Jauh sebelum pengetahuan dan teknologi berkembang di peradaban manusia, Allah SWT telah terlebih dahulu menjelaskan fenomena-fenomena alam melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an. Ayat-ayat Al-Qur'an yang turun merupakan penjelas dari berbagai fenomena sains yang terjadi di dunia.
Merujuk pada buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an oleh Nadiah Thayyarah,berikut adalah 7 fenomena sains yang terlebih dahulu tertulis dalam Al-Qur'an:
1. Ledakan Raksasa (Teori Big Bang)
Ledakan raksasa yang kerap disebut sebagai teori Big Bang, sebuah fenomena terbentuknya alam semesta terlebih dulu dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
Artinya: "Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?" (QS. Al-Anbiya: 30)
2. Garis Edar Tata Surya
Ilmu pengetahuan mengenai garis edar tata surya yang menjelaskan bahwa matahari dan bulan beredar pada garis edarnya masing-masing, sehingga tercipta siang dan malam disebutkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut:
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Artinya: "Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (QS. Al-Anbiya: 33)
3. Siklus Hujan
Fenomena perputaran air yang terjadi secara terus-menerus dari bumi, ke atmosfer, dan kembali ke bumi lagi dijelaskan dalam ayat Al-Qur'an sebagai berikut:
اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ
Artinya: "Allah SWT lah yang mengirim angin, lalu ia (angin) menggerakkan awan, kemudian Dia (Allah) membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka, apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, seketika itu pula mereka bergembira." (QS. Ar-Rum: 48)
4. Langit 7 Lapis
Fenomena bahwa langit terdiri atas tujuh lapis yang berbeda-beda disebutkan dalam ayat-ayat, sebagai berikut:
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ
Artinya: "Maha Berkah zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela? Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya)." (QS. Al-Mulk: 1-4)
Tidak hanya [pada Al-Qur'an Surah Al-Mulk ayat 1-4, fenomena langit terdiri atas tujuh lapis juga disebutkan dalam firman Allah:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَاۤىِٕقَۖ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غٰفِلِيْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami telah menciptakan tujuh langit di atas kamu dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)." (QS. Al-Mu'minun: 17)
Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an oleh Dr. Nadiah Thayyarah hlm. 354
5. Api di Dasar Laut
Fenomena sains api yang berada di dasar laut dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut:
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ
Artinya: "dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api)," (QS. At-Tur: 6)
6. Pertemuan Dua Laut yang Airnya Tidak Menyatu
Adapun fenomena sains ketika dua laut bertemu, sehingga airnya tidak mampu menyatu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut:
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ
Artinya: "Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu. Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS. Ar-Rahman: 19-20)
7. Sungai di Dasar Laut
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Furqan ayat 53, tertulis bahwa Allah telah membiarkan dua laut mengalir, yang dimaksud adalah sungai di dasar laut.
وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا
Artinya: "Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." (QS. Al-Furqan: 53)

Komentar Terbanyak
Kenapa Tape Halal Padahal Mengandung Alkohol?
Bintang Ahmad Muncul di Langit Madinah Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
7 Fenomena Sains yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an