Muslim tentu ingin segala permohonan dan doanya terkabul. Namun, sudahkan memperhatikan sejumlah sebab dikabulkannya doa?
Allah SWT nyatakan dalam surah Ghafir ayat 60, bahwa Dia akan mengijabah doa para hamba. Berikut bunyi kalam-Nya:
ŮŮŮŮاŮŮ ŘąŮبŮŮŮŮ٠٠ادŮŘšŮŮŮŮŮŮŮ٠اŮŘłŮŘŞŮŘŹŮب٠ŮŮŮŮŮ Ů ŰاŮŮŮ٠اŮŮŮذŮŮŮŮŮ ŮŮŘłŮŘŞŮŮŮبŮŘąŮŮŮŮŮ ŘšŮŮŮ ŘšŮبŮادŮŘŞŮŮŮ ŘłŮŮŮŘŻŮŘŽŮŮŮŮŮŮŮ ŘŹŮŮŮŮŮŮŮ Ů ŘŻŮا؎ŮŘąŮŮŮŮŮ - 60
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."
Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan, ayat tersebut berisi anjuran Allah SWT kepada hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka.
Walau melalui firman tersebut Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa hamba, tetapi ada saja perkara yang membuat doa menjadi tertunda atau bahkan tertolak. Bakr bin Abdullah Abu Zaid dalam bukunya Tashhih Ad-Du'a menyebutkan beberapa hal yang menghambat diijabahnya doa, di antaranya:
- Doa yang dipanjatkan lemah dalam dirinya karena mengandung unsur pelanggaran atau melampaui batas.
- Hatinya lemah dalam menghadap Allah SWT.
- Terdapat sesuatu yang menahan doa terkabul, seperti melanggar hal yang diharamkan oleh-Nya.
- Tergesa-gesa dalam berdoa, serta merasa lelah sehingga tidak lagi doa.
Sebab Dikabulkannya Doa
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr lewat Kitab Fiqih Doa & Dzikir Jilid 1 melampirkan hadits yang menerangkan adab berdoa, termasuk sebab penghalangnya doa hingga sebab dikabulkannya doa. Hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah.
Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ŘĽŮŮŮ٠اŮŮŮŮ ŘŞŮŘšŮاŮŮ٠ءŮŮŮŮب٠ŮŮا ŮŮŮŮبŮŮŮ ŘĽŮŮŮŮا ءŮŮŮŮبŮŘ§Ř ŮŮŘĽŮŮŮ٠اŮŮŮŮŮŮ ŘŁŮŮ Ůع٠اŮŮŮ ŮؤŮŮ ŮŮŮŮŮ٠بŮŮ Ůا ŘŁŮŮ Ůع٠بŮŮ٠اŮŮŮ ŮŘąŮŘłŮŮŮŮŮŮŮŘ ŮŮŮŮاŮŮ ŘŞŮŘšŮاŮŮŮ : ŮŮŘŁŮŮŮŮŮŮا اŮŘąŮŮŘłŮŮŮ ŮŮŮŮŮا Ů ŮŮ٠اŮءŮŮŮŮŮبŮات٠ŮŮاؚŮŮ ŮŮŮŮا ŘľŮŮŮŘŮا ŘĽŮŮŮŮ٠بŮŮ Ůا ŘŞŮŘšŮŮ ŮŮŮŮŮŮ ŘšŮŮŮŮŮ Ů Ř ŮŮ ŮŮاŮŮ ŘŞŮŘšŮاŮŮŮ: ŮŮŘŁŮŮŮŮŮŮا اŮŮŮذŮŮŮŮ ŘĄŮا٠ŮŮŮŮا ŮŮŮŮŮا Ů Ů٠ءŮŮŮŮبŮت٠٠ا ŘąŮزŮŮŮŮٰŮŮŮ Ů ŘŤŮŮ Ů٠ذŮŮŮع٠اŮŘąŮŮŘŹŮŮŮ ŮŮءŮŮŮ٠اŮŘłŮŮŮŮع٠أŮŘ´ŮŘšŮŘŤŮ ŘŁŮŘşŮبŮع٠ŮŮŮ ŮŘŻŮŮ ŮŮŘŻŮŮŮŮŮ ŘĽŮŮŮ٠اŮŘłŮŮŮ Ůاإ٠ŮŮا ŘąŮبŮŮ ŮŮا ŘąŮبŮŮŘ ŮŮŮ ŮءŮŘšŮŮ ŮŮŮ ŘŮŘąŮا٠ŮŘ ŮŮŮ ŮŘ´ŮŘąŮبŮŮŮ ŘŮŘąŮا٠ŮŘ ŮŮŮ ŮŮŮبŮŘłŮŮŮ ŘŮŘąŮا٠ŮŘ ŮŮŘşŮذŮŮ٠بŮاŮŮŘŮŘąŮا٠ŮŘ ŮŮŘŁŮŮŮŮŮ ŮŮŘłŮŘŞŮŘŹŮاب٠ŮŮذŮŮŮŮŮ
Artinya: "Sesungguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik, sungguh Allah memerintahkan orang-orang beriman seperti apa yang Dia perintahkan kepada para utusan." Allah SWT berfirman, 'Wahai sekalian Rasul, makanlah yang baik-baik dan kerjakanlah amal-amal sholeh, sungguh Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Mu'minun: 51)', dan firman-Nya, 'Wahai orang-orang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang dianugerahkan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar- benar hanya kepada-Nya menyembah. (QS Al-Baqarah: 172)'.
Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang lama melakukan safar (perjalanan jauh), rambutnya kusut, dan badannya berdebu, dia menjulurkan kedua tangannya ke langit, "wahai Rabb... wahai Rabb ...." sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dibesarkan dengan haram, maka bagaimana dikabulkan karena hal itu." (HR Muslim dalam Shahih-nya)
Berdasarkan hadits di atas, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengatakan bahwa Nabi SAW mengungkap empat sebab dikabulkannya doa, di antaranya:
1. Perjalanan Jauh (Safar)
Dijelaskan, semakin lama safar maka semakin dekat kepada terkabulnya doa. Mengapa begitu? Saat bepergian jauh, hati dan jiwa orang yang safar menjadi luluh karena mengalami banyak kesulitan dan merasa terasing dari kampung sendiri. Demikian orang yang hatinya telah luluh, menjadi faktor utama doa yang diijabah.
Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tiga doa yang akan dikabulkan dengan tidak ada keraguan lagi: Doa orang yang terzalimi, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua untuk anaknya." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA)
2. Bersikap Tawadhu
Dengan menunjukkan sikap rendah hati (tawadhu), tidak sombong, menghinakan diri dan berserah di hadapan Allah SWT, itulah sebab pengabulan doa. Sebagaimana Ibnu Abbas mengatakan Rasul SAW mengenakan pakaian lusuh, merendah ketika melaksanakan salat Istisqa (memohon hujan). (HR Abu Dawud)
3. Mengangkat Kedua Tangan
Menjulurkan kedua tangan ke langit termasuk adab dalam berdoa yang dengannya diharapkan doa akan terkabul. Dari Salman Al-Farisi, Nabi SAW bersabda, "Sungguh Allah Maha Pemalu lagi Maha Pemurah, Dia malu terhadap hamba-Nya yang apabila mengangkat kedua tangan, lalu mengembalikan keduanya dalam keadaan hampa dan kekecewaan." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
4. Memelas kepada Allah SWT
Memelas di sini dengan mengulang penyebutan rububiyah-Nya, seperti 'Ya Rabb'. Diriwayatkan Atha bahwa ia berkata, "Tidaklah seorang hamba mengucapkan 'Ya Rabb... Ya Rabb... Ya Rabb...' sebanyak tiga kali, melainkan Allah SWT melihat kepada-Nya." Lalu hal itu disebutkan kepada Al-Hasan, meka beliau berkata, "Tidakkah kalian membaca Al-Qur'an?" Kemudian beliau membaca firman surah Ali Imran ayat 191-195.
Inilah mengapa banyak doa dalam Al-Qur'an yang diawali dengan nama 'Rabb', lantaran menjadi sebab terbesar yang diharapkan pengabulan doa dengannya.
Keempat sebab dikabulkannya doa dalam hadits nabi tersebut turut dijelaskan dalam Kitab Al-Wafi karya Musthafa Al-Bugha dan Muhyiddin Mistu.

Komentar Terbanyak
Kenapa Tape Halal Padahal Mengandung Alkohol?
7 Fenomena Sains yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an
Bintang Ahmad Muncul di Langit Madinah Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW