×
Ad

Ada 150 Ribu Beasiswa S1 Guru pada 2026, Target Kuota Naik Lagi 2027

Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 30 Nov 2025 12:00 WIB
Wamendikdasmen Fajar dalam acara ulang tahun PGRI 2025. Foto: Istimewa
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyalurkan sebanyak 150 ribu beasiswa S1 untuk guru mulai tahun 2026. Besarannya yakni senilai Rp 3 juta per semester.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ulhaq, kuota beasiswa S1/D4 guru itu akan ditingkatkan hingga tuntas pada 2027.

Diketahui, beasiswa S1/D4 guru sudah disalurkan mulai tahun ini. Berdasarkan data per September 2025, sudah ada 12.500 guru yang menerima beasiswa S1. Mereka tersebar di 92 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Upaya ini antara lain guna memenuhi kualifikasi guru, yang berdasarkan UU Guru dan Dosen yakni minimal lulusan S1. Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu juga mensyaratkan calon pendaftar memiliki ijazah S1/D4 yang terverifikasi pada laman https://info.gtk.dikdasmen.go.id.

Jika sudah tersertifikasi profesi, seorang guru dapat memperoleh tunjangan sertifikasi. Fajar mengatakan, Kemendikdasmen mengupayakan agar mulai 2026, tunjangan profesi guru dapat ditransfer per bulan, tidak lagi per tiga bulan.

"Kemarin, Pak Menteri Abdul Mu'ti di acara puncak Hari Guru Nasional meminta pada Menteri Keuangan agar tunjangan dapat dibayarkan setiap bulan. Permintaan tersebut langsung disampaikan di depan Bapak Presiden Prabowo" kata Fajar dalam acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI, dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (30/11/2025).

Respons soal PGRI Minta Negara Tak Bedakan Guru Negeri dan Swasta

Pada acara yang sama, Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menyampaikan agar tidak ada pembedaan antara guru negeri dan swasta. Ia ingin semua guru dapat kesejahteraan dan kesempatan belajar yang sama.

"Guru-guru hari ini memiliki semangat belajar dan terus berkembang. Tolong sampaikan aspirasi kami kepada Pak Menteri," ungkapnya.

Merespons aspirasi tersebut, Fajar menegaskan Kemendikdasmen berprinsip tidak membedakan guru dari sekolah negeri dan swasta. Hal itu dituangkan lewat Peraturan Mendikdasmen (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025 tentang kebijakan redistribusi guru.

"Kami meyakini bahwa sekolah negeri maupun swasta memiliki peran yang sama penting sebagai pilar pendidikan bangsa," kata Fajar.

Peningkatan Kapasitas Guru Lewat Layar Interaktif

Menurut Fajar, saat ini Presiden Prabowo Subianto tengah menggencarkan pembaharuan pendidikan, termasuk soal peningkatan kapasitas pendidik. Disampaikan Prabowo pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, akan ada digitalisasi pembelajaran hingga pengadaan guru bahasa asing.

Pada program digitalisasi pembelajaran, layar-layar interaktif ditargetkan rampung tersalur pada akhir 2025. Layar tersebut diberikan untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas guru dalam mengajar. Dalam hal ini, smartboard juga akan menyiarkan konten-konten yang relatif lebih sulit dikuasai guru, misalnya seperti fisika dan kimia.

"Tahun depan rencana kita, kita tambah tiap sekolah 3 layar. Dan tahun depannya lagi 2 layar. Jadi tiap kelas harus punya layar-layar interaktif itu. Dan akan ada konten-konten yang sangat besar jumlahnya. Hampir semua pelajaran dari semua tingkatan akan bisa diakses oleh layar tersebut," kata Prabowo di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025).



Simak Video "Video: Permintaan Maaf Prabowo Baru Bisa Perbaiki 16 Ribu Sekolah"

(cyu/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork