Menghargai Perbedaan di Dunia Virtual

detikKultum Ramadan Bersama Prof. Nasaruddin Umar

Menghargai Perbedaan di Dunia Virtual

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 08 Mar 2026 17:45 WIB
detikKultum Prof Nasaruddin Umar Eps 18, Minggu (8/3/2026).
detikKultum Prof Nasaruddin Umar Eps 18, Minggu (8/3/2026). Foto: Tim detikKultum
Jakarta -

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keberagaman tertinggi di dunia. Dari Sabang sampai Merauke, bangsa ini dihuni oleh berbagai suku, bahasa, budaya, dan agama yang hidup berdampingan dalam satu wilayah negara.

Keberagaman tersebut bukan hanya menjadi ciri khas Indonesia, tetapi juga menjadi kekuatan besar yang dapat melahirkan persatuan dan energi kolektif bagi kemajuan bangsa.

Dalam detikKultum Ramadan, Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya merawat pluralitas tersebut agar tidak berubah menjadi sumber konflik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menggambarkan betapa luar biasanya keberagaman yang dimiliki Indonesia.

"Barangkali Indonesia adalah negara yang paling plural di kolong langit ini. Lebih dari 15.000 pulau, ribuan etnik, ribuan bahasa lokal, bahkan kadang satu sama lain tidak saling memahami bahasanya," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Minggu (8/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Prof Nasaruddin Umar, tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah bagaimana mengelola perbedaan tersebut agar tidak menimbulkan perpecahan.

"Dalam perbedaan yang begitu banyak ini, bagaimana caranya kita menyikapi perbedaan supaya kita tetap kompak, tetap bersatu. Sinergi itulah yang melahirkan energi," lanjutnya.

Namun ia juga mengingatkan keberagaman dapat menjadi berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik. Jika masyarakat terlalu menekankan perbedaan tanpa membangun rasa persatuan, maka potensi konflik dapat muncul.

"Jangan sampai pluralitas budaya, etnik, bahasa, warna kulit, dan agama membuat kita berkonflik satu sama lain. Itu sangat berbahaya kalau Indonesia hanya menitikberatkan perbedaan dan perbedaan," katanya.

Karena itu, masyarakat Indonesia perlu memiliki kesadaran bersama bahwa perbedaan bukanlah ancaman. Sebaliknya, perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat dan dijaga.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keindahan pluralitas Indonesia dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan.

"Mari kita pertahankan keindahan pluralitas Indonesia. Dengan kegembiraan kita akan menyadari bahwa perbedaan itu nikmat, perbedaan itu indah, dan konfigurasi itu dahsyat," pungkasnya.

Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Menghargai Perbedaan di Dunia Virtual tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!

Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).

(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads