Perjuangan Pelajar SMP di Polman Jualan Sayur Keliling Sebelum ke Sekolah

Sulawesi Barat

Perjuangan Pelajar SMP di Polman Jualan Sayur Keliling Sebelum ke Sekolah

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 11:33 WIB
Kisah ini dijalani Haikal (14) anak bungsu dua bersaudara dari pasangan Husni (43) dan Abdul Latih (60).
Foto: Abdy Febriady/detikcom
Polewali Mandar -

Seorang pelajar SMP di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) setiap hari berjualan sayur keliling sebelum berangkat ke sekolah. Dia berjalan kaki sejauh ratusan meter sambil menjajakan sayur jualannya demi meringankan beban sang ibu.

Kisah ini dijalani Haikal (14) anak bungsu dua bersaudara dari pasangan Husni (43) dan Abdul Latih (60). Dia merupakan warga Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Polman.

"Saya kasihan lihat mama, saya takut kalau mama kelelahan soalnya harus mendorong (gerobak)," kata Haikal saat dijumpai wartawan, Sabtu (1/10/2022).


Haikal berjualan sayur keliling menggunakan gerobak dorong yang biasanya dimanfaatkan warga untuk mengangkat pasir ataupun semen. Haikal juga tidak canggung melayani pembeli, kendati mengenakan seragam sekolah.

Haikal mengaku tidak malu ketika harus membagi waktunya untuk berjualan sayur. Dirinya bangga dan bersyukur, lantaran kegiatannya ini mendapat banyak dukungan termasuk dari teman-temannya.

"Saya tidak pernah merasa malu, apalagi teman-teman bahkan guru di sekolah memberi jempol, karena saya mau berusaha untuk membantu orang tua," tutur pelajar yang saat ini duduk di bangku kelas III SMP.

Agar tidak terlambat ke sekolah, aktivitas Haikal berjualan sayur dilakukan sepagi mungkin. Dirinya mengaku harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan sayur mayur yang akan dijual termasuk menyiapkan seragam dan kebutuhan sekolah.

"Makanya setiap hari harus bangun lebih pagi, salat kemudian mandi lalu menyiapkan segala kebutuhan, termasuk untuk sekolah, setelah itu baru berangkat bersama mama berjualan, setelah itu kembali ke rumah untuk persiapan ke sekolah," terang Haikal.

Kendati setiap hari membantu orang tuanya berjualan, tidak lantas membuat Haikal lupa belajar. Sepulang sekolah, dia mengaku tetap berupaya meluangkan waktu untuk mengulang pelajaran di sekolah.

"Saya tetap belajar, sepulang sekolah dan saat waktu senggang, saya luangkan waktu untuk belajar, mengulang kembali pelajaran di sekolah, setelah itu baru saya bantu orang tua, termasuk membersihkan rumah," ungkap remaja yang bercita-cita menjadi seorang polisi itu.

Sementara itu, sang ibu Husni mengaku jika aktivitas Haikal yang mendampinginya berjualan sayur telah dilakukan sejak setahun terakhir. Tidak hanya berjualan, Husni mengaku jika sore hari Haikal juga membantunya mencari sayur mayur.

"Sudah hampir setahun begini (jualan sayur keliling), memang sejak dulu dia (Haikal) selalu bantu saya, termasuk untuk urusan di rumah, sepulang sekolah, biasanya dia juga yang mencari sayur untuk dijual," ucap Husni.

Diakui Husni, tidak jarang aktivitas berjualan sayur dilakukan Haikal seorang diri, bergantian dengan kakaknya bernama Muh Irfan yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Mereka bisa gantian bantu saya jualan, kalau kakaknya lagi tidak bisa, Haikal yang menemani, bahkan kalau hari libur, terkadang mereka berjualan sendiri," ungkap Husni.

Bahkan menurut Husni, usai membantu di rumah, kedua putranya itu juga banyak menghabiskan waktu di masjid.

"Selain membantu saya berjualan termasuk di rumah, Haikal dan kakaknya juga banyak menghabiskan waktu di Masjid, membantu pengurus masjid," tutupnya.

Untuk diketahui, Haikal merupakan salah satu pelajar dari keluarga kurang mampu. Sang ayah diketahui berprofesi sebagai pengayuh becak dengan upah pas-pasan.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)