Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sedang dibuka sampai 27 September mendatang bagi siswa SMA/sederajat dan SMK/sederajat. Berbeda dengan di SMA, TKA SMK mulai tahun ini memiliki 51 mata pelajaran program keahlian vokasi.
Siswa SMK juga berpotensi menempuh masa pelaksanaan TKA yang bersamaan dengan masa praktik kerja lapangan (PKL) atau praktik kerja industri (prakerin), tidak seperti di SMA. Lantas, bagaimana pelaksanaan TKA SMK?
Sebagai persiapan TKA, ketahui serba-serbi TKA SMK di bawah ini, dirangkum dari petunjuk teknis pelaksanaan TKA dan unggahan resmi Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
TKA SMK Saat PKL
Jika sedang PKL di luar kota, siswa dapat berkoordinasi dengan sekolah asal untuk menentukan lokasi TKA yang terdekat dengan lokasi pelaksanaan PKL. Siswa akan ditempatkan di satuan pendidikan terdekat untuk menumpang saat pelaksanaan TKA.
Sementara itu, jika siswa tetap tidak dapat mengikuti TKA sesuai jadwal yang sudah ditentukan, maka harus melapor melalui SMK asal. Siswa kemudian dapat mengikuti TKA susulan.
Daftar Mata Pelajaran TKA SMK 2026
Siswa SMK akan mengerjakan mata pelajaran wajib dan 2 mapel pilihan pada TKA. Pada 2026, siswa SMK, bisa memilih 2 mapel pilihan atau mapel pilihan program keahlian vokasi.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen, Dr Handaru Catu Bagus, S T, M M pada pada Kick Off Pendataan TKA Jenjang SMA/MA/Sederajat dan SMK/MAK Tahun 2026, dikutip dari kanal YouTube Pusat Asesmen Pendidikan, diakses Minggu (2/8/2026).
"Apakah dia bisa memilih mata pelajaran lain? Boleh, kalau seandainya dia tidak mau memilih program keahlian di mata pelajaran pilihan," ucapnya.
"Mereka bebas tetap memilih dari 19 yang lain, misalnya 'saya mau memilih Produk Kreatif', terus juga 'Saya mau memilih misalnya PPKn', misalnya, boleh. Artinya, tetap diberi kebebasan pada anaknya, disesuaikan dengan tadi, tujuan kariernya untuk apa anak tersebut, yang sesuai dengan rapor yang ada juga disesuaikan, dan lain sebagainya," jelasnya.
Handaru menggarisbawahi, jika siswa memilih mapel pilihan program keahlian, maka ia akan mengerjakan mapel yang sesuai dengan jurusan atau program studinya.
Ia mencontohkan, jika jurusan/prodi seorang siswa SMK adalah Teknik Komputer dan Informatika, maka mapel pilihan program keahliannya selaras dengan jurusannya.
"Dia tidak mungkin bisa memilih program keahlian lain, hanya dia bisa memilih teknik komputer dan informatika tersebut," ucapnya.
(twu/faz)