Kuliah Sambil Kerja, Dini Anak Penjahit Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,87

ADVERTISEMENT

Kuliah Sambil Kerja, Dini Anak Penjahit Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,87

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 05 Okt 2026 09:00 WIB
Dini, wisudawan terbaik Unesa
Dini, wisudawan terbaik Unesa. Foto: Unesa
Jakarta -

Menjadi wisudawan terbaik merupakan pencapaian yang diperoleh setelah seorang lulusan berjuang selama kuliah. Seperti perjuangan yang dirasakan oleh Dini Yusa Rachman.

Perjalanan selama menempuh pendidikan tinggi bagi Dinia tidak selalu mudah. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Dini harus membagi waktu antara kuliah, membantu usaha jahit sang ibu, dan menjadi tutor privat.

Namun, kerja keras dan lelah tersebut berbuah manis di akhir. Ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Wisuda ke-122.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat Ingin Mengubur Impian Berkuliah

Sebelum diterima di Unesa, Dini sempat akan mengubur mimpinya untuk berkuliah. Ia melihat kondisi ekonominya tengah berada di titik sulit.

ADVERTISEMENT

Namun, tekad untuk mengubah keadaan membuatnya memberanikan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi hingga akhirnya diterima di Unesa. Ia masuk Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Selain menjalani tugas kuliah, Dini harus mencoba peruntungan lain untuk bisa membiayai kuliahnya. Selesai kuliah, ia membantu sang ibu untuk menjahit.

Tak berhenti di situ, Dini juga menjadi tutor privat untuk menambah biaya hidup. Walaupun sibuk mencari tambahan uang, Dini juga tetap aktif bergabung dengan organisasi kemahasiswaan.

Dini juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Ia dipercaya memimpin Divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi Civic Study Club.

Dini juga menginisiasi program edukasi kebangsaan ke sejumlah sekolah. Ia turut berhasil mengamankan pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebesar Rp 4,5 juta dan menjadi semifinalis bluChamp Business Case Competition Jawa Timur 2024.

Lulus Cum Laude dengan IPK 3,87

Pengalaman menjalani kehidupan dengan berbagai peran tersebut kemudian turut memengaruhi topik tugas akhir Dini. Ia mengangkat penelitian tentang cara perempuan pekerja menyeimbangkan waktunya.

Ia menyusun skripsi berjudul "Strategi Work-Life Balance Perempuan Pekerja Pabrik Benang Desa Sidorogo Kabupaten Sidoarjo". Penelitian itu membahas bagaimana perempuan pekerja mengelola waktu dan menjalankan berbagai peran di tengah tuntutan kehidupan.

"Saya melihat sendiri bagaimana para perempuan pekerja berjuang menyeimbangkan hidup di tengah keterbatasan. Pengalaman membantu orang tua dan bekerja sejak kuliah mengajarkan saya bahwa selama kita mau tekun dan jujur menjalani proses, selalu ada jalan untuk melangkah lebih jauh," ungkap Dini dikutip dari laman Unesa, Minggu (4/10/2026).

Akhirnya Dini meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87. Pencapaian tersebut menjadi buah dari kegigihannya dalam mempertahankan pendidikan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sempat berada di titik sulit.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Dini kini mulai meniti karier sebagai sekretaris pemasaran di industri periklanan. Ia juga tengah mematangkan rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.



(cyu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads