Mulai 2022 Siswa SMK Bisa Kuliah S1 di Jerman, Apa Syaratnya?

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 15 Jun 2022 13:45 WIB
Siswa SMK Bhumi Pala Temanggung membuat film animasi yang rencananya akan ditayangkan di TV Malaysia.
Ilustrasi siswa SMK sudah bisa kuliah S1 di Jerman. Foto: Eko Susanto/detikJateng
Jakarta -

Siswa SMK di seluruh Indonesia kini berkesempatan mengenyam pendidikan S1 di berbagai perguruan tinggi di Jerman. Sebelumnya, ijazah tingkat menengah yang diakui oleh pemerintah Jerman hanyalah ijazah SMA dan MA saja.

"Keputusan ini dikeluarkan Pemerintah Jerman dalam hal ini oleh The Standing Conference of the Ministers of Education and Cultural Affairs atau KMK yang disampaikan langsung kepada KBRI Berlin," ungkap Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, Ardi Marwan (12/6/2022) melalui rilis yang diterima detikedu.

Selain itu, bukti pengakuan ijazah SMK juga dapat dicek melalui situs resmi Anabin di anabin.kmk.org. Anabin dapat menunjukkan informasi semua institusi dan jenjang yang sudah dievaluasi oleh Central Office for Foreign Education (Zentralstelle für ausländisches Bildungswesen/ ZAB/ Kantor Pusat Pendidikan Asing) Jerman.

Melalui portal Anabin, maka siswa SMK bisa mencari informasi apakah kualifikasi akademiknya diakui di Jerman atau tidak.

Dengan adanya keputusan pengakuan ijazah ini, diperkirakan ada kenaikan pesat jumlah mahasiswa yang studi di Jerman pada tahun-tahun mendatang. Apalagi, kini setiap tahun terdapat sekitar 1,5 juta lulusan SMK.

Syarat Siswa SMK Kuliah S1 di Jerman

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, Ardi Marwan menjelaskan, lulusan SMK yang ingin mendaftar harus sudah menempuh perkuliahan selama satu tahun di universitas yang ada di Indonesia. Kemudian, mereka wajib mengikuti STK atau studienkolleg.

Program STK adalah kegiatan persiapan masuk ke universitas di Jerman. Namun, syarat untuk STK ini menjadi gugur apabila calon mahasiswa lulusan SMK maupun SMA sudah menempuh jenjang sarjana di Indonesia minimal empat semester atau dua tahun.

"Dengan kata lain, mereka langsung dapat mendaftar pada program sarjana yang menjadi tujuan studinya di Jerman," tegas Ardi.

Sedikit berbeda dengan siswa SMK, para lulusan SMA/MA yang ingin S1 di Jerman harus ikut studienkolleg selama dua semester di institusi pendidikan negeri atau swasta di Jerman.

"Para lulusan SMA/MA dari Indonesia yang ingin studi S1 di Jerman disyaratkan untuk mendaftar dan mengikuti program preparatory college atau studienkolleg (STK) selama dua semester di berbagai institusi pendidikan negeri atau swasta di Jerman," terang Ardi lagi.

Syarat siswa SMA/MA untuk ikut STK adalah ijazah kelulusan dan sertifikat kompetensi bahasa Jerman minimal level B2. Namun, menurutnya juga ada institusi yang tidak mensyaratkan B1 dan C1, meski tidak banyak.

"Jadi umumnya level Bahasa Jerman B2 sudah memadai," ujarnya.

Selain itu, program STK yang diambil juga bergantung pada program S1 yang akan dipilih. Misalnya, untuk jurusan teknik, sains, dan matematika, maka STK yang diambil adalah T. Atau, jika mengambil jurusan humaniora dan desain/seni, maka STK yang diambil adalah G.

Setelah STK selama dua semester, calon mahasiswa baru wajib ikut asesmen akhir yang dinamakan feststellungsprüfung (FSP). Setelah lulus FSP, calon mahasiswa baru bisa mendaftar S1.

Ardi turut mengatakan bahwa hampir seluruh universitas negeri di Jerman memiliki kebijakan no tuition fee, termasuk untuk mahasiswa internasional. Setelah merampungkan kuliah, lulusan juga diberi kesempatan mencari kerja di Jerman. Saat ini, menurutnya ada sekitar delapan ribu pelajar di Indonesia yang belajar di Jerman.

Nah, bagaimana siswa SMK? Tertarik lanjut S1 di Jerman?



Simak Video "PUPR Peringati Hari Air Sedunia dengan Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia