Sholat dhuha adalah ibadah sunnah pagi hari yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga menjelang zuhur. Selain mendapatkan pahala, sholat dhuha juga menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan membuka pintu rezeki bagi seorang muslim.
Setelah menunaikan sholat dhuha sebanyak dua rakaat, dianjurkan untuk tetap duduk sebentar dan melanjutkan dengan membaca doa dan dzikir sebanyak-banyaknya. Salah satu dzikir yang dianjurkan dapat diamalkan hingga 100 kali sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Dzikir ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menenangkan hati serta menambah keimanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dzikir Sholat Dhuha Dibaca 100 Kali
Berikut adalah dzikir sholat dhuha yang dibaca seratus kali setelah sholat, sebagaimana tertulis dalam buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ
Rabbighfirlii wa tub 'alayya innaka antat tawwaabul ghafuur.
Artinya: "Ya tuhan kami, ampunilah kami dan terimalah tobat kami, sesungguhnya engkau adalah Dzat yang menerima tobat lagi maha pengampun."
Dzikir "Yaa Fattah Yaa Razzaaq" Dibaca 111 Kali
Dzikir istimewa lainnya setelah sholat dhuha adalah menyebut Asmaul Husna "Yaa Fattah Yaa Razzaaq" sebanyak 111 kali. Berikut tulisan Arab dan artinya:
يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ
Yaa fattaah Yaa razzaaq.
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Membuka dan Wahai Dzat Yang Maha Memberi rezeki."
Dzikir "Yaa Hayyu Yaa Qayyuum" Dibaca 111 Kali
Selanjutnya, umat Islam bisa membaca dzikir "Yaa Hayyu Yaa Qayyum" sebanyak 111 kali setelah sholat dhuha. Berikut adalah bacaan dzikirnya:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ
Yaa Hayyu Yaa Qayyum
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri dan Menegakkan segala sesuatu."
Dzikir "Yaa Ghaniyyu Yaa Mughni" Dibaca 111 Kali
Dzikir "Yaa Ghaniyyu Yaa Mughni" dianjurkan bagi umat Islam yang ingin memohon kelapangan rezeki serta kecukupan dalam hidup. Ini bacaan dzikir dan artinya:
يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِي
Yaa Ghaniyyu Yaa Mughni
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Kaya, Wahai Dzat Yang Maha Memberi Kekayaan."
Membaca Doa Setelah Sholat Dhuha
Mengutip buku The Power Of Istiqomah Jalur Langit tulisan Fara Hilmi Daulati, setelah dzikir, umat Islam juga bisa melanjutkannya dengan membaca doa setelah sholat dhuha berikut ini:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal 'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Membaca Doa Sayyidul Istighfar
Doa setelah sholat dhuha juga bisa dilengkapi dengan doa sayyidul istighfar. Berikut adalah bacaannya:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Allahumma anta rabbii laa ilaha illa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatha'tu. A'udzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang istimewa. Selain mendatangkan rezeki, sholat ini punya banyak keutamaan lainnya:
1. Mendapat Derajat Mulia di Sisi Allah SWT
Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda,
"Jika kamu menunaikan sholat dhuha dua rakaat maka kamu tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang lalai (al-ghafilin), jika kamu menunaikan sholat dhuha sebanyak empat rakaat, maka kamu akan ditulis sebagai golongan orang-orang yang berbuat kebaikan (al-muhsinin), jika kamu menunaikan sholat dhuha enam rakaat, maka kamu termasuk dalam golongan orang-orang yang patuh pada Allah (al-qanitin), dan jika kamu mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat, maka kamu termasuk orang-orang yang meraih kemenangan (al-faizin), dan jika kamu mengerjakan sholat dhuha sebanyak sepuluh rakaat, maka pada hari itu kamu terbebas dari dosa, dan jika kamu mengerjakan sholat dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangun rumah di surga bagimu." (HR Al-Baihaqi)
2. Dibangunkan Rumah di Surga
Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang melaksanakan sholat dhuha dua rakaat maka ia tidak termasuk golongan orang-orang yang lalai. Barang siapa yang melaksanakannya enam rakaat, maka ia akan dicukupkan baginya hari itu, dan barang siapa yang melaksanakannya dua belas rakaat maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga." (HR Thabrani)
3. Tanda Hamba yang Taat
Sholat dhuha juga menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
"Tidak ada orang yang dapat menjaga sholat dhuha kecuali orang-orang yang sangat taat kepada Tuhan (awwaab)." (HR al-Hakim)
4. Pahala Setara Haji dan Umrah
Bagi yang mengerjakan sholat dhuha dengan ikhlas setelah sholat Subuh dan berdzikir hingga matahari terbit, Allah SWT menjanjikan pahala setara ibadah haji dan umrah.
"Barang siapa mengerjakan sholat Subuh secara berjamaah, lalu sesudah itu ia tetap duduk (di masjid) untuk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dhuha dua rakaat, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah." (HR At-Tirmudzi)
Wallahu a'lam.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Pertama Kali! Kemenag Gelar Natal Bersama Kristen-Katolik di TMII
Lagi, MUI Kecam Tindakan Israel Melarang Operasi Kemanusiaan di Gaza
Tanggal Awal Ramadan, Idul Fitri & Idul Adha 1447 H/2026 M Versi Muhammadiyah