Bacaan Doa Antara Dua Khutbah Jumat Terakhir Rajab yang Dianjurkan

Bacaan Doa Antara Dua Khutbah Jumat Terakhir Rajab yang Dianjurkan

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 16 Jan 2026 10:00 WIB
Bacaan Doa Antara Dua Khutbah Jumat Terakhir Rajab yang Dianjurkan
Ilustrasi khutbah Jumat (Foto: ibrahim abdullah/Unsplash)
Jakarta -

Membaca doa di antara dua khutbah Jumat menjadi momen mustajab bagi muslim. Hal ini diterangkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Sesungguhnya di hari Jumat ada suatu waktu, apabila seorang muslim melaksanakan salat dan memohon sesuatu kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkan permohonannya." (HR Bukhari dan Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah sendiri jadi salah satu syarat sah salat Jumat menurut kesepakatan ulama. Menurut kitab Al-Fiqh 'ala Al-madzahib al-Khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah terjemahan Masykur dkk, Imam Syafi'i berpendapat dua khutbah Jumat harus berisi pujian kepada Allah SWT, sholawat atas Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an pada salah satu dari kedua khutbah itu.

ADVERTISEMENT

Ayat-ayat suci Al-Qur'an dikatakan lebih utama dibaca pada khutbah pertama. Sementara itu, pada khutbah kedua membaca doa-doa untuk kebaikan umat Islam.

Lantas, bagaimana dengan Jumat terakhir Rajab? Seperti diketahui, Jumat 16 Januari 2026 jadi Jumat terakhir bulan Rajab karena bertepatan dengan 27 Rajab. Waktu ini diyakini memiliki keutamaan tersendiri, terkait mustajabnya doa.

Adakah Doa Antara Dua Khutbah Jumat Terakhir Rajab?

Doa antara dua khutbah Jumat terakhir Rajab yang dianjurkan adalah Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah. Dikutip dari NU Online, anjuran membaca doa ini pada Jumat terakhir Rajab masyhur di kalangan ulama dan habaib, salah satunya Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri yang merupakan ulama asal Yaman.

Doa ini bisa dibaca 35 kali ketika khatib menyampaikan khutbah Jumat yang kedua. Keutamaan mengamalkan doa ini agar uang yang kita miliki di sepanjang tahun tidak habis dan cukup memenuhi segala kebutuhan.

Terkait amalan doa tersebut dituliskan dalam kitab Kanzun Najah wa Surur susunan Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad. Berikut keterangannya,

وَمِنْ فَوَائِدِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ اَلْأَجْهُوْرِيِّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى كَمَا فِيْ تَرْجَمَتِهِ بِخُلَاصَةِ الْأَثَرِ أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ ( خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً ) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ

Artinya: Diantara fawaid (nasehat-nasehat) Syeikh Ali Al-Ajhuri r.a sebagaimana yang tertera didalam terjemah beliau dalam kitab Khulashotil Atsar, Sesungguhnya barang siapa pada akhir Jum'at bulan Rajab, saat Khatib berada di atas mimbar membaca "Ahmadu Rasulullah Muhammadun Rasulullah" 35 kali maka tidak terputus dirham dari tangannya dalam setahun itu [Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad, Kanzun Najah Wa Surur, Hal 147-148, Darul Hawi, Dar As-Sanabil].

Buya Yahya melalui ceramahnya mengatakan doa di antara dua khutbah pada Jumat terakhir Rajab memang ada anjurannya. Muslim bisa membaca doa apa saja, tapi ia menganjurkan pengamalan Sayyidul Istighfar pada momen tersebut.

"Dianjurkan di antara dua khutbah itu berdoa apa saja, karena itu saat dikabulnya doa. Namun, sebagian ulama menyarankan untuk membaca doa Sayyidul Istighfar," katanya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Selain itu, Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitabnya al-Fatawi-al-Fiqhiyyah al-Kubra menyatakan berdoa di antara dua khutbah Jumat memang dianjurkan karena termasuk momen mustajab. Berikut bunyi keterangannya yang dikutip dari NU Online,

"Dan dapat diambil kesimpulan dari statemen al-Qadli Husain bahwa sunnah bagi hadirin jemaah Jumat adalah menyibukan diri dengan berdoa saat duduknya khatib di antara dua khutbah, sebab telah dinyatakan bahwa berdoa pada waktu tersebut diijabah. Saat mereka berdoa, yang lebih utama adalah dibaca dengan pelan, sebab membaca dengan keras dapat mengganggu jamaah Jumat yang lain dan karena membaca dengan suara pelan adalah cara yang lebih utama dalam berdoa kecuali terdapat kondisi baru datang yang menuntut dibaca dengan keras."

Doa Antara Dua Khutbah Jumat Terakhir Rajab yang Dianjurkan

1. Doa Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللَّهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله

Ahmadu Rasulullahi Muhammadu Rasulullah

Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah."

2. Doa Sayyidul Istighfar

Berikut bacaan Sayyidul Istighfar yang dinukil dari kitab Shahih Adabul Mufrad Imam Bukhari.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta

Artinya:"Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR Bukhari)

Itulah bacaan doa di antara dua khutbah Jumat terakhir Rajab. Jangan lupa diamalkan ya!




(aeb/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads