Doa iftitah merupakan bacaan pembuka salat fardhu maupun sunnah. Doa ini dilafalkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al Fatihah. Simak sejumlah redaksi doa iftitah latin beserta artinya di bawah ini!
Muhammad Nashiruddin al-Albani melalui kitabnya Ashlu Shifati Shalatin Nabiyyi menjelaskan bahwa Rasul SAW membuka salatnya dengan lafal yang berisi pujian kepada Allah SWT, mengagungkan-Nya serta menyanjung-Nya. Bacaan beliau ini yang dikenal dengan doa iftitah.
Nabi SAW turut memerintahkan kaum muslim yang buruk dan kurang benar dalam salatnya untuk membuka salat dengan doa iftitah. Beliau SAW bersabda, "Sesungguhnya tidaklah salat seseorang menjadi sempurna sampai ia bertakbir (Allahu Akbar), dan ia bertahmid memuji Allah SWT dan memuliakan-Nya, kemudian membaca Al-Qur'an yang mudah baginya," (HR Abu Dawud & Hakim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum pembacaan doa iftitah dalam salat ini. Syaikh Abdurrahman Al-Jaziri dalam Kitabal-Fiqhu al-Madzahib al-Arba'ah menyebut madzhab Syafi'i, Hambaliah dan Hanafiah berpendapat hukum doa iftitah adalah sunnah.
Sedangkan Malikiah berpemahaman doa iftitah hukumya makruh. Namun demikian, sebagian pengikut madzhab ini mengatakan bacaan iftitah adalah mandub.
Imam Nawawi melalui kitab Al-Adzkar mengemukakan, "Perlu diketahui, bahwa bacaan tawajuh (nama lain dari doa iftitah) ini disunnahkan baik dalam salat fardhu atau salat sunnah." Begitu juga Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah yang mengatakan doa iftitah ini hukumnya sunnah, serta dilafalkan setelah takbiratul ihram dan sebelum memaca Surat Al Fatihah.
Doa iftitah disunnahkan pada rakaat pertama salat saja. Imam Nawawi jelaskan, jika pada rakaat pertama bacaan ini tertinggal maka pada rakaat kedua tidak dianjurkan membacanya, karena telah habis waktu pelaksanaannya. Apabila pada rakaat kedua, seorang muslim melafalkan doa iftitah, maka makruh tetapi tidak sampai membatalkan salat.
5 Doa Iftitah Latin, Arab dan Artinya
Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dalam kitab Shalatul Mu'min menyebutkan doa iftitah yang berasal dari Nabi SAW terdapat banyak lafalnya, tetapi seorang muslim hanya cukup membaca salah satunya saja dalam salat.
Berikut di antara bacaan doa iftitah pendek dan panjang yang dikutip dari kitab Shalatul Mu'min, dan buku 125 Masalah Salat oleh Muhammad Anis Sumaji:
1. Doa Iftitah Versi Kesatu
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø¨ŲØ§ØšŲØ¯Ų Ø¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ ØŽŲØˇŲاŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ Ø¨ŲØ§ØšŲØ¯ŲØĒŲ Ø¨ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ´ŲØąŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØēŲØąŲØ¨Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŽŲØˇŲاŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ¨Ų Ø§ŲØŖŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲ اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲØŗŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŽŲØˇŲاŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲØ§ŲØĒŲŲŲŲØŦŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØąŲØ¯Ų
Latin: Allahumma baa'id baini wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghribi Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqa ats-tsaubul abyadhu minad danasi Allahummaghsilnii min khathaayaaya bits tsalji wal maa'i wal baradi
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dengan kesalahan-kesalahanku (dosa- dosaku) seperti Engkau menjauhkan antara ufuk timur dan ufuk barat. Ya Allah sucikanlah diriku dari segala dosa dan kesalahan seperti kain putih yang disucikan dari noda. Ya Allah sucikanlah diriku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa'i & Ahmad, dari Abu Hurairah)
2. Doa Iftitah Versi Kedua
ŲŲØŦŲŲŲŲØĒŲ ŲŲØŦŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØˇŲØąŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲØŖŲØąŲØļŲ ØŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ´ŲØąŲŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲ ØĩŲŲŲØ§ØĒŲŲ ŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲ ŲŲ ŲØ§ØĒŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲØ§Ų Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲذŲŲŲŲŲ ØŖŲŲ ŲØąŲØĒŲ ŲŲØŖŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ ØŖŲŲŲØ§ ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ Ø¸ŲŲŲŲ ŲØĒŲ ŲŲŲŲØŗŲŲ ŲŲØ§ØšŲØĒŲØąŲŲŲØĒŲ Ø¨ŲØ°ŲŲŲØ¨ŲŲ ŲŲØ§ØēŲŲŲØąŲŲŲŲŲ Ø°ŲŲŲŲØ¨ŲŲ ØŦŲŲ ŲŲØšŲا ØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲØąŲ Ø§ŲØ°ŲŲŲŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ. ŲŲØ§ŲŲØ¯ŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØŲØŗŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲØŽŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲŲŲØ¯ŲŲ ŲŲØŖŲØŲØŗŲŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ ŲŲØ§ØĩŲØąŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØĻŲŲŲØ§ ŲŲØ§ ŲŲØĩŲØąŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØĻŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ. ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲØšŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØŽŲŲŲØąŲ ŲŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲØ´ŲŲØąŲŲ ŲŲŲŲØŗŲ ØĨŲŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ§ بŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲØĒŲ ŲŲØĒŲØšŲاŲŲŲŲØĒŲ ØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲ ŲŲØŖŲØĒŲŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲŲŲŲŲ
Latin: Wajjahtu wajhiya lilladzi fathara as-samaawaati wal ardha haniifan wa maa anaa minal musyrikiin inna shalaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'aalamiin laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa anaa awwalul muslimiina
Allahumma antal maliku laa ilaaha illa anta, subhaanaka wa bihamdika anta rabbii wa anaa 'abduka dzhalamtu nafsii wa'taraftu bidzanbii faghfirlii dzunuubii jamii'an innahu laa yaghfiru adz-dzunuuba illa anta. Wahdinii liahsanil akhlaaqi laa yahdi liahsanihaa illa anta washrif 'annii sayyiahaa laa yashrifu 'anni sayyiahaa illa anta. Labbaika wa sa'daika wal khairu fi yadaika wasysyarru laisa ilaika wal mahdi man hadaita anaa bika wa ilaika tabaarakta wa ta'aalaita astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Artinya: "Aku menghadapkan wajahku kepada Zat Yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan lurus [dan berserah diri], dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadah-ibadahku, hidupku, dan matiku, kupersembahkan hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang pertama berserah diri. "
"Ya Allah, Engkaulah Raja, tiada tuhan selain Engkau [Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu]. Engkaulah Tuhanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzhalimi diriku dan aku mengakui segala dosaku. Maka, ampunilah segala dosaku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Tunjukilah kepadaku sebaik-baiknya akhlak, tiada yang dapat menunjukkannya kecuali Engkau. Jauhkanlah dariku akhlak yang buruk, tiada yang dapat menjauhkannya dariku kecuali Engkau. Kusambut panggilan-Mu dan kuikuti perintah-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu, dan segala keburukan tidak akan kembali kepada-Mu. Aku berlindung dengan-Mu dan kepada-Mu [tidak ada keselamatan dan tempat berlindung dari-Mu melainkan kembali kepada-Mu]. Bertambah-tambahlah keberkahan-Mu dan bertambah- tambah pula ketinggian-Mu. Aku memohon ampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu." (HR Muslim, Abu Dawud, Daruquthni, Tirmidzi, Baihaqi, & Ahmad, dari Ali bin Abi Thalib)
3. Doa Iftitah Versi Ketiga
ØŗŲØ¨ŲØŲاŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲØ¨ŲØŲŲ ŲØ¯ŲŲŲ ØĒŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲ Ø§ØŗŲŲ ŲŲŲ ŲŲØĒŲØšŲاŲŲŲ ØŦŲØ¯ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØēŲŲŲØąŲŲŲ
Latin: Subhaanakallaahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta'aalaa jadduka wa laa ilaaha ghairuka
Artinya: "Mahasuci Engkau, ya Allah dengan segala puji-Mu (aku mensucikan-Mu), Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu; dan tidak ada Ilah (tuhan) selain Engkau." (HR Muslim, Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Khuzaimah & Hakim)
4. Doa Iftitah Versi Keempat
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØąŲØ¨ŲŲ ØŦŲØ¨ŲØąŲØ§ØĻŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ØĻŲŲŲŲ ŲŲØĨŲØŗŲØąŲØ§ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ØˇŲØąŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲØŖŲØąŲØļŲ ØšŲØ§ŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØēŲŲŲØ¨Ų ŲŲØ§ŲØ´ŲŲŲŲØ§Ø¯ŲØŠŲ ØŖŲŲŲØĒŲ ØĒŲØŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲŲŲŲŲ ØšŲØ¨ŲادŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØ§ŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ ŲŲØŽŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲ. ØĨŲŲŲØ¯ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ Ø§ØŽŲØĒŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲ Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØĒŲŲŲØ¯ŲŲ Ų ŲŲŲ ØĒŲØ´ŲØ§ØĄŲ ØĨŲŲŲŲ ØĩŲØąŲØ§ØˇŲ Ų ŲØŗŲØĒŲŲŲŲŲ Ų
Latin: Allaahumma rabba jibraa-iila wa miikaa-iila wa israafiila fathiras samaawaati wal ardh, 'aalimal ghaibi wasy syahaadati anta tahkumu baina 'ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun. Ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiroothim mustaqiim
Artinya: "Ya Allah, Rabb malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta semua langit dan bumi; dan Dzat Yang Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah yang memberi keputusan di antara para hamba-Mu atas apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk mengikuti yang benar dari semua hal yang diperselisihkan. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus)." (HR Muslim, dari Abdurrahman bin Auf)
5. Doa Iftitah Versi Kelima
اŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲ ŲŲØ¨ŲŲØąŲا ŲŲØ§ŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØĢŲŲØąŲا ŲŲØŗŲØ¨ŲØŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØąŲØŠŲ ŲŲØŖŲØĩŲŲŲŲØ§
Latin: Allaahu akbaru kabiiraa, wal hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanalloohi
bukratawwa ashiilaa
Artinya: "Allah Maha Besar sebesar-besarnya, bagi Allah pujian sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah baik di pagi hari maupun di petang hari." (HR Muslim, dari Ibnu Umar)
Itulah lima doa iftitah pendek dan panjang yang berasal dari Rasulullah SAW, sehingga bisa umat Islam baca. Semoga bermanfaat!
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?