Ditjen Diksi Terbitkan 27 Izin Pembukaan D2 Fast Track, Prodi Apa Saja?

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 27 Mei 2022 12:30 WIB
Adu Terampil Mekanik Isuzu
ilustrasi teknisi SMK. Foto: Dok. Isuzu
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) menerbitkan 27 Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Diploma Dua (D2) jalur cepat. D2 jalur cepat sendiri merupakan program percepatan dari SMK untuk meningkatkan kemampuan lulusan menjadi tenaga siap kerja.

SK diserahkan pada politeknik yang telah membuka program D2 jalur cepat misalnya Politeknik Negeri Jakarta dan Politeknik Negeri Bali. Totak terdapat 16 politeknik dengan 27 program studi yang memiliki program D2 Fast Track.

Untuk prodi D2 jalur cepat antara lain teknik, administrasi, dan perhotelan. Menurut Dirjen Vokasi Wikan Sakarinto, pembukaan D2 fast track adalah kabar baik bagi seluruh siswa SMK di Indonesia, karena bisa meningkatkan kompetensi

"Hari ini merupakan hari yang bersejarah karena Kemendikbudristek menerbitkan 27 SK pembukaan Program D2 Jalur Cepat. Peluncuran 27 Program studi D2 Jalur Cepat sesungguhnya juga menjadi kabar baik bagi pelajar lulusan SMK di seluruh Indonesia," ujar Wikan yang dikutip dari laman Vokasi Kemdikbud.

Program D2 fast track berkolaborasi dengan dunia industri. Tujuannya agar para lulusan memiliki skil yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga dapat segera diserap dunia kerja setelah lulus.

Wikan menjelaskan, misalnya pembukaan program D2 teknik instalasi listrik dan metalurgi di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja para industri baterai di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam membuka program tersebut PNUP bekerja sama dengan beberapa SMK dan industri. Dengan pembukaan program D2 fast track, Wikan berharap ke depannya dapat lebih banyak lagi membuka prodi D2 fast track agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Indonesia.

"Sebenarnya ada 15 lagi. Jadi, targetnya di tahun ini ada 42 program studi D2 Jalur Cepat," ujar Wikan.

Lebih lanjut, Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Eko Julianto mengatakan program D2 fast track dapat menjadi inovasi untuk mengisi kebutuhan tenaga terampil di Indonesia yang terintegrasi karena mengelaborasikan politeknik, SMK, dan industri.

PPNS juga telah menerima SK pembukaan program D2 fast track dengan jurusan teknik pengelasan dan fabrikasi. Eko berpendapat kebutuhan tenaga ahli di bidang pengelasan cukup tinggi tidak hanya yang menguasai tekniknya saja, namun juga kemampuan manajerial serta komunikasi yang baik.



Simak Video "Transparansi Proses Rekrutmen CPNS Perlu Ditingkatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia