×
Ad

RI Kurang Dokter, Prabowo: Ada 9 Fakultas, 170 Prodi Spesialis-Subspesialis Baru

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 14 Agu 2026 13:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026). Foto: Kris - Biro Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah kekurangan dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi di Indonesia pada sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR-DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Merespons masalah ini, ia mengatakan, pemerintah membuka fakultas serta prodi-prodi spesialis dan subspesialis baru sepanjang 21 bulan terakhir. Prabowo mengatakan, sebanyak 11 provinsi RI baru memiliki prodi spesialis untuk pertama kali.

"Pemerintah telah membuka 9 fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita," ucapnya.

Indonesia Kekurangan Dokter

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Prabowo menjabarkan kebutuhan dokter di kabupaten/kota sebagai berikut:

474 kabupaten/kota butuh tambahan 84.781 dokter umum
505 kabupaten kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi
481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis.

Prabowo mengatakan, kekurangan dokter umum dan dokter spesialis di Indonesia harus segera diatasi. Adapun daerah prioritas dari pemenuhan kebutuhan ini yaitu di kabupaten/kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama di Indonesia Timur.

"Untuk itu kita harus mencari solusi. Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dan dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," ucapnya.



Simak Video "Prabowo Bakal Kasih Jabatan Ini Berkat Penanganan Karhutla"

(twu/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork