China Larang Sekolah Pangkas Jam Pelajaran Olahraga, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

China Larang Sekolah Pangkas Jam Pelajaran Olahraga, Ini Alasannya

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Senin, 02 Mar 2026 06:00 WIB
This photo taken on May 17, 2023 shows a high school student reading a book, ahead of the National College Entrance Examination (NCEE), known as gaokao, in Handan, in Chinas northern Hebei province. (Photo by AFP) / China OUT
Foto: AFP/STR/Sekolah di China
Jakarta -

Kementerian Pendidikan China meluncurkan program 'Health First' yang melarang sekolah mengurangi jam pelajaran olahraga atau menahan siswa di dalam kelas saat istirahat. Program ini bertujuan meningkatkan kebugaran siswa, mencegah miopia, dan memastikan lingkungan sekolah tetap sehat serta aktif.

Kebijakan tersebut tercantum dalam pedoman terbaru yang mengatur minimal dua jam aktivitas fisik setiap hari untuk siswa sekolah dasar dan menengah, termasuk 15 menit istirahat antar kelas. Kementerian menekankan bahwa pelanggaran terhadap aturan ini akan ditindak tegas sesuai regulasi pendidikan yang berlaku.

Salah satu poin yang paling tegas adalah memastikan setiap sekolah mengikuti jadwal olahraga secara penuh dan membiarkan siswa bergerak saat istirahat. Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan fisik dan mental siswa serta mendorong perkembangan kemampuan motorik dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan Guru dan Kesehatan Siswa

Dilansir China Daily, Kementerian Pendidikan China menyoroti pertumbuhan signifikan jumlah tenaga pengajar, terutama guru olahraga dan seni, yang masing-masing meningkat 71,6 persen dan 60,9 persen dibandingkan 2012. Lonjakan ini dinilai penting untuk mendukung kebugaran siswa di sekolah dasar maupun menengah.

ADVERTISEMENT

Menurut Survei Kesehatan Fisik Siswa Nasional 2024, tingkat keunggulan kebugaran siswa di semua jenjang meningkat 9,3 poin persentase sejak 2016.

Sementara itu, dalam upaya menurunkan angka miopia, tingkat rabun dekat siswa nasional menurun selama empat tahun berturut-turut dari 2021 hingga 2024 dan mencapai 50,3 persen pada 2024, sesuai target pengurangan 0,5 poin persentase per tahun.

Pengawasan Kesehatan dan Makanan

Selain itu, manajemen keamanan pangan di sekolah diperketat. Saat ini, 99,9 persen sekolah telah diawasi melalui sistem daring untuk dapur sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi siswa.

Melihat ke depan, kementerian akan memperkuat upaya meningkatkan kebugaran siswa pada 2026, terutama di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Langkah-langkah yang akan dilakukan mencakup menjamin waktu aktivitas luar ruangan, membatasi penggunaan perangkat elektronik, dan memperbaiki pencahayaan kelas untuk mengurangi ketegangan mata.

Program ini akan diluncurkan dalam tiga tahap. Pada 2027, pembangunan sekolah sehat percontohan diharapkan selesai untuk menetapkan model dan standar evaluasi yang efektif.

Pada 2030, konsep 'Health First' ditargetkan diterapkan secara luas, meningkatkan pendidikan kesehatan di seluruh sekolah. Sasaran pada 2035 adalah terbentuknya sekolah sehat berkualitas tinggi di seluruh negeri.

Direktur Departemen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Seni di Kementerian Pendidikan, Sun Mingchun, mengatakan upaya akan dilakukan untuk memastikan filosofi 'Health First' menjangkau setiap sekolah dan mendorong terbentuknya sekolah sehat sejak dini di seluruh institusi.

"Efektivitas pembangunan sekolah sehat akan dimasukkan ke dalam pengawasan pendidikan dan menjadi faktor referensi dalam evaluasi serta penilaian sekolah," katanya.

Profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat, Universitas Peking, Ma Jun, menekankan inti dari panduan ini adalah menggeser fokus sekolah dari score-first menjadi health-first. Membangun sekolah sehat tidak hanya penting untuk perkembangan holistik setiap siswa, tetapi juga krusial bagi masa depan bangsa dan masyarakat.

Kementerian juga memperingatkan setiap praktik 'kurikulum palsu', di mana sekolah tidak mengikuti jadwal pelajaran resmi. Setiap pelanggaran terkait jam olahraga atau pembatasan siswa selama istirahat akan diselidiki secara ketat untuk memastikan siswa tetap aktif dan sehat.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads