Dalam kultum berjudul Hati-Hati Digocek Iblis, Ustaz Koh Dennis Lim menekankan bahwa musuh utama manusia adalah setan. Bukan orang lain, bukan keadaan, tetapi bisikan yang pelan dan terus-menerus masuk ke dalam hati hingga akhirnya mendorong seseorang melanggar batas yang telah Allah tetapkan.
Dari bisikan yang tampak ringan itulah, langkah menuju dosa kerap bermula tanpa disadari. Ketika dosa sudah terjadi, manusia sering mengatakan bahwa semua itu karena godaan, seolah-olah kesalahan sepenuhnya ada pada setan.
Padahal, menurut penjelasan beliau, setan hanya mengajak tanpa paksaan, sedangkan keputusan tetap ada pada diri manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 22.
وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ٢٢
Arab latin: Wa qālasy-syaiṭānu lammā quḍiyal-amru innallāha wa'adakum wa'dal-ḥaqqi wa wa'attukum fa akhlaftukum, wa mā kāna liya 'alaikum min sulṭānin illā an da'autukum fastajabtum lī, falā talūmūnī wa lūmū anfusakum, wa mā ana bimuṣrikhikum wa mā antum bimuṣrikhiyy(a), innī kafartu bimā asyraktumūni min qabl(u), innaẓ-ẓālimīna lahum 'ażābun alīm(un).
Artinya: Setan berkata ketika urusan (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku mengingkarinya. Tidak ada kekuasaan bagiku sedikit pun terhadapmu, kecuali aku (sekadar) menyerumu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh karena itu, janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menjadi penolongmu dan kamu pun tidak dapat menjadi penolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang zalim akan mendapat siksaan yang sangat pedih."
Ustaz Koh Dennis Lim menekankan bagian ayat yang menyebut bahwa setan tidak memiliki kekuasaan selain hanya mengajak. Setelah manusia mengikuti bujukannya, setan justru berlepas diri.
Beliau menjelaskan bahwa pada hari akhir nanti, setan akan mengatakan bahwa janji Allah benar, sedangkan janji setan adalah dusta. Bahkan setan menyuruh manusia menyalahkan diri sendiri.
Dalam kultumnya, beliau juga memberikan kabar baik bahwa sebenarnya tipu daya setan itu lemah. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 76:
اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًا ۚ ࣖ
Arab latin: inna kaidasy-syaiṭāni kāna ḍa'īfā(n).
Artinya: Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
Namun demikian, kata Ustaz Koh Dennis Lim, kelemahan itu akan terasa kuat ketika bisikan setan tersebut diladeni. Saat seseorang hendak salat lalu muncul dorongan untuk meninggalkannya, setan tidak mampu memaksa. Jika langkah tetap menuju ketaatan, setan tidak bisa berbuat apa-apa selain membisikkan.
Di akhir penjelasannya, Ustaz Koh Dennis Lim kembali mengingatkan bahwa setiap dosa menjadi tanggung jawab pribadi. Setan tidak dapat menolong manusia, dan manusia pun tidak dapat menolong setan.
Oleh karena itu, beliau mengajak agar senantiasa iman dijaga dengan ilmu, dikuatkan dengan Al-Qur'an, serta dibuktikan melalui amal saleh. Godaan akan selalu ada, tetapi pilihan tetap berada pada diri masing-masing.
Baca juga: Selingkuh Bikin Kisruh |












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Israel Serang Gaza dengan Senjata Pemusnah Tubuh, MUI Pertanyakan Peran Board of Peace
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU