Roblox saat ini merupakan salah satu permainan yang banyak digemari oleh anak. Di tangan Farid Azhar, Roblox ini menarik untuk dijadikan topik penelitian.
Laki-laki yang biasa disapa Farid tersebut baru saja lulus dari program studi S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar), Magelang.
Berkat hasil penelitiannya soal Roblox, Farid bisa lolos sarjana tanpa skripsi. Ia juga menjadi wisudawan terbaik pada periode wisuda Untidar yang ke-75.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teliti Relevansi Roblox dengan Matematika
Sebelumnya, Farid melakukan penelitian soal kaitan game Roblox dengan matematika. Hasilnya sudah dipublikasikan di portal Sinta 2 dengan judul "Development Of Geoarcala Roblox Game Integrating Ethnomathematics Of Magelang Temples To Enhance Critical Thinking Ability".
"Game Roblox populer di kalangan anak sekolahan. Hal ini menginspirasi untuk membuat modifikasi game ini dengan matematika, khususnya matematika sambil mengenalkan candi-candi di wilayah Magelang," kata Farid di laman Untidar, dikutip pada Minggu (4/10/2026).
Dalam penelitiannya, Farid menguji konsep geometri tabung yang ada dalam Roblox kepada siswa kelas 9 SMPN 1 Salaman. Siswa diajak berpetualang ke candi-candi di Magelang juga dan mereka harus menyelesaikan soal matematika.
"Siswa diajak mempelajari matematika dengan cara yang mereka sukai atau menyenangkan," tambahnya.
Lulus dengan IPK 3,99
Wajar dinobatkan sebagai wisudawan terbaik karena Farid juga berhasil mendapatkan IPK summa cum laude, yakni sebesar 3,99. Ia juga menyelesaikan sarjana hanya dalam waktu 3 tahun 9 bulan 8 hari.
Farid mengaku jurusan yang ia pilih selama kuliah bertentangan dengan jurusannya saat SMK yakni teknik kendaraan ringan. Namun, ia akhirnya memilih Untidar karena lokasi kampus yang tidak jauh dari rumah.
"Saya gak mau ngekos, jadi ya Untidar kan PTN yang dekat, jadi saya hanya milih Untidar," tuturnya.
Penerima KIP Kuliah-Ngajar Les Saat Kuliah
Farid mengaku ia berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana. Ayahnya bekerja sebagai seorang montir di sebuah bengkel.
Orang tua Farid selalu mendorongnya untuk terus bersemangat dalam mengejar mimpi. Meski tidak menuntut Farid apa-apa, orang tuanya selalu yakin bahwa ilmu yang didapatkan dari pendidikan akan bermanfaat suatu hari.
Beruntung, Farid berkuliah secara gratis karena mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Farid juga termasuk mahasiswa yang rajin dalam menjemput kesempatan.
Selama kuliah, Farid aktif mengikuti magang, menjadi asisten dosen, hingga mengajar. Pada semester 7, ia mengajar secara privat atas tawaran dari seorang dosen.
Dari sana, jasa lesnya mulai dilirik banyak anak. Setelah mendapatkan surat keterangan lulus (SKL), Farid langsung melamar sebagai guru.
Kini, ia sudah diterima sebagai guru baru di sebuah sekolah swasta di Kota Magelang. Farid merasa bahwa mengajar adalah passion-nya.
"Mengajar itu bagi saya cara mengasah dan mempertahankan ilmu yang sudah dipelajari saat kuliah. Daripada kita lupa (materi) ya lebih baik kita ajarkan" pungkasnya.
