Anak-anak yang baru masuk sekolah dasar mengalami kesulitan pada tahun-tahun awal sekolah mereka, karena tuntutan akademik. Akibatnya mereka merasa bosan untuk sekolah dan tidak bahagia saat berada di sekolah.
Untuk mengatasi ini, pakar dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) melakukan penelitian terhadap 146 siswa dari Islandia dan 1.185 anak dari kelompok kontrol Norwegia. Hasilnya, ternyata jam kegiatan ekstrakurikuler dan pendidikan jasmani menjadi faktor penting bagi kenikmatan dan prestasi anak di sekolah.
Studi mereka yang berjudul "Ignition project in Iceland: Exploring well-being, safety, enjoyment and perceived competence in school subjects in children from 6 to 9 years of age" telah terbit di jurnal Acta Psychol (Amst) pada 9 Oktober 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Membuat Anak-anak SD Bahagia di Sekolah
Dalam penelitiannya, para ilmuwan menemukan cara terbaik membuat anak bahagia dan berprestasi di sekolah. Untuk mengujinya, pemimpin studi dan profesor yang bekerja di Departemen Psikologi NTNU, Hermundur Sigmundsson, melibatkan siswa kelas 1 sampai 3 sekolah dasar di Vestmannaeyjar.
Para siswa diberikan lebih banyak pendidikan jasmani serta diberi pilihan kegiatan akhir sekolah yang mereka minati atau ia sebut dengan 'kelas proyek minat.' Lantas bagaimana hasilnya?
1. Memberi Lebih Banyak Ruang untuk Aktivitas Fisik
Prof Sigmundsson menyebut bahwa anak sekolah dasar dan menengah di Islandia, memiliki 2 jam untuk pendidikan jasmani serta sejam setiap minggu untuk berenang.
"Tetapi anak-anak dalam penelitian kami diberi tambahan dua jam aktivitas fisik per minggu," ujarnya, dikutip dari laman resmi Norwegian SciTech News.
Para peneliti menemukan bahwa kebahagiaan anak-anak dapat meningkat, dengan menambahkan durasi untuk aktivitas fisik. Artinya pelajaran jasmani menjadi 72 jam dalam satu tahun.
2. Membebaskan Anak-anak Memilih Kegiatan Favorit
Sebelum menerapkan peningkatan ruang aktivitas bagi anak-anak, para peneliti terlebih dulu membuat 'kelas proyek hobi'. Pada kelas ini, siswa bebas memilih berbagai macam kegiatan yang mereka suka, seperti melukis, musik, kerajinan tangan, menjahit, merajut sampai kuliner dan juga kesehatan. Pada hari jumat kelas proyek dan minat diakhiri dengan bernyanyi.
"Pendidikan jasmani dan dua jam tambahan aktivitas fisik dijadwalkan di awal hari. Para siswa juga memiliki kelas proyek minat di akhir setiap hari sekolah," ujar Sigmundsson.
Ternyata, peneliti menemukan bahwa kelas proyek minat ini dianggap paling populer dan ampuh untuk menumbuhkan rasa senang atas pencapaian para siswa. Prof Sigmundsson menilai pendekatan holistik yang meliputi aktivitas fisik dan kelas proyek minat tampaknya berhasil untuk anak-anak.
Program 'Nyalakan Percikan' Berperan Tingkatkan Literasi Anak
Selain cara di atas, Prof Sigmundsson juga menerapkan program lain yaitu 'Kveikjum neistann' (Nyalakan Percikan). Itu merupakan proyek penelitian pendidikan di Islandia yang digagas olehnya dengan mengukur menggunakan pendekatan secara holistik.
Pada program ini seluruh aspek diamati, termasuk kesejahteraan dan pengalaman belajar siswa di sekolah. Program ini dimulai sejak musim gugur 2021 di sekolah dasar Vestmannaeyjar dengan berbagai pendekatan dari para ahli.
"Kveikjum neistann" disusun sebagai proyek pengembangan dan penelitian yang berjalan selama 10 tahun. Prof Sigmundsson menyebut program ini sudah memasuki tahun kelima di sekolah GrunnskΓ³li Vestmannaeyjar dan tahun ketiga di Sekolah LindaskΓ³li.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program "Nyalakan Percikan" tidak hanya berdampak positif bagi kesejahteraan anak di sekolah, tapi juga meningkatkan kemampuan membaca pada anak.
"Dengan pelatihan yang terfokus, dukungan dan penilaian yang baik, semua anak dalam proyek kami berhasil menguasai kemampuan membaca pada akhir tahun pertama sekolah mereka," simpul Sigmundsson.
Penelitian ini pun disambut baik oleh Menteri Pendidikan Norwegia. Menteri Nessa Nordtun mulai menyerukan sekolah-sekolah untuk memasukkan lebih banyak kegiatan seni dan kerajinan tangan dalam kegiatan sekolah sehari-hari.
Tiga sekolah di Norwegia, bahkan telah memperkenalkan aktivitas fisik tambahan dan kelas proyek minat setiap hari.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.










































