Hukum Puasa di Hari Tasyrik 11-13 Zulhijah Menurut Islam

Hukum Puasa di Hari Tasyrik 11-13 Zulhijah Menurut Islam

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 28 Mei 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Puasa Zulhijah
Ilustrasi hari Tasyrik (Foto: Hello Aesthe/Pexels)
Jakarta -

Dalam Islam, terdapat tiga hari Tasyrik yang dilarang untuk berpuasa. Hari tersebut bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah yang berarti tiga hari setelah Idul Adha.

Menurut buku Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari tulisan Muhammad Habibillah, pada tiga hari itu umat Islam masih dalam perayaan Idul Adha. Oleh sebab itu, ada larangan berpuasa ketika hari Tasyrik.

Turut dijelaskan dalam buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan oleh Zainul Arifin, hari Tasyrik berasal dari kata yusyrikun yaitu menjemur. Maksud dalam hal ini adalah menjemur daging kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada juga pendapat yang mengartikan hari Tasyrik bermula dari kata yusytik yaitu terbit. Pada saat matahari mulai terbit, hewan-hewan kurban muali disembelih.

Kemudian, ada ulama berpenadangan adanya sebutan hari Tasyrik karena sholat Idul Adha dilaksanakan setelah matahari terbit (syuruq) dan hari-hari Tasyrik mengikuti Hari Raya Idul Adha.

ADVERTISEMENT

Tahun ini, hari Tasyrik berlangsung pada 28, 29 dan 30 Mei 2026 yang bertepatan dengan 11, 12 dan 13 Zulhijah 1447 H. Sementara itu, Idul Adha berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026 atau 10 Zulhijah 1447 H.

Hukum Puasa pada Hari Tasyrik bagi Muslim

Dinukil dari buku Kupas Tuntas Puasa tulisan AK Mustafit, Nabi Muhammad SAW pernah mengutus seseorang berteriak di Mina agar umat Islam tidak berpuasa di hari-hari Tasyrik. Kemudian dalam sebuah hadits juga diterangkan terkait hari Tasyrik.

"Hari-hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT." (HR Thabrani)

Kemudian dalam hadits lainnya Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Dalam hari-hari Tasyrik tidak ada kemurahan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan sembelihan." (HR Bukhari)

Hukum puasa pada hari Tasyrik bagi muslim adalah haram. Sebab, hari tersebut jadi momen muslim untuk bersenang-senang dengan daging kurban yang telah dimasaknya. Umat Islam diharapkan bergembira pada hari-hari Tasyrik dengan berbagai hidangan daging kurban.

Mazhab Maliki berpandangan membatasi pengharaman puasa pada hari Tasyrik dengan hanya dua hari sesudah hari raya saja. Sementara itu, menurut jumhur ulama tidak boleh puasa selama tiga hari.

Kemudian, mazhab Maliki juga berpendapat puasa pada hari-hari Tasyrik hukumnya makruh. Adapun dalam buku Fiqih Ibadah oleh Hasan Ayyub dikatakan boleh berpuasa pada hari Tasyrik bagi orang yang haji tamattu, bukan lainnya.

Adapun, ulama Syafi'iyyah berpandangan puasa hari Tasyrik ketika ada sebab seperti nazar, kafarah atau qadha boleh. Namun, jika tak ada sebab tidak diperbolehkan.

Amalan Sunnah pada Hari Tasyrik

Meski muslim tidak bisa mengerjakan puasa pada hari Tasyrik, ada beberapa amalan lain yang dapat dilakukan yaitu:

1. Memperbanyak Takbir

Amalan sunnah yang bisa dilakukan muslim ketika hari Tasyrik adalah memperbanyak takbir. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 203,

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ

Artinya: "Dan berzikirlah dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang."

Menurut pendapat Ibnu Umar dan ulama lainnya, ayyamul ma'dudat atau hari terbilang adalah tiga hari Tasyrik. Hal ini menegaskan adanya perintah berzikir di hari Tasyrik.

2. Menyembelih Hewan Kurban

Sebagaimana diketahui, biasanya di sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban masih berlangsung hingga satu atau dua hari setelah Idul Adha. Ini jadi salah satu amalan yang bisa dilakukan muslim pada hari Tasyrik.

3. Memperbanyak Zikir

Berzikir bisa dilakukan kapan saja, termasuk ketika hari Tasyrik. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 200-201,

فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكْرِكُمْ ءَابَآءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ

Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat." (QS Al Baqarah: 200)

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Artinya: "Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Al Baqarah: 201)

4. Membaca Doa Sapu Jagad

Banyak doa yang bisa dibaca ketika hari Tasyrik, salah satunya doa sapu jagad. Berikut bacaannya,

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads