Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong agar pemerintah daerah (pemda) dapat mengadakan bantuan pendidikan tinggi seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah versi daerah.
Disampaikan oleh Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Mukhamad Najib, pihaknya saat ini telah mendorong pengadaan KIP Kuliah daerah tersebut.
"Nah kita juga sekarang ini sedang giat mendorong pemda-pemda, pemerintah daerah ya, untuk juga mengeluarkan yang namanya KIPDA gitu, KIP Daerah," kata Najib saat kepada wartawan di Gedung C Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KIP Daerah untuk Tingkatkan Jumlah Mahasiswa
Dorongan tersebut berangkat dari permasalahan mahasiswa yang masih banyak menunggak uang kuliah hingga putus kuliah. Najib berharap pemda dapat membuka kesempatan ini.
"Nah kita mendorong kepada pemda-pemda di daerah-daerah itu juga untuk mengalokasikan dana beasiswa untuk putra daerahnya, sehingga jumlah mereka yang bisa kuliah di daerahnya itu semakin meningkat," katanya.
Adapun perihal skema yang disanggupi pemda, Najib mengembalikannya ke pemda masing-masing. Menurutnya, pemberian beasiswa bisa berupa ikatan dinas dan sebagainya.
"Nanti bisa skemanya ikatan dinas atau apapun kembali ke daerahnya, membangun daerahnya. Terus juga kita mendorong perusahaan-perusahaan," ujar Najib.
Indonesia Ingin Capai APK 39% pada 2029
Ia juga menyinggung soal Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia yang masih berada di angka 34%. Sementara hingga tahun 2029, ditargetkan pemenuhan APK harus mencapai 39%.
"Sampai akhir tahun 2029 itu kita diharapkan meningkat sampai 39 persen. Jadi tahun ini tentu harapan kita bisa 35-36 persen. Jadi memang ini angka yang tidak mudah karena untuk meningkatkan 1 persen itu kira-kira kita harus meningkatkan jumlah sekitar 750 ribu mahasiswa baru," katanya.
(cyu/nwk)











































