Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital

Tim detikEdu - detikEdu
Senin, 10 Mei 2021 06:17 WIB
Asian girl and her teacher using laptop for online study during homeschooling at home during Coronavirus or Covid-19 virus outbreak situation
Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital (Foto: Getty Images/iStockphoto/tuachanwatthana)
Jakarta - Pendidikan anak usia dini di era digital ini menghadapi berbagai tantangan. detikers pasti bisa membayangkan berbagai macam manfaat yang bisa dinikmati di era digital saat ini.

Orang dengan berbagai latar belakang dan usia tidak bisa dipisahkan dari dunia digital yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menghindari penggunaan perangkat digital mungkin akan sulit dilakukan saat ini mengingat segala manfaat yang diberikan memang sangat membantu kehidupan kita.

Anak usia dini pun tak lepas dari penggunaan perangkat digital. Agar tak berakhir masalah, detikers sebagai orang tua perlu menerapkan pendidikan anak usia dini di era digital yang sesuai dengan kebutuhan.

Ancaman Era Digital untuk Anak Usia Dini

Era digital memang mempunyai berbagai macam manfaat untuk kehidupan manusia termasuk untuk perkembangan anak usia dini, detikers. Akan tetapi, orang tua juga perlu lebih awas dengan berbagai ancaman di era digital yang bisa jadi justru akan menutup segala manfaat yang ditawarkannya.

Anak-anak yang terlalu banyak menggunakan telepon pintar misalnya mungkin akan mempunyai masalah kesehatan mata. Anak-anak yang menatap layar digital terlalu lama dan konten media digital juga bisa menyebabkan masalah tidur pada anak.

Fokus anak bisa terganggu karena menggunakan media digital. Akibatnya, anak bisa saja menjadi terlalu aktif. Anak mungkin akan mengalami kesulitan untuk konsentrasi pada hal tertentu.

Anak usia dini yang menggunakan media digital berlebihan juga bisa mengalami penurunan prestasi belajar, gangguan perkembangan fisik dan sosial. Selain itu, anak juga bisa mengalami gangguan perkembangan otak dan bahasa, detikers.

Mendampingi Generasi Digital

Oleh sebab itu, detikers sebagai orang tua perlu mempersiapkan diri untuk mendampingi dan memantau pendidikan anak usia dini di era digital. Salah satu persiapan yang bisa dilakukan detikers adalah dengan menambah pengetahuan tentang dunia digital.

Anak tidak boleh dibebaskan menggunakan media digital begitu saja. Orang tua perlu mengarahkan penggunaannya dengan jelas menggunakan komunikasi efektif. Tidak ada salahnya memperkenalkan dunia digital pada anak, tetapi detikers juga perlu mengimbanginya dengan mengajak anak berinteraksi di dunia nyata.

Perangkat digital boleh dipinjamkan pada anak sesuai kebutuhan

detikers juga perlu memilih aplikasi atau program yang positif untuk anak. Jangan lupa untuk mendampingi dan terus berinteraksi dengan anak saat sedang menggunakan perangkat digital.

detikers sebagai orang tua sendiri juga perlu lebih bijaksana dalam penggunaan perangkat digital di depan anak. Sangat penting untuk terus memonitor aktivitas anak di dunia digital.

Penggunaan Media Digital untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Penggunaan media digital tidak bisa dihindari saat ini. Anak-anak pun tidak bisa dilepaskan dari penggunaan perangkat dan media digital. Hanya, perlu dicatat bahwa penggunaan media digital untuk anak perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan pengguna.

detikers mungkin perlu membuat kesepakatan dengan anak tentang penggunaan perangkat digital di rumah. Jika anak detikers berusia 1-3 tahun, menonton media digital perlu dibatasi dari segi waktu.

Media digital bisa dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh-kembang anak, misalnya menggunakan digital audio untuk menambah pengetahuan mengenai lagu, angka, dan bahkan kosa kata anak. Media digital juga bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbagi dan empati anak dengan menggunakan aplikasi tertentu. Detikers juga bisa menggunakan media digital untuk mengenalkan keberagaman manusia.

Tentu, ada banyak tayangan digital yang sebaiknya dihindari oleh anak. detikers perlu memastikan bahwa anak-anak terhindar dari tayangan negatif, misalnya yang mengandung unsur kekerasan maupun seksualitas. Hal yang paling penting adalah detikers perlu memastikan bahwa media digital tidak digunakan sebagai pengganti orang tua.

Penggunaan Media Digital untuk Anak Usia 4-6 Tahun
Untuk anak usia 4-6 tahun, pendidikan anak usia dini di era digital perlu dilakukan berdasarkan kesepakatan yang dibuat antara orang tua dan anak. detikers perlu mengawasi pelaksanaan kesepakatan tersebut dan konsisten dalam menerapkan konsekuensi jika terjadi pelanggaran. Apresiasi juga perlu diberikan pada anak yang berhasil mengikuti kesepakatan yang telah dibuat.

Perangkat digital bisa digunakan untuk persiapan sekolah. Lagi-lagi, media digital merupakan alat pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan anak pada keberagaman. Tak lupa, detikers perlu memastikan bahwa anak terhindar dari tayangan negatif berbau kekerasan dan seksualitas.



Simak Video "Hotman Paris Cari Anak Awak KRI Nanggala, Ingin Bantu Pendidikan"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia