Pada sidang tahunan MPR RI yang dilaksanakan Jumat pagi (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah membuka 9 fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Kemudian dalam rapat paripurna DPR RI ke-1 tahun sidang 2026-2027 dan penyampaian RUU APBN 2027 pada Jumat sore (14/8/2026), Presiden menyebut jumlah fasilitas pendidikan kedokteran tersebut akan diperbanyak.
Prabowo mengatakan Indonesia masih butuh tambahan 84.781 dokter umum, kemudian 127.580 dokter gigi. Kemudian, 481 kabupaten-kota membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis.
"Karena itu kita telah membuka 9 fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Dan ini kita akan upayakan lebih banyak lagi," jelas Prabowo dalam pidato kenegaraan rapat paripurna tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila perlu kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas, karena kalau kita menunggu lulusnya 187.000 dokter gigi, mungkin kita harus nunggu empat presiden sesudah saya," imbuhnya.
Dalam sidang tahunan MPR RI, Prabowo menyebut daerah yang diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dokter adalah di kabupaten/kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama di Indonesia Timur.
"Untuk itu kita harus mencari solusi. Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dan dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," ujarnya.
