×
Ad

Wisudawan Terbaik Unesa Ini Pernah Rombak Total Proposal Skripsi, Raih IPK 3,91

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 08 Okt 2026 08:00 WIB
Andrea Shifani dan orang tua. Foto: Dok Unesa
Jakarta -

Andrea Shifani meraih IPK 3,91 di pengujung masa studinya di Fakultas Psikologi (Fpsi) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Atas capaian akademiknya, Andrea dianugerahi predikat wisudawan terbaik Unesa.

Di balik prestasinya tersebut, ia mengaku sempat mengalami masa-masa berat ketika memasuki tahun terakhir perkuliahan. Saat itu, teman-teman seangkatannya sudah sibuk menyusun bab-bab akhir skripsi, sementara ia harus merombak total proposal penelitiannya usai seminar.

Fokus pada Progres Sendiri

Andrea pun terpaksa membuang seluruh draf awal dan membangun kembali penelitian dari nol. Studinya membahas bagaimana luka fatherless (ketidakhadiran sosok ayah) memengaruhi perempuan hingga memiliki ketakutan untuk menikah.

Meskipun merasa cemas, tertekan, dan terisolasi karena harus merancang ulang, ia mencoba untuk tidak membandingkan progresnya dengan orang lain dan berdamai dengan keadaan. Ia pun mencoba membandingkan progresnya sendiri dari tahap sebelumnya ke target selanjutnya.

"Enggak harus target yang besar. Dari target kecil ke target besar itu juga sudah bagus," ucapnya, dikutip dari laman Unesa, Rabu (7/10/2026).

Didorong Ibu-Tanggung Jawab

Mahasiswa asal Jombang ini juga sempat berniat mundur saat mendapat kesempatan magang sebagai asisten psikolog di RS Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang. Kendati merupakan mahasiswa penerima beasiswa, ia masih mengalami keterbatasan biaya operasional dan ongkos hidup di luar kota.

Namun, ibu Andrea saat itu mendorongnya untuk tetap berangkat. Kesempatan ini dinilai sebagai gerbang penting dalam menghadapi realitas dunia klinis dan pasien jiwa secara langsung.

Andrea mengaku dukungan emosional dari rumah dan rasa tanggung jawab moral menguatkan mentalnya. Hal ini menurutnya juga tercermin sepanjang masa studinya.

Ia menjelaskan bahwa tahun pertama ia dedikasikan untuk fondasi akademik. Tahun kedua dan ketiga dimaksimalkan untuk belajar berani tampil di konferensi internasional. Sedangkan pada tahun keempat studi, ia mulai terjun ke masyarakat dan menuntaskan studi.

Dengan perencanaan masa kuliah tersebut, ia mengaku bukan yang paling mencolok atau paling vokal di kelas. Namun, ia mencoba untuk disiplin, hadir, konsisten, dan rajin.

Apakah kamu sedang menggarap skripsi seperti yang pernah dirasakan Andrea? Semangat sampai lulus, detikers!



Simak Video "Rencana Kegiatan Yoriko Angeline Setelah Lulus Kuliah Double Degree"

(twu/faz)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork