Doa Keluar dan Masuk WC Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Doa Keluar dan Masuk WC Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 29 Nov 2025 10:00 WIB
Rak penyimpanan handuk di kamar mandi.
Ilustrasi kamar mandi. Foto: Studio KT via The Spruce
Jakarta -

WC atau kamar mandi merupakan tempat yang kotor dan menjadi sarangnya jin dan setan. Membaca doa ketika hendak masuk dan keluar dari WC mampu menjadi perisai untuk melindungi diri dari gangguan jin dan setan.

Selain itu, Allah SWT telah menganjurkan kita untuk selalu berdoa ketika hendak melakukan sesuatu, Islam merupakan agama yang sempurna dan telah mengatur segala sudut kehidupan manusia mulai dari urusan besar hingga hal-hal kecil seperti adab ketika memasuki dan keluar dari WC.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Ghafir ayat 60 yang telah memerintah hambanya untuk berdoa,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَقَالَ رَُؚّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِؚْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكؚِْرُونَ عَنْ عَِؚادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Arab-latin: wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn

ADVERTISEMENT

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.'"

Doa Keluar dan Masuk WC Arab, Latin, dan Artinya

Doa Keluar WC Versi Pertama

Mengutip buku Kumpulan Doa-doa tulisan Sukarta, berikut bacaan doa keluar WC selengkapnya.

غُفْرَانَكَ اللَّهُمَّ

Arab-Latin: Ghufrānaka Allāhumma.

Artinya: "Aku minta ampun kepada-Mu, Ya Allah".

(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Doa Keluar WC Versi Kedua

Dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-Hari oleh Kementerian Agama RI, berikut doa keluar WC versi Kemenag.

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهََؚ عَنِى الْأَذَى وَعَافَانِي

Arab-Latin: Ghufrānaka, al-ឥamdu lillāhil-ladzī adzhaba 'annil-adzā wa 'āfānī.

Artinya: "Segala Puji bagi Allah yang telah menghilangkan apa yang menyakitkan aku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku".

Doa Masuk WC Versi Pertama

Dikutip dari buku sebelumnya, berikut doa masuk WC selengkapnya.

ؚِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ ؚِكَ مِنَ الْخُُؚثِ وَالْخََؚا؊ِثِ

Latin-Arab: Bismillāhi, Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-khubutsi wal-khabā'its.

Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan".

(HR. Al-Bukhari: 1/45 dan Muslim: 1/283).

Dikutip dari Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, apabila hendak memasuki kamar mandi disunahkan membaca basmalah dan memohon surga kepada Allah serta meminta perlindungan kepada-Nya dari neraka.

Diriwayatkan melalui kitab Ibnu Sinni dengan sanad yang dhaif melalui Abu Hurairah r.a yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

نِعْمَ الَؚْيْتُ الحَمَّامُ يَدْخُلُهُ الْمُسْلِمُ ، إِذَا دَخَلَهُ سَأَلَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْجَنَّةَ وَاسْتَعَاذَهُ مِنَ النَّارِ

Artinya: "Sebaik-baik bagian rumah ialah kamar mandi yang dimasuki oleh orang muslim, yaitu apabila ia memasukinya meminta kepada Allah SWT surga dan memohon perlindungan kepada-Nya dari neraka".

Doa Masuk WC Versi Kedua

Dinukil dari buku sebelumnya, berikut doa masuk WC versi Kemenag.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُؚِكَ مِنَ الْخُُؚثِ وَالْخََؚا؊ِثِ

Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan".

Doa Beristinja Arab, Latin, dan Artinya

Masih dikutip dari buku yang sama, beristinja dilakukan untuk membersihkan diri dari najis setelah kita membuang air besar dan air kecil. Adapun doa yang kita baca ketika hendak beristinja sebagai berikut.

اللَّهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِي مِنَ الْفَوَاحِ؎ِ وَ؞َهِّرْ قَلؚِْي مِنَ الْنِّفَاقِ

Arab-Latin: Allāhumma ឥassin farjī minal-fawāឥishi, wa ṭahhir qalbī minan-nifāq.

Artinya: "Ya Allah bersihkan farjiku dari keburukan dan bersihkan hatiku dari nifaq (kemunafikan)".

Adab-adab Buang Hajat

Dikutip dari buku Adab Buang Hajat oleh Abu Abdillah al-Atsari, berikut adab buang hajat yang harus diamalkan oleh kaum muslim.

1. Tidak Di Sembarang Tempat

Membuang hajat di sembarang tempat, tidak hanya mengotori tempat tetapi juga membuat pelakunya mendapat laknat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 58,

وَالَّذِينَ يُ؀ْذُونَ الْمُ؀ْمِنِينَ وَالْمُ؀ْمِنَاتِ ؚِغَيْرِ مَا اكْتَسَُؚوا فَقَدِ احْتَمَلُوا ُؚهْتَانًا وَإِنَّمَا مُؚِّينًا

Arab-Latin: WallaŌīna yu`Ōụnal-mu`minīna wal-mu`mināti bigairi maktasabụ faqadiឥtamalụ buhtānaw wa iṡmam mubīnā

Artinya: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan yang nyata".

2. Larangan Kencing Pada Air yang Tenang

Muslim dilarang untuk buang air kecil atau kencing di air yang tidak mengalir. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari 239 dan Muslim 282 sebagai berikut,

لا يَُؚوْلَنَّ أَحَدُكُمْ فِي المَاءِ الدَا؊ِمِ الَّذِي لَا يَجْرِى

Artinya: "Janganlah kalian kencing pada air yang tenang lagi tidak mengalir".

3. Tidak Membawa Sesuatu yang Bertuliskan Nama Allah

Hal ini merupakan bentuk pemuliaan dan penjagaan nama Allah dari penghinaan, karena itu tidaklah layak bagi seorang Muslim ketika buang hajat membawa sesuatu yang bertuliskan lafadz Allah, kecuali karena darurat.

4. Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kiri

Usahakan ketika masuk ke dalam kamar mandiri didahului dengan kaki kiri. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari 168 dan Ahmad 6/187 sebagai berikut,

عَنْ عَا؊ِ؎َةَ قَالَتْ : كَانَ النَؚِّيُّ ï·º يُعْجُِؚهُ التَّيَمُنُ فِي تَنَوُّلِهِ وَ تَرَجُلِهِ وَ ؞ُهُورِهِ وَ فِي ؎َأْنِهِ كُلِّهِ وعليكم

"Dari 'Aisyah ia berkata: Adalah Rasulullah mencintai untuk mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, bersisir, bersuci dan pada perkara mulia lainnya".

5. Larangan Menghadap Kiblat

Tidak boleh hukumnya melakukan buang hajat dengan menghadap kiblat. Dalam perkara ini, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan hal tersebut, antara lain:

Hadits riwayat Bukhari 144 dan Muslim 264, bahwasanya Rasulullah bersabda,

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْغَا؊ِطَ فَلَا يَسْتَقؚِْلِ الْقِؚْلَةَ وَلَا يُوَلِّهَا ؞َهْرَهُ

Artinya: "Apabila salah seorang diantara kalian buang hajat, maka janganlah ia menghadap kiblat atau membelakanginya".




(lus/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads