatlah diriku waspada dan jangan buat diriku terpedaya, berilah aku petunjuk, mudahkanlah petunjuk untukku, tolonglah aku dalam menghadapi orang yang berbuat aniaya terhadapku. Ya Tuhan, jadikanlah aku orang yang banyak bersyukur kepada-Mu, orang yang banyak mengingat-Mu, orang yang banyak takut kepada-Mu, orang yang banyak taat kepada-Mu, orang yang khusyuk dan banyak kembali kepada-Mu. Ya Tuhan, terimalah tobatku, basuhlah dosaku, kabulkanlah doaku, kuatkanlah hujjah-ku, benarkanlah lisanku, tunjukkanlah hatiku, dan hilangkanlah rasa dendam di dalam dadaku."

4. Doa Berlindung dari Sifat Malas, Pengecut, Kikir, dan Hati yang Tidak Khusyuk

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ القَبْرِ.
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهُ.

Latin: Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wal-harami, wa 'adzābil-qabr. Allāhumma ātī nafsī taqwāhā, wa zakkihā anta khairu man zakkāhā, anta waliyyuhā wa maulāhā.
Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'ilmin lā yanfa', wa min qalbin lā yakhsha', wa min nafsin lā tasyba', wa min du'ā'in lā yustajābu lahū.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dari usia bangka dan siksa kubur. Ya Allah, berikanlah kepada diriku sifat takwanya, bersihkanlah ia karena Engkaulah sebaik-baik yang membersihkannya. Sesungguhnya Engkaulah yang menjadi wali dan penguasanya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tak hendak khusyu, dan dari doa yang tidak diperkenankan

5. Doa Meminta Kesungguhan dalam Beribadah

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wahusni ibadatik

Artinya: Ya Allah, bantulah kami untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.

Doa ini berdasarkan hadits dari Shahih Hakim, Rasulullah SAW bersabda, "'Maukah kalian, wahai manusia bersungguh-sungguh dalam berdoa?', Mereka menjawab 'Mau ya Rasulullah', Nabi SAW bersabda 'Ucapkanlah Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wahusni ibadatik."

6. Doa agar Diteguhkan Hati dalam Agama

Menurut riwayat Ahmad, Nabi SAW berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
وَالْمِيزَانُ بِيَدِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، يَرْفَعُ أَقْوَامًا وَيَضَعُ آخَرِينَ.

Latin: Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik. Wal mizanu biyadirrahmani 'azza wa jalla yarfa'u aqwaman wayadha'u akharin.

Artinya: Ya Tuhan yang membolak-balik hati manusia. Teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu, sedangkan neraca timbangan itu di tangan Tuhan Yang Pengasih. Allahlah memuliakan suatu bangsa dan merendahkan bangsa-bangsa lainnya).'"

7. Doa Berlindung dari Lenyapnya Nikmat dan Keselamatan

Dari Ibnu Umar r.a. Rasulullah SAW membaca doa berikut,

وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Arab latin: Allahumma inni a'udzu bika min zawali ni'matika, watahawwuli 'afiyatika, wafujaati niqmatika, wajami'i sakhatika.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, beralihnya penyelamatan-Mu, mendadaknya siksa-Mu dan meratanya amarah murka-Mu)."

8. Doa agar Diberi Ilmu yang Bermanfaat

Doa berikutnya yang sering dibaca Rasulullah SAW yaitu diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW membaca doa berikut.

وروى الترمذي أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ

Arab latin: Allahummanfa'ni bima 'allamtani, wa 'allimni ma yanfa'uni, wazidni 'ilma, walhamdulillahi 'ala kulli hal, wa a'udzu billahi min hali ahlin nar.

Artinya: Ya Allah, berilah aku manfaat dari apa-apa yang Engkau ajarkan dan ajarkanlah kepadaku apa-apa yang memberi manfaat, serta tambahkanlah ilmuku, dan segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimana pun. Aku berlindung kepada-Nya dari nasib penghuni neraka.

9. Doa agar Terbebas dari Utang dan Kemiskinan

Diriwayatkan oleh Muslim bahwa Fathimah datang kepada Nabi SAW meminta pembantu. Nabi SAW kemudian mengajarkan kepadanya doa berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ، وَأَغْنِنِي مِنَ الْفَقْرِ

Arab-Latin: Allāhumma rabba as-samāwāti as-sab'i, wa rabbil'arsyil-'aẓīm, rabbanā wa rabba kulli syai', munzilat-Tawrāti wal-Injīli wal-Qur'ān, fāliqal-ḥabbi wan-nawā, a'ūdzu bika min syarri kulli syai'in anta ākhidzun bināṣiyatih,

Allāhumma antal-awwalu falaysa qablaka syai', wa antal-ākhiru falaysa ba'daka syai', wa antaẓ-ẓāhiru falaysa fawqaka syai', wa antal-bāṭinu falaysa dūnaka syai', iqḍi 'annī ad-dayn, wa aghninī mina al-faqr.

Artinya: Ya Allah, Tuhan dari langit yang tujuh. Tuhan Arsy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan dari segala sesuatu yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Pembelah biji dan Penumbuh benih. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana apa pun. Engkaulah pemegang ubun-ubun-nya. Engkau Yang Awal, maka tak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkau Yang Akhir hingga tak ada suatu pun sesudah-Mu. Engkau Yang Zahir, maka tak ada suatu pun di luar-Mu. Engkau Yang Batin hingga tak ada suatu pun di dalam-Mu! Bayarkanlah utangku ya Tuhan dan bebaskanlah aku dari kemiskinan.

10. Doa Meminta Petunjuk, Ketakwaan, dan Kekayaan

Masih diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ini kepada Fathimah RA:

للَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Arab latin: Allahumma inni as-alukal huda wattuqaa, wal 'afaafa walghina.

Artinya: Ya Allah, aku mohon kepada-Mu petunjuk dan ketakwaan, mencukupkan yang ada dan menjadi kaya.

11. Doa Penutup Majelis

Diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Tirmidzi yang menyatakannya hasan, juga oleh Hakim bahwa Rasulullah SAW jarang sekali bangkit dari majelis pertemuan sebelum membacakan doa bagi sahabat beliau berikut ini.

هُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا.

Arab latin: Allahummaqsim lana min khasyyatika ma tahulu bihi bainana wabaina ma'shiyatik, wamin tha'atika ma tuballighuna bihi jannatak, wamin al yaqin ma tuhawwinu bihi 'alaina masha-ibid dunya, wamat'ti'na bi-asma'ina, wa absharina, wa quwwatina ma ahyaitana, waj'alhu waritsa minna, waj'al tsa'rana 'ala man zhalamana, wanshurna 'ala man 'adana, wala taj'al mushibatana fi dinina, wala taj'alid dunya akbara hammina, wala mablagha 'ilmina, wala tusallith 'alaina man la yarhamuna.

Artinya: Ya Allah, bagilah kami dari rasa takut kami kepada-Mu apa yang dapat menghindarkan kami dari berbuat maksiat kepada-Mu dan dari menaati-Mu apa yang dapat mengantarkan kami kepada surga-Mu, dan dari keyakinan kami apa yang dapat meringankan kami dari cobaan-cobaan dunia. Berilah kami kesenangan dengan pendengaran dan penglihatan kami, begitu juga dengan kekuatan kami selagi hayat dikandung badan, dan begitu pula halnya bagi orang yang mewarisi kami. Dan belalah kami terhadap orang-orang yang telah menganiaya kami, serta bantulah kami terhadap musuh-musuh kami. Dan janganlah kami menerima cobaan mengenai agama kami, janganlah pula dunia itu menjadi tumpuan harapan kami, atau batas ilmu pengetahuan kami, serta janganlah yang akan mengendalikan pemerintahan kami itu adalah orang-orang yang tidak menaruh rasa kasih sayang kepada kami."




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads