3 Doa Nabi Daud AS untuk Mohon Kesabaran hingga Ampunan

3 Doa Nabi Daud AS untuk Mohon Kesabaran hingga Ampunan

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Minggu, 27 Nov 2022 16:30 WIB
ilustrasi berdoa
Ilustrasi doa Nabi Daud AS untuk mohon kesabaran hingga ampunan. Foto: ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta - Nabi Daud AS adalah nabi yang terkenal gemar beribadah. Ia dikisahkan juga sering memanjatkan doa kepada Allah SWT terlebih ketika akan melawan musuh.

Di antara doa yang dipanjatkan Nabi Daud AS telah termaktub dalam Al-Qur'an. Selain doa Nabi Daud AS, sejumlah ayat dalam Al-Qur'an juga biasa dipanjatkan oleh nabi dan rasul lainnya.

Mengutip dari Doa Harian yang Dianjurkan Para Nabi & Orang Saleh susunan Tim Lentera, serta buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, berikut sejumlah doa Nabi Daud AS.

Doa Nabi Daud AS

1. Doa Nabi Daud AS bersama Tentara Perang sebelum Menghadapi Jalut

Doa Nabi Daud AS tatkala hendak perang menghadapi Jalut terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 250.

رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Rabbanaa afrigh 'alayna shabraw watsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal qawmil kaafiriin

Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.

Menurut buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, saat di usia mudanya, Nabi Daud AS ikut dalam pasukan Raja Thalut melawan Jalut untuk membela tanah Palestina yang telah dikuasai orang-orang musyrik.

Ketika Jalut yang terkenal sebagai orang pemberani, terlatih dan tak pernah kalah, memimpin rombongannya yang terdiri dari bala tentara dengan peralatan perang lengkap. Banyak dari laskar Thalut yang ketakutan akan pasukan musuh, dan hanya sebagian kecilnya yang berani.

Mereka menyemangati kawan-kawannya yang berkecil hati itu, dan berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan. Bacaan doa yang dibaca tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 250.

Tak lama Jalut menginginkan pertandingan duel satu lawan satu, dan dari pasukan Thalut tak ada yang menyanggupinya. Pasukan Jalut meledek sembari menghina karena tak ada yang berani menghadapinya.

Karena tak tahan dengan Jalut yang penuh dengan kesombongan, Nabi Daud AS meminta izin Raja Thalut untuk melawan Jalut. Thalut awalnya meragukan Nabi Daud AS, tetapi kemudian ia mengizinkannya.

Keluarlah Nabi Daud AS sebagai perwakilan tentara Thalut yang penuh keyakinan akan pertolongan Allah SWT. Diseranglah Jalut dengan katapel dan bebatuan. Hanya dengan beberapa lemparan, Jalut pun tersungkur dan mati. Juga para pasukannya mundur dan berlari.

2. Doa Syukur Nabi Daud AS

Doa Nabi Daud AS lainnya adalah doa syukur. Doa ini tercantum dalam surah An Naml ayat 15:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Alhamdulillahilladzi fadhalanaa 'ala katsirim min 'ibaadihil mu'miniin

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami daripada kebanyakan hamba-hamba-Nya yang mukmin."

Dijelaskan bahwa sebelumnya Nabi Daud AS adalah seorang penggembala kambing milik sang ayah. Dengan mengalahkan dan membunuh Jalut, ia dikenal dan disenangi oleh orang-orang wilayahnya pada kala itu.

Ia juga dinikahkan dengan putri Raja Thalut yang bernama Mikyal atas jasanya. Meninggalnya Thalut membuat Nabi Daud AS diangkat menjadi raja Bani Israil.

Nabi Daud AS menjadi raja yang bijak dalam menangani masalah yang dialami rakyatnya, dan ia selalu memberi keputusan yang adil. Ia juga diberi sejumlah kemampuan hebat oleh Allah SWT. Nabi Daud AS mampu memimpin kerajaan dan rakyatnya, sehingga mereka semua hidup makmur.

Dengan segala harta, keahlian, jabatan dan kehormatan yang dimilikinya, Nabi Daud AS tidak lupa diri. Ia justru selalu bersyukur kepada Allah SWT atas kelebihan nikmat-Nya dengan membaca doa yang disebutkan dalam Surah An-Naml ayat 15.

3. Istighfar Nabi Daud AS

Zikir yang sering dibaca oleh Nabi Daud AS adalah istighfar untuk memohon ampunan Allah SWT atas kekhilafannya dalam menangani dua pihak yang berselisih. Kisah tersebut Allah ceritakan dalam firman-Nya, surah Sad ayat 21-25.

Singkat cerita Nabi Daud AS menikahi seorang wanita yang menjadi tunangan tentaranya. Di mana tentara itu sedang dikirim ke medan perang

Allah SWT menegurnya Nabi Daud AS atas perbuatannya itu, dengan mendatangkan dua malaikat yang menyamar sebagai manusia. Keduanya seolah-olah meminta keputusan dalam menengahi perkara di antara mereka.

Setelah ia memberi solusi atas hal tersebut, Nabi Daud AS menyadari bahwa kedua orang tersebut adalah utusan Allah yang datang untuk mengujinya. Kemudian ia meminta ampunan dan bertobat kepada Allah SWT dengan beristighfar atas kesalahannya dalam menikahi wanita prajuritnya.

Adapun bacaan istighfar singkat adalah sebagai berikut,

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullahal 'adziim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)