Doa sebelum Pergi Mudik Lebaran, Dibaca agar Lancar dan Selamat

Doa sebelum Pergi Mudik Lebaran, Dibaca agar Lancar dan Selamat

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 05 Apr 2024 07:15 WIB
Ilustrasi mudik
Ilustrasi mudik (Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto)
Jakarta -

Jelang Hari Raya Idul Fitri, umumnya muslim Indonesia melakukan mudik ke kampung halaman. Kegiatan ini sudah seperti tradisi tahunan setiap lebaran.

Biasanya perjalanan mudik memakan waktu yang cukup lama. Tidak hanya berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari.

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya umat Islam memanjatkan doa ketika hendak melakukan sesuatu, begitu pula sebelum mudik. Doa tersebut dimaksudkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar selamat sampai tujuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa sebelum Pergi Mudik

Berikut doa sebelum pergi mudik yang disadur dari Instagram resmi Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ ØŗŲŽØŽŲ‘ŲŽØąŲŽ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ‚Ų’ØąŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲØ¨ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ؁ؐ؉ ØŗŲŽŲŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲØąŲ‘ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų‡ŲŽŲˆŲ‘ŲŲ†Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ØŗŲŽŲŲŽØąŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØˇŲ’ŲˆŲ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲØ¨Ų ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲŲŽØŠŲ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨؐ؆ؑؐ؉ ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽØšŲ’ØĢŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲƒŲŽØĸØ¨ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲŽØąŲ ŲˆŲŽØŗŲŲˆØĄŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽØ¨Ų ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų

Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas'aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal 'amali ma tardho. Allahumma hawwin 'alainaa safaronaa hadza, wathwi 'anna bu'dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Artinya: "Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga."

ADVERTISEMENT

Doa Musafir Tergolong Mustajab

Pada dasarnya, orang yang melakukan perjalanan jauh termasuk musafir. Menurut hukum Islam, musafir adalah orang yang meninggalkan tempat tinggalnya dalam jarak tertentu dan berniat tinggal di tempat yang dituju dalam waktu tertentu, seperti dikutip dari buku Tuntunan Shalat Musafir oleh Aulia Fadhli.

Imam Ahmad, Imam Syafi'i dan Imam Malik menetapkan batas waktu seseorang yang dapat disebut musafir ialah empat hari. Sementara itu, Abu Hanifah mengatakan batas waktunya 15 hari.

Walau demikian, banyak pendapat yang mengatakan bahwa musafir adalah orang yang sedang bepergian untuk tujuan tertentu dengan perjalanan kurang lebih 70 km, dan orang tersebut tidak berencana menetap di daerah tertentu lebih dari tiga hari.

Secara sederhana, musafir dapat juga didefinisikan sebagai seseorang yang melakukan perjalanan dengan tujuan bukan untuk maksiat.

Doa dari seorang musafir dikatakan mustajab. Hal ini disebutkan dalam buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah susunan Muhammad Syafie el-Bantanie, sebagaimana merujuk pada hadits Nabi SAW, ia bersabda:

"Ada tiga jenis doa yang pasti dikabulkan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (safar) dan doa orang tua untuk anaknya." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)




(aeb/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads