Qulil Haqqa Walau Kana Murran, Apa Artinya?

Qulil Haqqa Walau Kana Murran, Apa Artinya?

Rahma Harbani - detikHikmah
Sabtu, 26 Nov 2022 13:30 WIB
Ilustrasi Muslim
Ilustrasi. Ini arti ungkapan,
Jakarta - Mungkin sebagian muslim ada yang tidak asing dengan ungkapan dalam bahasa Arab seperti, "Qulil haqqa walau kana murran" dan mempertanyakan maknanya.

Pada dasarnya, ungkapan tersebut adalah potongan dari salah satu sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Arti Qulil Haqqa Walau Kana Murran

Qulil haqqa walau kana murran adalah salah satu wasiat Rasulullah SAW pada salah seorang sahabat. Wasiat tersebut disampaikannya sesaat sebelum Rasulullah SAW menemui ajalnya.

Sahabat yang dibekali pesan tersebut adalah Abu Dzar al Ghifari RA. Sedikit informasi, ia adalah pengawal setia Rasulullah yang turut berjasa dalam penyebaran agama Islam.

Berikut bunyi bacaannya dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan.

قُلِ اَلْحَقَّ، وَلَوْ كَانَ مُرًّا

Bacaan latin: Qulil haqqa walau kana murran

Artinya: Sampaikan kebenaran meskipun itu pahit.

Melansir Rizem Aizid dalam buku The Great Sahaba, wasiat tersebut bertujuan untuk mengingatkan muslim agar senantiasa berkata jujur meski kejujuran tersebut pahit.

"Wasiat Rasulullah ini mengandung hikmah yang sangat besar yaitu bahwa jujur lebih utama dan lebih baik daripada dusta," tulis Rizem Aizid.

Wasiat itu pun diamalkan Abu Dzar dengan baik. Terbukti dari segala bentuk kritikan dan teguran pada pemimpinnya yang ia anggap terlalu hedonis.

Di samping berkata jujur dalam ungkapan, "Qulil haqqa walau kana murran," tersebut, ada enam lainnya yang dipesankan dari Rasulullah SAW pada Abu Dzar. Berikut tujuh wasiat selengkapnya dari Rasulullah SAW.

7 Wasiat Rasulullah pada Abu Dzar RA

1. Wasiat agar mencintai orang miskin

2. Wasiat agar melihat pada orang yang lebih rendah dalam hal materi

3. Wasiat agar menyambung tali silaturahim

4. Wasiat memperbanyak ucapan hauqalah (Laa haula walaa quwwata illa billah)

5. Wasiat agar berani berkata benar walaupun pahit (Qulil haqqa walau kana murran)

6. Wasiat agar tidak takut pada celaan dalam berdakwah

7. Wasiat agar tidak meminta-minta harta

Secara lengkap, ketujuh wasiat tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam suatu hadits yang berbunyi,

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ أَمَرَنِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِسَبْعٍ أَمَرَنِى بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِى أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِى وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِى وَأَمَرَنِى أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِى أَنْ لاَ أَسْأَلَ أَحَداً شَيْئاً وَأَمَرَنِى أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا وَأَمَرَنِى أَنْ لاَ أَخَافَ فِى اللَّهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ وَأَمَرَنِى أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ

Artinya: Pada suatu hari, Abu Dzar duduk dan menyampaikan sebuah hadits dan berkata, "Aku diberi wasiat oleh kekasihku dengan tujuh perkara: agar selalu mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka; agar melihat orang yang berada di bawah dan tidak melihat orang yang berada di atas dalam hal materi/harta; agar menyambung silaturahmiku meskipun mereka bersifat buruk/jahat; agar memperbanyak ucapan laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah); agar selalu mengatakan kebenaran meskipun pahit; Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah; Beliau menasihatiku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.

Semoga kita juga bisa menerapkan wasiat Rasulullah SAW di atas termasuk wasiat, "Qulil haqqa walau kana murran" ya, detikers.

Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)