10 Kultum tentang Isra Mi'raj yang Singkat dan Penuh Makna

10 Kultum tentang Isra Mi'raj yang Singkat dan Penuh Makna

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 15 Jan 2026 18:00 WIB
10 Kultum tentang Isra Miraj yang Singkat dan Penuh Makna
Isra Miraj (Foto: Getty Images/wongmbatuloyo)
Jakarta -

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali merenungi keimanan serta lebih rutin lagi melakukan ibadah wajib maupun sunnah.

Pada tahun 2026, Isra Mi'raj diperingati pada Jumat, 16 Januari, bertepatan dengan 27 Rajab dalam kalender Hijriah.

Peristiwa agung ini mengingatkan umat Islam akan perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, sekaligus menjadi momen diturunkannya perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam menyambut Isra Mi'raj, berbagai kegiatan keagamaan biasanya diselenggarakan, seperti pengajian, tausiyah, hingga ceramah singkat atau kultum.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kultum merupakan singkatan dari kuliah tujuh menit, yaitu ceramah agama berdurasi tujuh menit yang umumnya disampaikan setelah salat berjemaah atau menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan.

ADVERTISEMENT

Untuk membantu penyampaian pesan keagamaan yang ringkas, jelas, dan bermakna, berikut disajikan 10 kultum tentang Isra Mi'raj yang singkat dan penuh makna Islami sebagai referensi ceramah di masjid, sekolah, maupun majelis taklim.

Contoh Kultum tentang Isra Mi'raj yang Singkat dan Penuh Makna Islami

1. Kultum Makna Perjalanan Isra Mi'raj

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Jemaah yang dirahmati Allah,
Peristiwa Isra Mi'raj mengajarkan kita tentang ibadah yang sangat penting, yaitu salat. Salat bukanlah ibadah biasa. Perintahnya diterima Rasulullah SAW secara langsung dari Allah SWT, tanpa perantara malaikat.

Perintah salat juga tidak turun di bumi, seperti ibadah lainnya. Rasulullah SAW menerimanya saat beliau diangkat ke langit. Ini menunjukkan betapa mulianya salat di sisi Allah.

Awalnya, salat diwajibkan sebanyak 50 waktu dalam sehari. Namun, karena rahmat Allah dan permohonan Rasulullah SAW, kewajiban itu diringankan menjadi lima waktu.

Melalui Isra Mi'raj, Allah SWT memberi jalan agar hamba-Nya selalu dekat dengan-Nya. Jika Rasulullah SAW mi'raj menghadap Allah dengan ruh dan jasad, maka umat Islam diberi salat sebagai penghubung antara hamba dan Rabb-nya.

Salat menjadi waktu terbaik untuk berdoa, mengadu, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Semoga kita semua semakin menjaga salat, tidak menunda, dan tidak melalaikannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kultum Perintah Salat Lima Waktu

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi nikmat iman dan Islam kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Jemaah yang dirahmati Allah,
Dalam peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW menerima anugerah besar berupa perintah salat lima waktu. Perintah ini menjadi tanda kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW juga diperlihatkan berbagai keadaan umatnya di masa depan. Ada gambaran tentang orang-orang yang lalai dari salat, enggan bersedekah, dan terjerumus dalam perbuatan yang dilarang, seperti riba.

Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak meremehkan salat. Salat adalah kewajiban utama yang harus dijaga, apa pun keadaan dan kesibukan kita.

Selain salat, kita juga diajarkan untuk gemar bersedekah dan menjauhi perbuatan yang diharamkan. Semua itu menjadi bekal agar kita tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.

Semoga melalui peringatan Isra Mi'raj ini, kita semakin rajin menjaga salat lima waktu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Kultum Beriman kepada Hal Gaib

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Peristiwa Isra Mi'raj merupakan kejadian luar biasa yang sulit dijangkau oleh akal manusia. Namun, sebagai seorang muslim, kita wajib mengimani dan membenarkannya sepenuh hati.

Setelah peristiwa Isra Mi'raj terjadi, Rasulullah SAW menyampaikannya kepada kaum muslimin dan masyarakat Makkah. Akan tetapi, kaum kafir Quraisy menolak mempercayainya. Bahkan Abu Lahab menjadikan kisah tersebut sebagai bahan ejekan dan olok-olokan.

Sebagian kaum muslimin pada saat itu pun sempat merasa ragu ketika mendengar penuturan Rasulullah SAW. Namun, Abu Bakar ash-Shiddiq tampil dengan penuh keyakinan. Tanpa keraguan sedikit pun, ia membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang dialami Rasulullah SAW. Karena sikap keimanannya itulah, Abu Bakar kemudian mendapat gelar As-Shiddiq, yang berarti orang yang selalu membenarkan kebenaran.

Peristiwa Isra Mi'raj menjadi ujian keimanan bagi umat Islam saat itu. Bagaimana mungkin seorang manusia melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestina, lalu dinaikkan hingga Sidratul Muntaha hanya dalam satu malam? Namun, bagi orang yang beriman, tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1.

Isra Mi'raj juga merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam. Isra berarti diperjalankan, sedangkan Mi'raj berarti dinaikkan. Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian dinaikkan hingga Sidratul Muntaha untuk diperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya.

Pada peristiwa yang agung inilah, untuk pertama kalinya Allah SWT mewajibkan salat lima waktu kepada umat Islam. Salat menjadi ibadah utama yang menjadi penghubung antara hamba dengan Rabb-nya.

Oleh karena itu, melalui peringatan Isra Mi'raj ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas salat kita. Semoga salat yang kita laksanakan setiap hari mampu memperbaiki akhlak, menenangkan hati, serta mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Kultum Keteladanan Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Pada kesempatan yang singkat ini, marilah kita merenungkan salah satu pelajaran penting dari peristiwa Isra Mi'raj, yaitu keteladanan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW adalah sosok teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Allah SWT memilih beliau sebagai hamba-Nya yang dimuliakan dengan perjalanan Isra Mi'raj, sebuah peristiwa luar biasa yang tidak pernah dialami oleh manusia mana pun selain beliau. Perjalanan ini bukan sekadar mukjizat, tetapi juga bukti kemuliaan akhlak dan ketaatan Rasulullah SAW kepada Allah SWT.

Dalam Isra Mi'raj, Rasulullah SAW diuji dengan perjalanan yang sangat menakjubkan. Namun, setelah peristiwa agung itu, beliau tidak pernah menyombongkan diri. Rasulullah SAW tetap hidup sederhana, tetap rendah hati, dan tetap menyampaikan dakwah dengan penuh kelembutan.

Padahal, setelah Isra Mi'raj, Rasulullah SAW menghadapi berbagai penolakan dan ejekan dari kaum Quraisy. Namun, beliau tetap sabar dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Inilah akhlak mulia yang patut kita teladani.

Keteladanan Rasulullah SAW juga terlihat dalam ketaatan beliau kepada Allah SWT. Perintah salat lima waktu yang diterima dalam Isra Mi'raj beliau sampaikan kepada umatnya dengan penuh tanggung jawab. Rasulullah SAW sendiri menjadi orang yang paling menjaga salatnya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Aisyah RA pernah mengatakan bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an. Artinya, seluruh perilaku beliau mencerminkan ajaran Islam yang sesungguhnya. Beliau jujur, amanah, sabar, penyayang, dan selalu mengutamakan kebaikan umatnya.

Melalui peristiwa Isra Mi'raj, dakwah Rasulullah SAW semakin dikuatkan. Namun, sikap beliau tidak berubah. Beliau tetap mengajak umat dengan hikmah, nasihat yang baik, dan keteladanan dalam perbuatan, bukan dengan paksaan.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah maupun dalam muamalah. Meneladani kesabaran beliau, keikhlasan beliau, serta ketaatan beliau kepada Allah SWT.

Semoga melalui peringatan Isra Mi'raj ini, kita tidak hanya mengenang peristiwanya, tetapi juga mencontoh akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan kita, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan diridai Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5. Kultum Ujian Keimanan Umat

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Peristiwa Isra Mi'raj merupakan salah satu ujian keimanan terbesar bagi umat Islam. Perjalanan Rasulullah SAW dalam satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, adalah peristiwa yang sulit dipahami oleh akal manusia.

Tidak semua orang pada masa itu mampu mempercayainya. Sebagian meragukan, bahkan menertawakan peristiwa Isra Mi'raj. Namun, orang-orang yang memiliki iman yang kuat tetap teguh dan yakin akan kebenaran apa yang disampaikan Rasulullah SAW.

Keimanan memang sering diuji, terutama ketika berhadapan dengan hal-hal yang berada di luar nalar. Di sinilah letak perbedaan antara iman dan keraguan. Orang yang beriman akan mendahulukan keyakinan kepada Allah SWT, meskipun akalnya belum mampu menjangkaunya.

Allah SWT menguji hamba-hamba-Nya yang dicintai. Ujian bukan tanda kebencian, melainkan sarana untuk menaikkan derajat dan memperkuat keimanan. Rasulullah SAW sendiri menghadapi ujian yang sangat berat, namun beliau tetap sabar dan istiqamah dalam berdakwah.

Para sahabat Nabi pun menunjukkan keteguhan iman mereka. Mereka setia mendampingi Rasulullah SAW, membenarkan risalah beliau, dan tidak goyah meski menghadapi ejekan serta tekanan dari kaum kafir Quraisy.

Ujian keimanan tidak hanya terjadi pada masa Rasulullah SAW. Kita pun mengalaminya di zaman sekarang. Ujian hadir dalam berbagai bentuk, seperti godaan meninggalkan ibadah, tekanan lingkungan, serta tantangan dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah kehidupan modern.

Oleh karena itu, iman harus terus dijaga dan dikuatkan, salah satunya dengan menuntut ilmu dan memperbanyak ibadah. Dengan ilmu, iman menjadi kokoh. Dengan ibadah, hati menjadi tenang dan dekat kepada Allah SWT.

Semoga peristiwa Isra Mi'raj mengingatkan kita untuk tetap menjaga keimanan, bersabar dalam menghadapi ujian, dan selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

6. Kultum Makna Adanya Masjidil Aqsa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jemaah yang dirahmati Allah SWT,
Peristiwa Isra Mi'raj dimulai dari Masjidil Haram di Makkah dan berlanjut hingga Masjidil Aqsa di Palestina. Pemilihan Masjidil Aqsa sebagai tujuan Isra bukanlah tanpa makna.

Masjidil Aqsa memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Ia adalah kiblat pertama umat Islam sebelum arah salat dipindahkan ke Ka'bah. Hal ini menunjukkan bahwa Masjidil Aqsa memiliki sejarah yang panjang dan penting dalam perjalanan agama Islam.

Dalam peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW melaksanakan salat bersama para nabi terdahulu dan menjadi imam bagi mereka. Peristiwa ini menegaskan bahwa risalah Islam merupakan kelanjutan dari ajaran para nabi sebelumnya, serta menunjukkan persatuan akidah dan tujuan dakwah.

Masjidil Aqsa juga termasuk salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Keutamaan ini menandakan bahwa Masjidil Aqsa adalah tempat yang penuh keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Melalui peristiwa Isra Mi'raj, umat Islam diingatkan untuk mencintai dan menjaga kehormatan Masjidil Aqsa. Kepedulian terhadap Masjidil Aqsa bukan hanya persoalan sejarah, tetapi juga bagian dari keimanan dan persatuan umat Islam.

Masjidil Aqsa adalah simbol persatuan umat dan pengingat bahwa umat Islam adalah satu kesatuan, meskipun berada di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, kita perlu terus mendoakan, menjaga kepedulian, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Masjidil Aqsa.

Semoga peringatan Isra Mi'raj ini semakin meneguhkan kecintaan kita kepada masjid-masjid Allah dan menguatkan persatuan umat Islam.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Kultum Hikmah Perjalanan Satu Malam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Peristiwa Isra Mi'raj terjadi hanya dalam satu malam. Hal ini menunjukkan betapa Mahakuasanya Allah SWT atas segala sesuatu. Bagi manusia, perjalanan seperti itu terasa mustahil, namun bagi Allah tidak ada yang sulit dan tidak ada yang mustahil.

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa waktu, ruang, dan jarak berada sepenuhnya dalam kehendak Allah SWT. Manusia memiliki keterbatasan akal dan kemampuan, sedangkan Allah SWT tidak dibatasi oleh apa pun.

Isra Mi'raj menjadi penguat tauhid bagi umat Islam. Kita diajak untuk meyakini bahwa Allah Maha Kuasa mengatur seluruh alam semesta. Ketika iman telah tertanam kuat, maka keterbatasan logika tidak akan menggoyahkan keyakinan kepada Allah SWT.

Melalui peristiwa ini pula, umat Islam diajarkan untuk mendahulukan iman dibandingkan sekadar mengandalkan akal. Iman menjadi landasan utama dalam menerima kebenaran wahyu dan perintah Allah SWT.

Isra Mi'raj juga mengajarkan makna kepasrahan dan ketaatan total kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menerima perintah dan ketetapan Allah dengan penuh ketaatan, tanpa ragu dan tanpa menunda.

Semoga melalui peringatan Isra Mi'raj, kita semakin memperkuat keimanan, memperdalam tauhid, dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Kultum Meneladani Keteguhan Hati dan Akhlak Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Pada kesempatan ini, mari kita sejenak mengingat peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Perjalanan mulia ini terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW.

Saat itu, beliau sedang bersedih. Orang-orang yang paling beliau cintai telah berpulang, yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah RA. Kesedihan ini membuat hati beliau sangat terluka.

Selain itu, perjuangan dakwah Rasulullah SAW juga tidak mudah. Beliau tidak hanya ditolak, tetapi juga disakiti. Ada yang mencaci, bahkan melempari beliau dengan batu. Namun, Rasulullah SAW tetap sabar dan tidak membalas kejahatan dengan keburukan.

Inilah akhlak mulia Rasulullah SAW yang patut kita teladani. Dalam keadaan sulit dan menyakitkan, beliau tetap lembut, tabah, dan penuh kasih. Bahkan, beliau mendoakan orang-orang yang menyakiti dirinya.

Peristiwa Isra Mi'raj menjadi bukti kasih sayang dan kekuasaan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Melalui perjalanan ini, Allah menguatkan hati beliau dan mempersiapkan Rasulullah SAW untuk melanjutkan tugas kenabian yang lebih besar.

Isra Mi'raj juga bukan sekadar perjalanan jauh dalam satu malam. Di dalamnya, Rasulullah SAW menerima anugerah besar berupa perintah salat lima waktu untuk umat Islam. Salat menjadi penguat iman dan penenang hati bagi setiap muslim.

Semoga dengan meneladani keteguhan hati dan akhlak Rasulullah SAW, kita mampu bersabar dalam menghadapi ujian, tetap berbuat baik, dan semakin taat beribadah kepada Allah SWT.

Demikian kultum singkat ini. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

9. Kultum Penyucian Hati Manusia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Selawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Dalam peristiwa Isra Mi'raj, ada satu kejadian penting yang sering luput dari perhatian kita. Sebelum Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke langit, Malaikat Jibril membersihkan hati beliau dengan air zamzam. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya hati yang bersih sebelum menerima amanah yang besar.

Padahal, Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia. Namun, Allah tetap mengajarkan bahwa hati harus disucikan terlebih dahulu. Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa siapa pun yang ingin dekat kepada Allah SWT perlu membersihkan hatinya dari hal-hal yang kotor.

Hati yang kotor dipenuhi oleh rasa dengki, iri, sombong, dan niat yang tidak tulus. Semua itu dapat menghalangi seseorang untuk menjalankan amanah dengan baik. Oleh karena itu, sebelum memikul tanggung jawab apa pun, hati perlu dibersihkan terlebih dahulu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menerima amanah. Ada yang diberi amanah sebagai orang tua, pekerja, pemimpin, atau anggota masyarakat. Semua amanah itu akan terasa ringan jika dijalankan dengan hati yang bersih dan niat yang benar.

Penyucian hati dapat dimulai dengan memperbanyak istigfar, bersikap jujur, dan meluruskan niat hanya karena Allah SWT. Hati yang bersih akan membuat hidup lebih tenang dan penuh keberkahan.

Melalui peringatan Isra Mi'raj ini, mari kita jadikan momen untuk memperbaiki diri. Mari kita bersihkan hati kita agar setiap amanah yang kita jalani bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk memiliki hati yang bersih, lapang, dan penuh keikhlasan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

10. Kultum Masjid sebagai Pusat Kehidupan dan Simbol Persatuan Umat

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Alhamdulillah, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Pada kesempatan ini, kita kembali mengingat peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Jika kita perhatikan, ada satu hal penting dalam peristiwa Isra Mi'raj. Allah SWT memilih masjid sebagai tempat awal dan tujuan perjalanan Rasulullah SAW. Beliau diberangkatkan dari Masjidil Haram di Makkah dan tiba di Masjidil Aqsa di Palestina.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa masjid memiliki kedudukan yang sangat mulia. Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi pusat kehidupan umat Islam. Dari masjid, iman dikuatkan dan akhlak diperbaiki.

Pemilihan masjid dalam peristiwa Isra Mi'raj juga menjadi pengingat agar umat Islam mencintai dan memakmurkan masjid. Setiap langkah besar dalam hidup, setiap harapan dan doa, sebaiknya selalu diawali dengan mendekatkan diri kepada Allah di masjid.

Perjalanan dari satu masjid ke masjid lainnya juga melambangkan persaudaraan umat Islam. Masjid menyatukan umat tanpa melihat perbedaan kedudukan, harta, atau latar belakang. Semua berdiri sejajar dalam satu saf, menghadap Allah SWT.

Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa menjadi simbol persatuan umat Islam di bawah ajaran tauhid. Dengan memakmurkan masjid, kita turut menjaga persaudaraan dan kebersamaan antar sesama muslim.

Melalui peringatan Isra Mi'raj ini, mari kita kembali menumbuhkan kecintaan kepada masjid. Bukan hanya membangun bangunannya, tetapi juga menghidupkan ibadah, ilmu, dan kegiatan sosial di dalamnya.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dalam hidup kita dan menyatukan hati umat Islam sebagaimana keberkahan yang Allah limpahkan dalam peristiwa Isra Mi'raj.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halaman 2 dari 2
(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads