Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan sekolah terdampak berat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyesuaikan pembelajaran bagi para siswa-siswi. Sekolah terdampak berat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), seperti di Banten dan Lampung.
"Di daerah-daerah yang terdampak oleh erupsi Anak Gunung Krakatau dapat dilakukan penyesuaian pembelajaran yang dilakukan dengan mengacu pada nilai indeks standar pencemaran udara di daerah-daerah yang terdampak. Dan terkait dengan kegiatan pembelajaran di daerah yang terdampak cukup berat, ada beberapa dilaporkan di Banten, terutama di Kabupaten Serang. Kemudian untuk di Lampung, itu ada di Tanggamus, di Bandar Lampung, dan Lampung Selatan," kata Mu'ti dalam jumpa pers daring di akun YouTube Bakom, Minggu (6/9/2026).
Mu'ti mengingatkan keselamatan warga sekolah, para siswa, dan guru menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, wilayah yang terdampak berat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyesuaikan kegiatan belajar mulai Senin (7/9).
"Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring atau PJJ," ujar Mu'ti.
"Kemudian daerah yang tidak terdampak langsung, maka pembelajaran dapat tetap diselenggarakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas, menutup pintu, jendela, dan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan keselamatan bagi seluruh murid. Nah untuk lama dan jam belajar dapat disesuaikan," tegasnya.
Jakarta Berlakukan PJJ ke Semua Sekolah
Hari ini (7/9/2026), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan PJJ ke semua sekolah menyikapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, dalam keterangan resmi Pemprov DKI, Minggu (6/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan. Nahdiana mengatakan penerapan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan, melainkan menyesuaikan dengan kondisi yang berlangsung.
"Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi," tuturnya.
Seluruh PAUD, SD, SMP di Kota Serang Terapkan PJJ
Di Kota Serang, Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengalihkan sementara kegiatan pembelajaran bagi seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP menjadi PJJ.
Kebijakan tersebut berlaku selama satu hari pada hari ini. Pemkot mengatakan kebijakan diterapkan untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik serta warga sekolah.
"Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dialihkan sementara untuk melaksanakan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) selama 1 (satu) hari pada Senin, 7 September 2026," ujar Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, Minggu (6/9/2026).
Ahmad Nuri mengatakan pelaksanaan PJJ akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi lingkungan, khususnya kualitas udara dan arah sebaran abu vulkanik.
"Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang secara berkala terus berkoordinasi, meminta pertimbangan teknis Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Serang terkait perkembangan indeks kualitas udara (ISPU) serta arah sebaran abu vulkanik guna menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya," katanya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Dedi Mulyadi Bolehkan Sekolah Terdampak Abu Vulkanik Lakukan PJJ
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sekolah, khususnya di wilayah Bogor-Sukabumi untuk melakukan PJJ pada hari ini.
Diketahui, sejumlah daerah di Jabar terdampak guguran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Wilayah terdampak di antaranya Bogor, Sukabumi, Cianjur hingga Bandung.
"Meningkatnya sebaran abu vulkanik yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas debunya tinggi seperti Bogor dan Sukabumi, serta daerah lain yang memang ada intensitas sebaran abu vulkaniknya tinggi, para kepala sekolah terhitung mulai hari Senin tanggal 7 September 2026 bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem pembelajaran secara daring di rumahnya masing-masing," kata Dedi dalam media sosialnya, Minggu (6/9/2026).
Dedi menyebut, kebijakan itu diserahkan kepada para kepala sekolah.
"Sekali lagi kepada para kepala sekolah bisa mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan kondisi di lapangan agar sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring di rumahnya masing-masing," ujarnya.
Dedi berharap, kebijakan dan langkah yang diambil para kepala sekolah bisa mengantisipasi paparan debu yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan siswa.
"Demikian informasi ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman dan semoga kita semua bisa menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya dengan mempertimbangkan kesehatan, keselamatan," pungkasnya.
Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Senin (7/9/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, TikTok dan Facebook detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
(vrs/vrs)