Khutbah Jumat Tema Iman, Islam dan Perdamaian

Khutbah Jumat Tema Iman, Islam dan Perdamaian

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 21 Des 2023 17:00 WIB
Khutbah Jumat Tema Iman, Islam dan Perdamaian
Ilustrasi Khutbah Jumat Tema Iman, Islam dan Perdamaian (Foto: AP/Achmad Ibrahim)
Jakarta -

Khutbah Jumat kali ini akan membahas tentang iman, Islam, dan perdamaian. Dalam naskah ini dijelaskan bahwa agama dan perdamaian saling mendukung satu sama lain.

Keberadaan perdamaian menjadi kunci untuk melaksanakan agama dengan sepenuhnya, begitu pula sebaliknya. Tanpa kehadiran agama, kehidupan yang damai dapat menjadi sekuler.

Maka dari itu, kita sebagai muslim diminta untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Agar iman kita bisa tumbuh serta menjadi manusia yang damai, sehingga dapat memberikan hal positif untuk banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut naskah khutbah tentang Iman, Islam dan Perdamaian yang disusun oleh Sekretaris MUI Provinsi Lampung, H Muhammad Faizin. Dilansir dari laman Kemenag, Kamis (14/12/2023).

Khutbah I

Ø§Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ØŖŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘ŲƒŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŠŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø¨Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„ØļŲŲ‘ŲŠØ§ŲŽŲ‚ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ŲŲŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ§ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų’Ų„Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ø¯ŲŲ‚Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ø§Ų„ØŖŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†Ų. Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų…ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų Ø§Ų„Ų…ŲŽØ¨Ų’ØšŲŲˆŲ’ØĢؐ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲŽŲ‘Ø§Ø¨ŲØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų„ŲŽØ§Ø­ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§Ų‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØŠŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų’Ų„ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲŲ‘ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų. ØŖŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ØŖŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡Ø§ŲŽ Ø§Ų’Ų„Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø­ŲŽŲŲØ¸ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲŠŲŽ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų. Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„Ų‰ŲŽ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų: ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØĒŲŽŲ‘Ų‚Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„ Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų…ŲŽØŽŲ’ØąŲŽØŦŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲŠŲŽØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ Ø­ŲŽŲŠŲ’ØĢŲ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ­Ų’ØĒŲŽØŗŲØ¨Ų ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲŽŲ‘Ų„Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø­ŲŽØŗŲ’Ø¨ŲŲ‡ŲÛĨŲ“ ۚ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ Ø¨ŲŽŲ°Ų„ŲØēŲ ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ‡ŲÛĻ Ûš Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„ŲŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲ‰Ų’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ‹Ø§

ADVERTISEMENT

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Pada kesempatan mulia ini, khatib berwasiat pada diri khatib sendiri dan seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan menjadi bekal utama dan sangat berharga saat kita bertemu dengan Allah SWT kelak, dan orang yang paling bertakwa akan mendapatkan posisi yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Selain menguatkan ketakwaan, sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa mengungkapkan dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia Iman dan Islam, serta berbagai kenikmatan kehidupan lainnya di dunia ini. Kenikmatan yang kita syukuri ini telah dijanjikan oleh Allah SWT akan ditambah. Sebaliknya jika kita mengufuri nikmat Allah, maka balasan berupa siksa pedih dari Allah akan kita terima.

Kemudian dengan mensyukuri nikmat iman dan Islam ini, tidak hanya akan memberikan nilai positif bagi diri kita sendiri, namun juga akan memberikan kemaslahatan bagi orang lain. Di antara buah dari keteguhan iman dan Islam adalah terwujudnya kebaikan dan kemaslahatan bagi orang lain yang terwujud dalam bentuk perdamaian di kehidupan masyarakat.

Iman, Islam, dan perdamaian merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Jika seseorang memiliki iman dan Islam yang baik, maka bisa dipastikan kedamaian akan menghiasi dan menaungi kehidupannya bersama masyarakat.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Dilihat dari kata 'Islam' itu sendiri, para ulama memaknainya dengan arti perdamaian sehingga Islam dan perdamaian adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Orang akan tergolong mengingkari nilai keislaman itu sendiri jika tidak mengedepankan perdamaian dengan sesama umat Islam dan juga seluruh manusia pada umumnya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Bararah ayat 208:

ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ Ø§Ø¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØŗŲŲ‘Ų„Ų’Ų…Ų ŲƒŲŽØ§ŲŲŽŲ‘ØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØĒŲŽŲ‘Ø¨ŲØšŲŲˆØ§ ØŽŲØˇŲŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ¯ŲŲˆŲŒŲ‘ Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ†ŲŒ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu"

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Melalui ayat ini, Allah mengingatkan kepada manusia untuk tidak setengah-setengah dalam masuk ke dalam agama Islam. Allah mengingatkan untuk masuk pada agama Islam dengan kaffah (menyeluruh) yang di dalamnya juga terkait bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam seperti perdamaian. Dengan terwujudnya perdamaian dalam kehidupan, maka segala sektor kehidupan akan dapat berjalan dengan baik seperti pembangunan dan termasuk juga ketenangan dalam beribadah.

Kita bisa merasakan sendiri bagaimana nikmatnya beribadah di tengah-tengah perdamaian yang jauh dari konflik dan peperangan. Jika saat ini kita berada dalam situasi perang, maka bisa dipastikan kita tidak bisa beribadah dengan tenang seperti ini. Oleh karenanya nikmat perdamaian yang merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Islam ini harus terus kita pertahankan.

Bukan hanya mendapatkan efek positif dalam kehidupan dunia, perdamaian juga merupakan sebuah sikap yang memiliki nilai pahala. Rasulullah sendiri menyebutkan bahwa ketika seseorang mampu mewujudkan perdamaian, maka pahalanya akan bisa melebihi pahala shalat, zakat, dan sedekah. Sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah saw melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi:

ØŖŲŽŲ„ŲŽØ§ ØŖŲØŽŲ’Ø¨ŲØąŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØŖŲŽŲŲ’ØļŲŽŲ„ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŽØąŲŽØŦŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§ØŠŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲŲ‘ŲŠŲŽØ§Ų…ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø¯ŲŽŲ‚ŲŽØŠŲØŸ " Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆØ§: Ø¨ŲŽŲ„ŲŽŲ‰. Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: " ØĨؐØĩŲ’Ų„ŲŽØ§Ø­Ų Ø°ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų. ŲˆŲŽŲŲŽØŗŲŽØ§Ø¯Ų Ø°ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų‡ŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§Ų„ŲŲ‚ŲŽØŠŲ

"Maukah jika aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih utama dari derajat puasa, shalat dan sedekah? Para sahabat berkata, Tentu ya Rasulullah. Beliau bersabda: Mendamaikan orang yang sedang berselisih. Rusaknya orang yang berselisih adalah pencukur (mencukur amal kebaikan yang telah dikerjakan)."

Dari hadits ini kita bisa mengetahui bahwa Nabi Muhammad sangat mendorong kita untuk mampu menjadi juru perdamaian. Hal ini selaras dengan misi nabi yang merupakan penyempurna akhlakul karimah. Orang yang mengedepankan perdamaian memiliki akhlak yang baik dengan memberi tauladan untuk menebar kasih sayang dan menghindari permusuhan.

Terlebih di negara kita ini yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi sebuah bangsa yang penuh dengan keanekaragaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Prinsip perdamaian dalam perbedaan harus terus kita pegang dan semai bersama. Bukan hanya saat ini saja, namun para generasi penerus juga harus mampu meneruskannya. Bukan kepada sesama umat Islam saja, namun kepada seluruh masyarakat yang ada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita perlu mengingat firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13:

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†Ų°ŲƒŲŲ…Ų’ ؅ؐؑ؆ؒ Ø°ŲŽŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ‘Ø§ŲŲ†Ų’ØĢŲ°Ų‰ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†Ų°ŲƒŲŲ…Ų’ Ø´ŲØšŲŲˆŲ’Ø¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų‚ŲŽØ¨ŲŽØ§Û¤Ų‰ŲŲ•Ų„ŲŽ ؄ؐØĒŲŽØšŲŽØ§ØąŲŽŲŲŲˆŲ’Ø§ ۚ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§ŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽØĒŲ’Ų‚Ų°Ų‰ŲƒŲŲ…Ų’ Û—Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ ØŽŲŽØ¨ŲŲŠŲ’ØąŲŒ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Oleh karenanya di penghujung khutbah ini, khatib berpesan, mari kita terus pupuk perdamaian dalam kehidupan terlebih dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Perdamaian yang mampu kita wujudkan ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa kita adalah orang yang benar-benar Islam dan juga orang yang benar-benar beriman. Amin ya rabbal alamin.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų’Ų„ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°ŲŲ‘ŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų„ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲ„ŲŽØ§ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŲŠŲ’ØšŲ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲŲŽØŖØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…

Khutbah II

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄؇ؐ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų’Ų„Ø§ŲØĒŲŲ‘Ø­ŲŽØ§Ø¯Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲØšŲ’ØĒؐØĩŲŽØ§Ų…Ų Ø¨ŲØ­ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲŠŲ’Ų†Ų. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ŲŽØ´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§Ų‡Ų Ų†ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲŲ‡ Ų†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†Ų. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§ŲŽŲ„Ų’Ų…ŲŽØ¨Ų’ØšŲŲˆŲ’ØĢŲ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØšŲ’ØĒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØąŲØšŲŲˆŲ’Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽØŠŲ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§ŲŽØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲŠŲŲ‘ ŲŠŲŽØ§ØŖŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡Ø§ŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ . ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§ŲŽŲ„Ø§ŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒŲ’ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ØŗŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŒ Ų‚ŲŽØąŲŲŠŲ’Ø¨ŲŒ Ų…ŲØŦŲŲŠŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘ØšŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽŲŠŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§ØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØŦŲŽØ§ØĒؐ Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ø§ŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų ØŦŲŽŲ‡ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ؁ؐØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲŲŠØ­Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘ØŦŲŽŲ‘Ø§Ų„Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ؁ؐØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĒؐ

Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŽŲ„Ø§ŲŽØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø˛ŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽØ˛ŲŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŲˆŲ’ØĄŲŽ Ø§Ų’Ų„ŲŲØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲŲ†Ų’Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŲŠŲ’ØŗŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ ØŽØĸØĩŲŽŲ‘ØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšØĸŲ…ŲŽŲ‘ØŠŲ‹ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ . ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘Ų†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ

ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨؐ؊ØĒŲŽØĸØĻؐ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØĸØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽŲ‘ØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ø¯Ų’ØšŲŲˆŲ’Ų‡Ų ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ




(hnh/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads