Kisah Haikal, Siswa SMP yang Rutin Jual Sayur Keliling Sebelum ke Sekolah

Kisah Haikal, Siswa SMP yang Rutin Jual Sayur Keliling Sebelum ke Sekolah

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 10:00 WIB
Kisah ini dijalani Haikal (14) anak bungsu dua bersaudara dari pasangan Husni (43) dan Abdul Latih (60).
Haikal (kiri), siswa SMP yang rutin membantu sang Ibu berjualan sayur sebelum berangkat sekolah. (Abdy Febriady/detikcom)
Jakarta -

Haikal namanya, pelajar SMP asal Sulawesi Barat (Sulbar) itu berjualan sayur setiap hari membantu ibunya. Sebelum berangkat ke sekolah, ia berkeliling menjajakan sayur dengan gerobak dorong yang umumnya digunakan untuk mengangkut pasir atau semen.

"Saya kasihan lihat Mama, saya takut kalau Mama kelelahan soalnya harus mendorong (gerobak)," jelas Haikal dikutip dari detikSulsel, Senin (3/10/2022).

Remaja berumur 14 tahun itu merupakan anak bungsu dua bersaudara dari pasangan Husni (43) dan Abdul Latih (60). Mereka merupakan warga Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar (Polman), Sulbar.

Haikal merupakan seorang pelajar kurang mampu. Sang ayah merupakan pengayuh becak dengan upah pas-pasan.

Berjualan dengan Seragam Sekolah

Setiap hari, Haikal berjualan sayur dengan mengenakan seragam sekolah. Meski begitu, dirinya tidak malu ketika harus membantu sang ibu sebelum pergi menuntut ilmu.

Bahkan menurutnya, kegiatannya berjualan sayur justru mendapat banyak dukungan termasuk dari teman-temannya.

"Saya tidak pernah merasa malu, apalagi teman-teman bahkan guru di sekolah memberi jempol, karena saya mau berusaha untuk membantu orang tua," ujarnya.

Selalu Bangun Lebih Pagi

Siswa kelas 3 SMP itu bahkan mengatur waktunya sedemikian rupa agar tidak terlambat ke sekolah. Aktivitasnya menjajakan sayur ia lakukan sepagi mungkin.

Haikal mengaku, ia harus bangun lebih pagi untuk mempersiapkan dagangan yang akan dijual beserta seragam dan kebutuhan sekolah lainnya.

"Makanya setiap hari harus bangun lebih pagi, salat kemudian mandi lalu menyiapkan segala kebutuhan, termasuk untuk sekolah. Setelah itu, baru berangkat bersama Mama berjualan. Setelah itu kembali ke rumah untuk persiapan ke sekolah," kata Haikal.

Menurut sang ibu, Husni, anak bungsunya itu telah membantunya berjualan sayur sejak setahun terakhir. Bahkan ketika sore, Haikal juga ikut mencari sayur mayur untuk dijual.

"Sudah hampir setahun begini (jualan sayur keliling), memang sejak dulu (Haikal) selalu bantu saya, termasuk untuk urusan di rumah, sepulang sekolah, biasanya dia juga yang mencari sayur untuk dijual," terang Husni.

Bergantian dengan Sang Kakak

Lebih lanjut Husni memaparkan bahwa tak jarang aktivitas berjualan sayur yang dilakukan Haikal bergantian dengan sang Kakak, Muh Irfan, yang kini tengah berkuliah.

"Mereka bisa gantian bantu saya jualan, kalau kakaknya lagi tidak bisa, Haikal yang menemani, bahkan kalau hari libur, terkadang mereka berjualan sendiri," tambah ibu dua anak itu.

Selain membantu sang ibu untuk berdagang sayur, kedua putranya itu juga banyak menghabiskan waktu di masjid untuk membantu para pengurus.

Nah, itulah kisah Haikal sebagai seorang pelajar SMP yang kerap membantu sang ibu menjajakan sayur keliling sebelum berangkat sekolah. Keren ya, Haikal!



Simak Video "5 Sekolah di Polman Penuh Lumpur Akibat Banjir, Siswa Diliburkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia