Padang Mahsyar

Kolom Hikmah

Padang Mahsyar

Aunur Rofiq, Penulis Kolom - detikHikmah
Jumat, 21 Agu 2026 08:01 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya seluruh manusia setelah dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat, tempat di mana mereka akan diadili dan menerima keputusan Allah SWT. Dalam Islam, Padang Mahsyar digambarkan sebagai padang luas yang datar dan berwarna putih, tanpa adanya tanda apapun, seperti gunung atau cekungan. Manusia akan berada dalam kondisi yang berbeda-beda, mulai dari berjalan, berkendaraan, hingga diseret di atas wajah mereka, tergantung amal perbuatan selama di dunia.

Sebagaimana firman Allah SWT Dalam surah az-Zumar ayat 68 yang terjemahannya," Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah).

Adapun maknanya adalah : Dan ketahuilah bahwa ketika sangkakala pun ditiup oleh malaikat Israfil, maka matilah semua makhluk yang ada di langit dan juga makhluk yang ada di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah SWT. untuk mati pada saat yang lain sesudah itu. Kemudian sesudah waktu berlalu sekian lama, sangkakala itu ditiup sekali lagi, maka seketika itu dengan serta merta mereka bangun dari kuburnya menunggu keputusan Allah SWT. bagi diri masing-masing,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gambaran di Padang Mahsyar adalah situasi yang sangat mencekam, dengan matahari yang didekatkan, keringat bercucuran, dan manusia dalam keadaan ketakutan.Kepercayaan akan adanya Padang Mahsyar memberikan pelajaran penting bagi umat Islam untuk selalu berbuat baik, menjauhi dosa, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perhitungan.

Hadis yang diriwayatkan oleh Mu'adz bin Jabal, dia bertanya kepada Rasulullah SAW." Wahai Rasulullah, apa maksud dari firman Allah, ( yaitu ) pada hari ( ketika ) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong ( QS. an-Naba' ayat 18 ).

ADVERTISEMENT

Nabi SAW. Lalu bersabda ," Hai Mu'adz,engkau bertanya tentang sesuatu yang besar." Kemudian beliau tidak dapat menahan air mata dan menangis. Beliaupun melanjutkan sabdanya," Umatku akan dikumpulkan dalam sepuluh kelompok. Allah Ta'ala akan memisahkan mereka dari jama'ah kaum muslimin dan mengganti wajah mereka. Diantara mereka akan ada yang berbentuk kera; sebagian lagi ada yang berbentuk babi; sebagian lagi ada yang terbalik, kakinya berada diatas sedangkan wajahnya diseret; sebagian lagi ada yang buta dengan berjalan bolak balik; sebagian lagi ada yang tuli,bisu dan tidak memiliki akal; sebagian lagi ada yang terus menggigit lidahnya sendiri, yang terjulur keluar sampai ke dada, sedang dari mulutnya keluar cairan yang busuk yang membuat orang-orang merasa jijik kepadanya; sebagian lagi ada yang memotong tangan dan kaki mereka sendiri; sebagian lagi ada yang disalib diatas batang-batang api; sebagian lagi berbau lebih busuk daripada bangkai; dan sebagian lagi ada yang mengenakan jubah-jubah longgar dari ter.

Adapun orang yang berbentuk kera adalah para pemfitnah, yaitu pengadu domba. Orang yang berbentuk babi adalah para pemakan harta batil, haram, dan pungutan liar. Orang-orang yang terbalik kepala dan wajahnya diseret adalah para pemakan riba. Orang buta adalah orang yang menyelewengkan hukum. Orang tuli dan bisu adalah orang yang merasa sombong dengan amal-amalnya. Orang yang terus menggigit lidahnya sendiri adalah para ulama dan tukang cerita, yang perbuatannya tidak sesuai dengan ucapannya. Orang yang memotong tangan dan kakinya sendiri adalah orang yang menyakiti tetangga. Orang yang di salib diatas batang-batang api adalah mereka yang mengadukan orang yang tak bersalah kepada penguasa. Orang yang baunya lebih busuk daripada bangkai adalah mereka yang menuruti hawa nafsunya dan menghalangi hak Allah dari hartanya. Sedangkan orang yang mengakan jubah-jubah longgar dari ter adalah mereka yang sombong, takabur, dan berbangga diri."

Abu Hamid berkata," Seperti hadis yang diriwayatkan secara sahih bahwa peminum khamr akan dibangkitkan dengan botol tergantung di lehernya dan tangannya memegang gelas. Baunya sangat busuk melebihi baunya bangkai yang ada di bumi. Setiap orang melewatinya akan melaknatnya.

Allah SWT. Akan memperlihatkan hamba-Nya yang beriman, agar dia dapat melihat siksa yang pedih, sehingga dia dapat merasakan nikmat pahala yang diberikan kepadanya dan sebaliknya. Sebagaimana firman-Nya dalam surah al-A'raf ayat 47 yang terjemahannya,"Apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu."

Adapun maknya adalah : Ayat ini menerangkan, bila penghuni A'rāf ini mengalihkan pandangannya ke arah penghuni neraka, timbullah ketakutan mereka, lalu memohon kepada Allah SWT. agar mereka jangan dimasukkan bersama orang-orang yang zalim itu ke dalam neraka. Sedangkan melihat penghuni surga adalah kesenangan dan kesukaan mereka. Karena itu ketika mereka melihat surga mengucapkan salam sejahtera, karena kerinduan hati mereka melihat kesenangan yang ada di dalamnya. Jadi maksud ayat ini adalah menumbuhkan rasa takut dan gentar kepada penghuni A'rāf itu, agar dapat dijadikan pelajaran bagi manusia untuk berhati-hati agar jangan mengerjakan pekerjaan yang dapat mendatangkan dosa.oleh karena itu, di dalam kehidupan ini haruslah kita patuh dan taat kepada-Nya.

Aunur Rofiq

Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).



(erd/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads