Kita hidup di zaman big data. Semua terekam. Semua tercatat. Setiap transaksi meninggalkan jejak digital. Setiap percakapan bisa disimpan. Setiap aktivitas bisa direkam dan dianalisis.
Pada detikKultum Ramadan, Prof Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah big data.
"Al-Qur'an itu sudah mengisyaratkan kepada kita bahwa nanti suatu saat akan ada sebuah dunia yang luar biasa semuanya bisa dicatat semuanya bisa di-recording. Kalau kamu melakukan transaksi transaksi apapun, catatlah," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum, Sabtu (21/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Puasa sebagai Detox Overload Informasi |
Lebih lanjut Prof Nasaruddin Umar menerangkan, pada masa Nabi Muhammad SAW, ayat ini tentu terasa sangat luar biasa.
"Orang Arab ketika itu menulis di pelepah kurma, kulit kambing, atau batu. Tinta pun mahal. Mereka belum bisa membayangkan dunia di mana semua data tersimpan rapi tanpa kertas," sambungnya.
Hari ini, kita tidak lagi menyimpan catatan di lembaran fisik. Data tersimpan di laptop, server, atau flashdisk. Semua terdigitalisasi. Seolah-olah dunia menjadi ruang arsip raksasa.
Prof Nasaruddin Umar menjelaskan dalam Al-Qur'an bahkan ada sumpah yang sangat menarik dalam surah Al-Qalam: "Demi pena dan apa yang mereka tulis." Pena adalah simbol peradaban, simbol ilmu, simbol dokumentasi. Artinya, sejak awal wahyu sudah menekankan pentingnya tulisan dan pencatatan.
Bahkan ada satu surah bernama surah An-Naba, yang berarti "pemberitaan". Ini menunjukkan bahwa informasi, berita, dan kabar adalah bagian dari perhatian besar Al-Qur'an.
Dari sini Prof Nasaruddin Umar mengingatkan, Al-Qur'an sesungguhnya adalah "big data". Di dalamnya ada rekaman masa lalu, kisah terdahulu, hukum-hukum kehidupan, bahkan prediksi masa depan hingga kehidupan akhirat.
"Al-Qur'an adalah big data. Semua prediksi-prediksi masa lampau, masa akan datang yang belum terjadi sampai di akhirat itu ada di Al-Qur'an. Jadi Al-Qur'an adalah big data," pungkas Prof Nasaruddin Umar.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Al-Qur'an sebagai Petunjuk di Tengah Big Data tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Baca juga: Ramadan dan Literasi Digital Islami |












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"