Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menawarkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) 2026. Berbeda dengan tahun 2025, kini PP PTS memiliki dua skema.
PP-PTS sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas hingga pengadaan peralatan pendukung pembelajaran PTS. Direktur Kelembagaan Diktisaintek, Prof Dr Mukhamad Najib menyebut kedua skema mempunyai fokus yang berbeda.
Pada skema A, bantuan berupa pengadaan peralatan yang mendukung pembelajaran. Sementara, skema B diberikan untuk memperkuat proses pembelajaran dan meningkatkan daya saing lulusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu bantuan untuk skema B ditujukan untuk program-program yang secara spesifik meningkatkan keunggulan dari PTS yang bersangkutan. Nah ujungnya nanti kita berharap PTS-PTS juga bisa masuk jadi perguruan tinggi-perguruan tinggi berkualitas global," tuturnya di Gedung C Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Bentuk Bantuan PP PTS 2026
Pada skema A, besar bantuan yang ditawarkan hingga Rp 500 juta per kampus. Sedangkan skema B memiliki besaran bantuan Rp 650 juta per kampus.
Skema A dialokasikan untuk penyediaan dasar yang meliputi peralatan teknologi informasi dan desain komunikasi, peralatan laboratorium IPA, peralatan laboratorium kesehatan, peralatan laboratorium teknik atau laboratorium pengolahan pangan.
"Nah kemudian yang skema B, ini bantuannya berupa penyediaan peralatan teknologi informasi dan disini komunikasi, serta peralatan laboratorium yang spesifik yang memperkuat keunggulan dari perguruan tinggi tersebut. Jadi lebih pada peralatan-peralatan yang lebih advance gitu ya, peralatan-peralatan labnya bukan peralatan-peralatan lab dasar, jadi peralatan lab yang lebih advance," kata Najib.
Indikator Kinerja PP PTS 2026
Kemudian, Najib juga menjabarkan terkait indikator kinerja PP PTS ini. Berikut di antaranya:
Indikator Kinerja Skema A
- Jumlah mata kuliah yang menerapkan metode pembelajaran berbasis pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project)
- Tingkat keketatan penerimaan mahasiswa baru
- Rata-rata tingkat kelulusan mata kuliah
- Tingkat kepuasaan mahasiswa terhadap proses pembelajaran
Indikator Kinerja Skema B
- Jumlah kegiatan PKM
- Jumlah kerja sama PKM dengan mitra
- Pemanfaatan hasil PKM oleh masyarakat/mitra
"Harapannya, dengan bantuan ini, kita bisa meningkatkan tiga hal ya. Yang pertama accessibility ya, dengan meningkatkan kapasitas masing-masing produk itu, diharapkan mahasiswanya bisa lebih banyak. Kemudian yang kedua, kita ingin meningkatkan kualitas dengan peralatan pembelajaran, peralatan online yang diperkaya mudah-mudahan kualitas pembelajaran ini semakin meningkat. Nah yang ketiga kita ingin meningkatkan relevansi," pungkas Najib.
Informasi masing-masing syarat per skema dalam PP-PTS 2026 ini dapat dilihat pada laman https://pppts.kemdiktisaintek.go.id/
(cyu/twu)











































