Doa Perjalanan Jauh agar Selamat, Lengkap dengan Adabnya

Doa Perjalanan Jauh agar Selamat, Lengkap dengan Adabnya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Jumat, 06 Feb 2026 08:45 WIB
Doa Perjalanan Jauh agar Selamat, Lengkap dengan Adabnya
Foto: Getty Images/ferlistockphoto
Jakarta -

Perjalanan jauh sering diwarnai berbagai risiko dan ketidakpastian, baik secara fisik maupun lingkungan. Dalam tradisi Islam, umat Islam dianjurkan untuk memohon keselamatan dan kelancaran sebelum berangkat, sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Doa perjalanan jauh menjadi sarana untuk memohon perlindungan Allah dari bahaya, kecelakaan, atau gangguan di sepanjang perjalanan.

Dengan membaca doa ini, seorang muslim dapat menempuh perjalanan dengan rasa tenang dan keyakinan bahwa setiap langkahnya berada dalam penjagaan Sang Pencipta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa-doa Perjalanan Jauh

Berikut kumpulan doa perjalanan jauh yang bisa diamalkan agar perjalanan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

1. Doa Perjalanan Jauh Rasulullah SAW

Berdasarkan buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah karya H. Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis menuturkan bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan jauh, beliau membaca doa berikut.

ADVERTISEMENT

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَمِنَ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْنِ وَمِنْ دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَمِنْ سُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ.

Latin: Allāhumma antash-shāhibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhummaṣ-ḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā. Allāhumma innī a'ūdzu bika min wa'tsā'is-safari wa kaābatil-munqalabi wa minal-ḥauri ba'dal-kauni wa min da'watil maẓlūmi wa min sū'il-manẓari fil-ahli wal-māl.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti di dalam keluarga. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan kami, dan gantilah kami dalam keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi, dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta." (HR Tirmidzi)

2. Doa Naik Kendaraan

بِسْمِ اللَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ (3 مرات)، اللَّهُ أَكْبَرُ (3 مرات)، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَكْبَرُ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Latin: Bismillāh, alhamdulillāh, subḥānal-ladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Alhamdulillāh (3x), Allāhu akbar (3x), subḥānaka Allāhumma innī akbaru ẓalamtu nafsī faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: "Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (pada Hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Mahasuci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan lihat Shahih At-Tirmidzi)

3. Doa agar Selamat dalam Perjalanan

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Latin: "Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli."

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan tempat kembali, doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan yang menyedihkan dalam keluarga dan harta." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

4. Doa Setelah Kembali dari Perjalanan

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ايبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Latin: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Āyibūna tāibūna 'ābidūna sājidūna lirabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa'dah, wa naṣara 'abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

Artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, mengabdi, bersujud dan kami memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan dengan sendiri pasukan-pasukan yang bersekutu." (HR Al-Bukhari-Muslim dari Ibnu Umar)

Adab Setelah Pulang dari Perjalanan

Dikutip dari buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan, terdapat beberapa adab yang dianjurkan ketika kembali dari perjalanan.

1. Setelah tiba di kampung halaman, dianjurkan untuk membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِهَا قَرَارًا وَرِزْقًا حَسَنًا

Latin: Allāhumma'j'alnā bihā qarāran wa rizqan ḥasanā.

Artinya: "Ya Allah, jadikan untuk kami ketetapan dan ketenangan di dalamnya, dan berilah kami rezeki yang baik."

2. Pastikan telah menunaikan salat fardhu. Jika belum, sebaiknya segera dikerjakan dan tidak menundanya.

3. Disarankan untuk melaksanakan salat Awwabin (salat bagi orang yang kembali) atau melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT.

4. Memperbanyak taubat dan istigfar atas kesalahan yang mungkin terjadi selama perjalanan.

5. Membaca doa-doa sebagaimana yang telah dicontohkan dalam ajaran Islam.

6. Sebaiknya tidak langsung tidur sebelum melaksanakan amal saleh sebagai bentuk syukur atas keselamatan selama bepergian.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads