Negara Mayoritas Muslim Ini 'Larang' Hijab di Sekolah, Apa Alasannya?

ADVERTISEMENT

Negara Mayoritas Muslim Ini 'Larang' Hijab di Sekolah, Apa Alasannya?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 14 Okt 2026 18:01 WIB
Protes terkait larangan hijab di sekolah Azerbaijan (Screenshot video 20detik/APA)
Foto: Protes terkait larangan hijab di sekolah Azerbaijan (Screenshot video 20detik/APA)
Jakarta -

Siswi berhijab di Azerbaijan kini mendapat tantangan penolakan di kelas. Situasi ini telah memicu protes di negara tersebut, mengingat mayoritas penduduknya (96%) beragama Islam.

Penolakan siswi berhijab di berbagai sekolah muncul imbas kebijakan pemerintah yang menerapkan "prinsip sekularisme" dalam pendidikan. Kebijakan ini tidak secara langsung melarang hijab, tetapi beberapa sekolah mengambil keputusan untuk menolak siswi berhijab atas dasar "prinsip sekuler".

Kebijakan pemerintah yang kontroversial ini tidak hanya menimpa siswi, melainkan juga guru-guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejujurnya, saya sedikit emosional. Saya merasa sakit hati. (Hijab) adalah pilihan pribadi, dan jika suatu hari saya ingin melepasnya, itu juga seharusnya menjadi pilihan saya," kata guru di Azerbaijan, Zahra Hasanova, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (14/10/2026).

Siswi sampai Diusir dari Sekolah

Penolakan siswi berhijab di Sekolah No. 6 Sumqayit, Azerbaijan sempat viral di media sosial. Dalam sebuah video, para siswi berhijab memeluk guru mereka dan menangis saat diusir dari sekolah.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan media lokal, siswa-siswi di dua sekolah di Azerbaijan memboikot kelas sebagai protes terhadap pembatasan hijab tersebut. Demonstrasi dilaporkan terjadi di Sekolah No. 322 dan Sekolah No. 69 di Baku, serta sekolah-sekolah di distrik Masally dan Jalilabad, menurut Tasnim News Agency.

Di daerah Khokhmeli, orang tua dikabarkan akan menarik putra mereka dari sekolah sebagai protes terhadap pembatasan yang memengaruhi anak perempuan.

Kenapa Larangan Hijab Bisa Terjadi?

Larangan hijab di sekolah muncul usai ditetapkannya Resolusi Kabinet Menteri No. 309, yang diadopsi pada 21 September 2026. Aturan ini melarang pakaian tambahan yang melanggar persyaratan seragam sekolah atau bertentangan dengan prinsip pendidikan sekuler.

Meski tidak secara langsung menyebut hijab dalam aturan, implementasinya menyebabkan beberapa sekolah melarang hijab.

Pihak berwenang mengatakan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk menetapkan kode berpakaian seragam yang sesuai dengan sistem sekuler Azerbaijan. Konstitusi Azerbaijan mendefinisikan negara sebagai sekuler sambil menjamin kebebasan beragama, sehingga menempatkan pihak berwenang di bawah pengawasan atas bagaimana mereka menyelaraskan peraturan sekolah dengan hak-hak individu.

Pada 9 Oktober, Departemen Pendidikan Kota Baku mengumumkan pemeriksaan kepatuhan terhadap persyaratan pakaian. Tiga hari kemudian, Kementerian Dalam Negeri mengatakan 37 orang telah ditahan sehubungan dengan insiden seputar penegakan aturan seragam sekolah.

Kementerian tersebut menuduh para tahanan telah memprovokasi konfrontasi dengan para pekerja pendidikan, merusak lembaga pendidikan, dan berupaya mengganggu kegiatan sekolah dan lalu lintas. Kini, protes telah merambah ke Turkiye karena kemiripan pembatasan hijab yang pernah terjadi pada 1997.

Pada awal Oktober, para demonstran berkumpul di luar konsulat Azerbaijan di Istanbul untuk memprotes pembatasan yang memengaruhi perempuan Muslim. Mereka menyerukan kepada pihak berwenang di Baku untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.



(faz/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads