Cara Unik Ortu di China Bikin Anaknya Kerjakan PR: Cetak Kertas Soal Segede Gaban!

ADVERTISEMENT

Cara Unik Ortu di China Bikin Anaknya Kerjakan PR: Cetak Kertas Soal Segede Gaban!

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 25 Feb 2026 09:31 WIB
Viral seorang anak di China mengerjakan PR di lembar kertas yang besar
Foto: SCMP/Viral seorang anak di China mengerjakan PR di lembar kertas yang besar
Jakarta -

Beberapa orang tua di China mencoba cara baru dengan mencetak lembar soal sepanjang satu meter agar anaknya mau mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Aksi tak biasa itu dilakukan seorang ibu di Provinsi Hubei, China.

Dilansir South China Morning Post (SCMP), salah seorang ibu sengaja mencetak soal dalam ukuran besar pada Januari 2026 lalu agar anaknya tidak melewatkan pertanyaan saat mengerjakan ujian. Aksi itu sontak menarik perhatian warganet karena dinilai ekstrem dan tidak lazim dalam dunia pendidikan.

"Dengan cara ini, dia tidak akan melewatkan satu pertanyaan pun," ujarnya, dikutip SCMP, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam foto yang beredar luas di media sosial, sang anak terlihat mengerjakan soal sambil tengkurap di lantai. Mereka tampak seperti berada di atas lembaran sebesar spanduk.

ADVERTISEMENT

Soal yang Dicetak Besar Efektif untuk Belajar Anak?

Salah satu orang tua dari provinsi Sichuan, China barat daya, bernama Wang, mengatakan anaknya merespons positif metode tersebut. Ia mengaku, anaknya ingin mengerjakan lagi lembar ujian raksasa setelah menyelesaikan bagian pertama.

Meski begitu, pengakuan berbeda datang dari ibu lain di provinsi Heilongjiang, China utara. Ia mengaku, telah menghabiskan sekitar 60 Yuan atau sekitar Rp 150-an ribu untuk mencetak empat lembar PR berukuran besar, tetapi hasilnya tak sesuai harapan.

"Awalnya, putra saya mengira kertas-kertas raksasa itu adalah mainan. Tetapi ketika ia menyadari itu adalah pekerjaan rumah, ia menjadi kecewa dan semakin enggan belajar," ungkap ibu tersebut.

Alasan Orang Tua Ingin Anaknya Teliti soal Ujian

Apa yang dilakukan beberapa orang tua di China bukan tanpa alasan. Mereka ingin anaknya fokus dengan soal ujian sejak dini karena sistem pendidikan China yang memiliki tekanan tinggi pada siswa.

Misalnya tekanan tinggi dalam "gaokao" yakni ujian masuk perguruan tinggi nasional. Sejak di sekolah menengah, siswa dihadapkan pada "lautan soal-soal" yang membuat mereka minim istirahat karena harus belajar lebih banyak, termasuk saat di rumah.

Menurut data sebuah lembaga pendidikan di China, lebih dari setengah siswa sekolah menengah menghabiskan lebih dari dua jam untuk mengerjakan pekerjaan rumah setiap hari, bahkan beberapa di antaranya belajar hingga melewati pukul 10 malam.

Atas kondisi ini, baru-baru ini Pemerintah China memperkenalkan kebijakan untuk mengurangi beban akademis. Di sisi lain, beberapa orang tua menerapkan model "pendidikan bahagia" yang berfokus pada kesejahteraan mental.

Kesadaran Orang Tua terhadap Kebebasan Minat Anak

Alih-alih menekan anaknya, salah satu ayah di daratan utama China mengatakan di media sosial bahwa ia sebagai orang tua menghormati minat anaknya. Maka itu, ia memberi kebebasan kepada anaknya untuk eksplorasi.

Menurutnya, saat masa sekolah, anak pasti akan menerima PR, meski dicetak sebesar apa pun. Namun, minat anak harus tetap didukung oleh orang tua.

"Anak-anak yang menyukai belajar akan menerima tugas rumah apa pun, sebesar apa pun. Tetapi bagi anak-anak seperti putri saya, minat mereka mungkin terletak pada olahraga, seni, atau bidang lainnya. Sebagai orang tua, kami menghormati minatnya dan memberinya kebebasan untuk mengeksplorasi," tuturnya dalam SCMP.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(crt/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads