Terdapat satu amalan yang dapat umat Islam kerjakan ketika memasuki bulan Syawal. Ibadah ini dikaitkan dengan perayaan hari raya, yaitu sholat Idul Fitri. Lantas, bagaimana hukum sholat Idul Fitri menurut Islam? Apakah umat Islam wajib melaksanakan ibadah tersebut?
Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum, waktu, tempat, serta doa dan tata cara sholat Idul Fitri yang sesuai dengan tuntunan.
Hukum Sholat Idul Fitri
Dijelaskan dalam buku Panduan Sholat Rosulullah oleh Imam Abu Wafa, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait hukum pelaksanaan sholat Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa sholat Ied termasuk Idul Fitri, hukumnya wajib bagi setiap individu muslim. Sementara itu, ulama madzhab Syafi'i dan Maliki berpendapat, bahwa sholat Idul fitri hukumnya sunnah muakkad.
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
Masih dari sumber sebelumnya, ulama madzhab Maliki, Hambali, dan Hanafi, mengatakan bahwa waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak hingga matahari condong ke arah Barat (waktu zawal) atau seperempat jam setelah matahari terbit.
Pelaksanaan sholat Idul Fitri disunnahkan untuk diperlambat, hal ini dilakukan agar umat Islam memiliki waktu yang lebih leluasa untuk membayar zakat fitrah.
Tempat Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri disunnahkan untuk dilaksanakan di tanah lapang dari pada tempat lainnya, terkecuali jika ada sebab tertentu yang mengharuskan sholat Idul Fitri dikerjakan di selain tanah lapang.
Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dari Abi Said al-Hudzri:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha ke tanah lapang " (HR Bukhari dan an-Nasai)
Doa dan Tata Cara Sholat Idul Fitri
Dinukil dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari oleh KH Muhammad Habibillah, berikut doa dan tata cara sholat Idul Fitri yang lengkap:
- Membaca niat sholat Idul Fitri
- Membaca doa iftitah
- Kemudian dilanjut dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali. Masing-masing takbir dipisah dengan membaca doa berikut:
سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah dalam Al-Qur'an. Dianjurkan membaca surah Qaf, Al-Qamar, Al-A'la, dan Al-Ghasiyah
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit untuk melakukan rakaat kedua
- Takbir dilakukan sebanyak lima kali dengan cara yang sama seperti rakaat pertama
- Sholat diakhiri dengan tasyahud dan salam
- Setelah selesai sholat, dilanjut dengan mendengar dua khutbah
Doa setelah Sholat Idul Fitri
detikHikmah tidak menemukan doa khusus yang dicontohkan Rasulullah SAW setelah selesai melaksanakan sholat Idul Fitri. Meski begitu, umat Islam dapat memperbanyak takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid sebelum mendengarkan khutbah.
Dinukil dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan oleh Deni Lesmana, berikut bacaan doanya:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً - لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلا نَعْبُدُ اَلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَآ إِل إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبِدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ . اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar kabiiran walhamdulillaahi katsiiraan, wa subhaanallaahi bukrataw-wa ashillaan. Laa-ilaaha illallaahu walla na'budu alla iyyaahu mukhlishiina lahuddina walawkarihal-kaafiruuna laa ilaaha illal-llahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wanashara abdahu, wa a'azza jundahu, wahazamal-ahzaaba wahdahu. Laa-ilaaha illallahu. Akbar allahu akbar walillahil hamdu.
Artinya: "Allah maha besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dengan keesaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq, dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
MUI Kecam Pimpinan Ponpes di Pati yang Perkosa Santriwati: Perbuatan Terkutuk!